Liputan6.com, Tangerang: Prita Mulyasari sama sekali tak menyangka tulisannya dalam surat elektronik menyeretnya ke penjara. Ibu dua anak ini dituding melakukan pidana pencemaran nama baik seperti diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Saya shock bukan menghadapi penjara tapi memikirkan anak-anak," ujar Prita dalam wawancara dengan reporter SCTV Mohammad Achir, Rabu (3/6). Terlebih, kata Prita, perintah penahanan dari petugas kejaksaan begitu mendadak.
Prita kemudian ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten. Dia dituduh melakukan pencemaran nama baik terhadap RS Omni Internasional, Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Banten. Menurut Prita, begitu masuk penjara dia langsung dikarantina selama tujuh hari. Selama itu, keluarga tidak boleh menjenguk. Wanita berusia 35 tahun ini mengaku, selama dipenjara anak-anaknya hanya tahu bahwa dirinya sakit dan berada di rumah sakit.
Setelah tiga pekan ditahan, Prita akhirnya diperbolehkan berkomunikasi dengan suami dan anak-anaknya. Meski begitu, Prita tetap mengkhawatirkan kondisi anak-anaknya. "Secara mental anak-anak pasti tertekan," kata Prita. Selama ditahan di LP Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten, Prita mengaku sering menangis dan banyak merenung. Dia ingin berkonsentrasi untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Begitu pula saat dia harus menghadapi proses hukum, Prita hanya bisa ikhlas, pasrah, dan berdoa. "Semua pasti ada jalan keluarnya," kata Prita.
Petang ini, status tahanan atas Prita Mulyasari berubah menjadi tahanan luar atau tahanan kota. Meski sudah bebas, Prita masih tetap akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, besok. Pengalihan status tahanan Prita dipastikan Juru Bicara Kejaksaan Agung Djasman Pandjaitan. Dengan pengalihan status tahanan ini, maka Prita dibebaskan dari Penjara Wanita Tangerang [baca: Prita Rindu Buah Hat].(IAN)
Ada 20 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Anda
Arakattxxx | arakattxxx@mail2xxx.com| 2009-06-05 14:44:48
Menurut saya tidak masalah, pencemaran nama baik itu berlaku jika
axxx | alifkuxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 23:27:13
sabar ba'...wah susah nya nyari kebenaran di Negara ku terc
budi agustijxxx | abi_indotxxx@yaxxx.co| 2009-06-03 23:19:28
Mbak Prita,,,,semoga apa yang terjadi pada mbak akan menjadikan mbak lebih sukses lagi di kemudian hari.Yang perlu diingat segala kedzaliman akan kalah dengan kebenaran mbak. Mbak harus kuat dan lebih tabah
duxxx | doealxxx@gmxxx.com| 2009-06-03 22:45:16
hanya satu kata: SAY NO to RS OMNI. Lu over reacting... knapa? Nutupin salah, malu dan gengsi.
YLKI dan Komnas HAM bisa membantu mba' Prita untuk menyeret dokter dan RS ke pengadilan
Ronny, M.Kom, xxx | ronny_wuixxx@yaxxx.com| 2009-06-03 22:41:05
Atas kasus yang menimpa sdri. Prita Mulyasari, saya sebagai saksi ahli dalam uji materi Pasal 27 ayat (3) UU ITE di Mahkamah Konstitusi R.I menyampaikan pendapat hukum pada : www.ronny-hukum.blogspot.com
Selamat membaca.
puxxx | putrajexxx@yaxxx.co| 2009-06-03 22:32:12
SeTIAP orang yg masih waras pasti mendukung anda mbak Prita. Berjuang dan LANJUTKAN !! LEBIH CEPAT LBH BAIK!!SELAMATKAN WONG CILIK!!WK WKKK WKKK
anxxx | anano_masolxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 22:13:38
ya.. sy jg ikut mendukung bu prit
Untxxx | untoro2xxx@yaxxx.co| 2009-06-03 22:09:45
SAYA MENGHIMBAU KPD SELURUH MASYARAKAT... JGN PERNAH LAGI BEROBAT KE RS.OMNI ALAM SUTERA YG TIDAK PUNYA PERIKEMANUSIAAN, BGM KITA BISA SEMBUH KALO KITA BEROBAT KE RS SAKIT YG TIDAK MANUSIAWI..... BOIKOT RS.OMNI ALAM SUTERA...
lxxx | lelygunaxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 21:55:27
kita sudah tau endingnya...rumah sakit ga diapa-apakan jaksa yang menjebloskan cuma nyengir.. penonton gregetan.... yang ada anak2 yang jadi korban...huh indonesia...indonesia negeri dongeng...
maxxx | maria_sxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 21:41:10
hmm katanya bertaraf international. baru dikritik sedikit saja sudah pada kepanasan nih. belajar donk bersikap d
donoxxx | don.akxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 21:32:48
bukannya mau mendahului neh, tp klo yang saya dgr dakwaan psl 310 kuhp ntu terlalu bias bgt mba... gampang bgt disangkalnya.. smoga PH mba bs ngeliat peluang itu
saxxx | b_belsaxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 21:12:11
mmmmmm mngkin pihak RS punya duit ya ato mrasa kuat,dia g tau klo rakyat biasa dah marah bisa brabe critanya
Bxxx | dewaskyxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 21:06:50
Weleh..weleh..sudah mulai lagi..kaya jaman orba, yg punya duit berkuasa...hukum dan aparat bisa dibeli mur
jumxxx | glojixxx@yaxxx.co| 2009-06-03 20:46:16
saya pr
jumxxx | glojixxx@yaxxx.co| 2009-06-03 20:33:17
saya pr
Nur budiaxxx | nurbudiaxxx@gmxxx.com| 2009-06-03 20:20:34
sungguh dholim orang2 kafir rumahsakit Omni International kalau memang dinogsis anda salah seharusnya anda membebaskan semua biaya berobat
wixxx | yaquxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 20:00:46
RS Omni itu punya siapa sih kok bisa kayak gitu? Padahal kalo di liat isi emailnya bu P
dr. Sukandar Tulus Sxxx | sukandar_tuxxx@yaxxx.com| 2009-06-03 19:59:53
Aku saja y
boy jxxx | denjakxxx@gmxxx.com| 2009-06-03 19:40:31
yup, setuju mas hasto, pasti akan ada balasannya...
hasto pangaxxx | astoxbuxxx@yaxxx.co| 2009-06-03 19:22:28
mbak prita sabar ya,...allah sdng menguji mbak utk jadi lebih baik. pihak yg tlh mendzalimi mbak pasti akan mndapatkan balasan nya.