Kondisi Ratusan Buku Peninggalan Soekarno Memprihatinkan
11/11/2001 14:19
Liputan6.com, Bengkulu: Lebih dari 200 koleksi buku peninggalan Bung Karno di Bengkulu, kondisinya memprihatinkan. Sebagian besar buku yang seluruhnya ditulis dalam bahasa Belanda itu robek. Sebab, perawatan buku itu masih konvensional dengah hanya menaburi bubuk cengkeh di sela-sela dan kapur barus di lemari kayu. Hal itu diutarakan Darwis Andrian, juru kunci rumah Soekarno ketika diasingkan di Bengkulu (1938-1942), baru-baru ini.
Darwis menerangkan, buku-buku itu mulai dikumpulkan pada 1985 berkat bantuan sahabat Soekarno sewaktu di Bengkulu, Bahtiar Karim. Saat dikumpulkan, menurut Darwis, sebagian besar buku yang memuat tentang politik, ekonomi, seni, dan teknik peninggalan Proklamator RI itu sudah banyak yang rusak karena termakan usia -diterbitkan antara 1700 hingga 1930. Buku tersebut dipajang di sebuah lemari kayu.
Menanggapi hal itu, Kepala Sub Dinas Kebudayaan Dinas Pendidikan Nasional Bengkulu Firmansyah mengatakan, tak memiliki dana untuk merawat buku-buku tersebut. Selain itu, ia juga mengatakan, selama ini, secara teknis perawatan buku tersebut menjadi kewenangan Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan yang berkantor di Jambi.(ICH/Risnaldhi)
Darwis menerangkan, buku-buku itu mulai dikumpulkan pada 1985 berkat bantuan sahabat Soekarno sewaktu di Bengkulu, Bahtiar Karim. Saat dikumpulkan, menurut Darwis, sebagian besar buku yang memuat tentang politik, ekonomi, seni, dan teknik peninggalan Proklamator RI itu sudah banyak yang rusak karena termakan usia -diterbitkan antara 1700 hingga 1930. Buku tersebut dipajang di sebuah lemari kayu.
Menanggapi hal itu, Kepala Sub Dinas Kebudayaan Dinas Pendidikan Nasional Bengkulu Firmansyah mengatakan, tak memiliki dana untuk merawat buku-buku tersebut. Selain itu, ia juga mengatakan, selama ini, secara teknis perawatan buku tersebut menjadi kewenangan Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan yang berkantor di Jambi.(ICH/Risnaldhi)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

