Rupiah Menguat 60 Poin
Bogi Triyadi24/06/2009 12:10
Liputan6.com, Jakarta: Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (24/6) pagi, naik 60 poin menjadi Rp 10.470 - Rp1 0.480 per dolar dibanding penutupan hari kemarin Rp 10.530 - Rp10.540. Kenaikan disebabkan Bank Indonesia melakukan intervensi pasar.
Analis valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk Rully Nova mengatakan, BI masuk pasar melepas dolar agar mata uang Indonesia tidak terpuruk terlalu. "BI tidak menginginkan rupiah berada jauh di atas angka Rp 10.500 per dolar," kata Rully.
Menurut ia, bila rupiah berada di atas level Rp 10.500 per dolar, peluang untuk terus merosot menjauhi angka tersebut sangat besar. "BI sebenarnya sudah menyadari bahwa tekanan pasar yang makin kuat akan memicu rupiah makin terpuruk ke arah sana," ujar Rully.
Dengan masuknya BI ke pasar, posisi rupiah kini berada di bawah angka Rp 10.500 per dolar dan diharapkan kenaikan itu berlanjut. Menurut Rully, rupiah sebenarnya mempunyai peluang menguat dan hanya menunggu kapan realisasi itu bisa terjadi.
Rully mengatakan, tekanan pasar yang cukup kuat membuat rupiah menembus Rp 10.500 per dolar. Hal ini disebabkan kekhawatiran pasar terhadap perbaikan ekonomi global yang hingga kini masih belum terlihat.Menurut Rully, tekanan pasar global cenderung semakin berat karena sejumlah perusahaan raksasa AS seperti Lehman Brother dan General Motors sudah ambruk, meski AS bertekad mengeluarkan paket stimulus triliunan dolar."
Rupiah, menurut Rully, petang ini berpeluang menguat lagi bila tidak ada isu negatif. Terlebih, BI masih bertekad berada di pasar menjaga mata uang Indonesia itu. "Kami memperkirakan rupiah terus menguat hingga mencapai Rp 10.450 per dolar, karena intervensi pasar BI masih berlanjut," kata Rully.(ANTARA/YUS)
Analis valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk Rully Nova mengatakan, BI masuk pasar melepas dolar agar mata uang Indonesia tidak terpuruk terlalu. "BI tidak menginginkan rupiah berada jauh di atas angka Rp 10.500 per dolar," kata Rully.
Menurut ia, bila rupiah berada di atas level Rp 10.500 per dolar, peluang untuk terus merosot menjauhi angka tersebut sangat besar. "BI sebenarnya sudah menyadari bahwa tekanan pasar yang makin kuat akan memicu rupiah makin terpuruk ke arah sana," ujar Rully.
Dengan masuknya BI ke pasar, posisi rupiah kini berada di bawah angka Rp 10.500 per dolar dan diharapkan kenaikan itu berlanjut. Menurut Rully, rupiah sebenarnya mempunyai peluang menguat dan hanya menunggu kapan realisasi itu bisa terjadi.
Rully mengatakan, tekanan pasar yang cukup kuat membuat rupiah menembus Rp 10.500 per dolar. Hal ini disebabkan kekhawatiran pasar terhadap perbaikan ekonomi global yang hingga kini masih belum terlihat.Menurut Rully, tekanan pasar global cenderung semakin berat karena sejumlah perusahaan raksasa AS seperti Lehman Brother dan General Motors sudah ambruk, meski AS bertekad mengeluarkan paket stimulus triliunan dolar."
Rupiah, menurut Rully, petang ini berpeluang menguat lagi bila tidak ada isu negatif. Terlebih, BI masih bertekad berada di pasar menjaga mata uang Indonesia itu. "Kami memperkirakan rupiah terus menguat hingga mencapai Rp 10.450 per dolar, karena intervensi pasar BI masih berlanjut," kata Rully.(ANTARA/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andacecixxx | jelly_cxxx@yaxxx.com| 2009-06-24 11:41:53
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

