Teheran Kembali Memanas
Iswardani23/06/2009 10:57
Liputan6.com, Teheran: Setelah agak tenang, Iran kembali dilanda unjuk rasa, Senin (22/6). Polisi Iran menggunakan gas air mata dan peluru yang ditembakkan ke udara untuk menghentikan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa kali ini dipicu pernyataan Majelis Pengawas Iran yang menemukan adanya beberapa ketidakberesan di 50 distrik pemilihan. Termasuk, adanya suara lebih dari suara yang terdaftar di distrik tersebut. Namun, Majelis Pengawas menyatakan temuan itu tidak membatalkan hasil pemilu presiden.
Sebelumnya Garda Revolusi telah mengancam akan menghentikan setiap bentuk unjuk rasa. Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi, memerintahkan para pengunjuk rasa untuk menghentikan sabotase dan kerusuhan. Garda menuduh unjuk rasa merupakan konspirasi untuk menentang Iran.
Sementara itu, pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi terus mendorong pendukungnya untuk berunjuk rasa hingga hasil pemilu presiden yang menurutnya diwarnai kecurangan dibatalkan dan pemilu ulang digelar.(AP/YUS)
Sebelumnya Garda Revolusi telah mengancam akan menghentikan setiap bentuk unjuk rasa. Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi, memerintahkan para pengunjuk rasa untuk menghentikan sabotase dan kerusuhan. Garda menuduh unjuk rasa merupakan konspirasi untuk menentang Iran.
Sementara itu, pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi terus mendorong pendukungnya untuk berunjuk rasa hingga hasil pemilu presiden yang menurutnya diwarnai kecurangan dibatalkan dan pemilu ulang digelar.(AP/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
