Kalla Sentil Sikap Rasialis
Yus Ariyanto02/07/2009 21:54
Liputan 6.com, Jakarta: Pada sesi keempat debat calon presiden, Kamis (2/7) malam, moderator Dr. Pratikno menyodorkan masalah soal pluralisme dan toleransi sosial di Indonesia.
Jusuf Kalla menyatakan, perbedaan adalah kekuatan. Karena itu, "Kalau ada pandangan rasialis bahwa hanya satu suku yang bisa memimpin bangsa ini, itu berbahaya. Kita bisa kembali ke zaman rasialis," kata JK.
Megawati menyatakan 100 persen setuju dengan pandangan JK.
SBY menyatakan, Bhineka Tunggal Ika adalah kontrak kita. Karena itu, kebijakan-kebijakan yang bersifat diskriminatif harus ditinjau dan diperbaiki. Soal agama, jika terdapat perda-perda yang terlalu jauh memasukkan soal-soal agama, harus ditertibkan. Harus diharmoniskan dengan peraturan di atasnya.
Jusuf Kalla menyatakan, perbedaan adalah kekuatan. Karena itu, "Kalau ada pandangan rasialis bahwa hanya satu suku yang bisa memimpin bangsa ini, itu berbahaya. Kita bisa kembali ke zaman rasialis," kata JK.
Megawati menyatakan 100 persen setuju dengan pandangan JK.
SBY menyatakan, Bhineka Tunggal Ika adalah kontrak kita. Karena itu, kebijakan-kebijakan yang bersifat diskriminatif harus ditinjau dan diperbaiki. Soal agama, jika terdapat perda-perda yang terlalu jauh memasukkan soal-soal agama, harus ditertibkan. Harus diharmoniskan dengan peraturan di atasnya.
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
