Semburan Lumpur Belum Diatasi

Agus Faisal Karim dan Taufik Muharam
Semburan Lumpur Belum Diatasi
Semburan lumpur dan gas di Serang, Banten.
27/06/2009 21:01
Liputan6.com, Serang: Memasuki hari kesepuluh, semburan lumpur di Kampung Astana Agung, Kabupaten Serang, Banten, belum juga dapat ditanggulangi. Hingga hari ini, dari pusat semburan masih mengeluarkan material pasir dan air lumpur dengan debit 10 liter per detik. Bau gas metan masih tercium hingga radius 30 meter. Di kolam semburan, mulai terlihat gelembung gas baru yang diperkirakan dari lubang semburan kedua yang pernah ditutup warga.

Pihak terkait sudah menyediakan material penanggulangan lumpur seperti pipa pembuangan air, kantong pasir, dan bambu rangka penguat kolam. Japan Foundation yang sepekan lalu silam menyatakan siap membantu menanggulangi semburan hingga kini belum memasang pipa pembuangan gas setinggi enam meter.

Lambatnya penanganan dikeluhkan warga terutama petani yang sawahnya terendam lumpur. Meski kandungan air lumpur dinyatakan tidak beracun, petani tetap khawatir hasil tanam mereka tidak sebagus biasanya. Semburan lumpur juga makin mengikis batas kolam penampungan hingga diameter delapan meter. Pondasi pos kesehatan desa juga semakin tergerus dan dikhawatirkan ambrol.

Semburan lumpur berbau gas tersebut muncul sepuluh hari yang lalu dengan ketinggian mencapai 15 meter. Semburan muncul dari galian sumur air bersih sedalam 104 meter. [baca: Kandungan Lumpur di Serang Tak Beracun].(YNI/AND)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video