Serang Menyerang Antarcapres Dinilai Masih Lunak
Rike Amru04/07/2009 20:12
Liputan6.com, Jakarta: Saling kritik antarcalon presiden sudah berlangsung sejak kampanye dimulai. Namun, menurut Direktur Lembaga Peneliti Demokrasi Yohanes Sulaiman, serang menyerang antarkandidat masih lunak karena belum menyentuh hal-hal yang substantif. "Sampai sekarang nggak ada yang mempertanyakan bagaimana misalnya kinerja Megawati, atau kinerja SBY sendiri," ujar Yohanes saat berdialog di Studio SCTV, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7).
Padahal, imbuh Yohanes, rakyat butuh kritik yang tajam antarkandidat untuk menentukan pilihan pada Pemilu Presiden 2009, 8 Juli mendatang. Selama ini kritik masih bersifat wacana yang mengawang-awang, seperti masalah ekonomi kerakyatan dan paham ekonomi neoliberal. "Sampai sekarang tidak ada yang memberikan kepada kita ini contoh yang dilakukan SBY atau Megawati, atau JK, yang betul-betul merusak atau berbahaya," ujarnya.
Yohanes juga menyayangkan kubu SBY yang baru membela diri dari serangan kampanye hitam lawan politiknya pada saat terakhir. Yohanes tak yakin strategi seperti itu efektif menangkal serangan. "Jadi sebenarnya terlambat sekali. Harusnya SBY menekankan ini dari debat capres pertama," ucap Yohanes.(ZAQ/LUC)
Padahal, imbuh Yohanes, rakyat butuh kritik yang tajam antarkandidat untuk menentukan pilihan pada Pemilu Presiden 2009, 8 Juli mendatang. Selama ini kritik masih bersifat wacana yang mengawang-awang, seperti masalah ekonomi kerakyatan dan paham ekonomi neoliberal. "Sampai sekarang tidak ada yang memberikan kepada kita ini contoh yang dilakukan SBY atau Megawati, atau JK, yang betul-betul merusak atau berbahaya," ujarnya.
Yohanes juga menyayangkan kubu SBY yang baru membela diri dari serangan kampanye hitam lawan politiknya pada saat terakhir. Yohanes tak yakin strategi seperti itu efektif menangkal serangan. "Jadi sebenarnya terlambat sekali. Harusnya SBY menekankan ini dari debat capres pertama," ucap Yohanes.(ZAQ/LUC)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
