Tragedi Lapindo Menghantui Warga Serang

Agus Faisal Karim, Taufik Muharam
Tragedi Lapindo Menghantui Warga Serang
Sawah warga yang terendam lumpur di Serang, Banten.
24/06/2009 06:18
Liputan6.com, Serang: Bayangan bakal terjadinya tragedi Lapindo jilid dua mulai menghantui warga Kampung Astana Agung, Serang, Banten, yang tiga hari lalu dikagetkan dengan munculnya semburan lumpur berbau gas. Semburan memang tidak lagi terlihat garang. Meski begitu, belum ada tanda-tanda akan berhenti. Karena itu, warga mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menanggulangi semburan serta menuntut kompensasi atas kerusakan sawah mereka.

Sementara itu, sebuah tanggul dibangun warga di sekeliling semburan, Selasa (23/6) malam. Tujuannya tak lain untuk membatasi agar luapan semburan tidak menyebar. Air bercampur lumpur yang keluar kemudian dialirkan ke Sungai Ciujung. Menurut reporter SCTV Riko Anggara, ada dua opsi yang sedang dibahas. Yaitu, menutup lubang semburan atau memanfaatkan luberan menjadi irigasi. "Tapi belum ada keputusan yang diambil," ujar Riko dalam laporan langsung pada Liputan 6 Pagi SCTV.(ADO)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
sanxxx | suryadi_sxxx@yaxxx.com| 2009-06-24 11:03:07
Lumpur Lapindo merupakan pekejaan rumah yang belum selesai. Ini kesempatan buat pasangan capres/cawapres SBY/Budiono untuk mnyelesaikannya. Silahkan diurus dalam waktu hanya tinggal 15 hari lagi.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video