Siswa Kelas Satu SMA Jatuh ke Tangan Mucikari
Edy Junaedi01/06/2009 10:30
Liputan6.com, Majene: Seorang siswi salah satu sekolah SMA di Majene, Sulawesi Barat, jatuh di tangan seorang mucikari dan dipaksa melayani para lelaki hidung belang, belum lama ini.
Korban semula berkenalan dengan perempuan bernama Isabella di rumah salah seorang keluarganya di Kecamatan Sendana, Majene. Tutur sapanya yang santun membuat korban tidak curiga dengan pelaku.
Korban pun tak menolak ketika dirinya diajak makan bersama di sebuah warung makan. Kesempatan ini dimanfaatkan Isabella untuk menjebak korban. Makanan dan minuman yang disajikan ternyata telah dicampur obat bius hingga korban tak sadarkan diri. Dalam keadaan tak berdaya, korban kemudian di bawah pelaku ke sebuah desa terpencil di Kecamatan Tapango, Polewali Mandar.
Hanya dengan menerima Rp 150 ribu, sang mucikari yang diduga terlibat jaringan perdagangan manusia ini menyerahkan keperawanan korban kepada tiga pria hidung belang. Korban disekap selama empat hari di sebuah kamar untuk melayani para pelaku.
Kasus ini mulai terbongkar ketika korban pura-pura ingin buang air di sungai berteriak minta tolong kepada Jufri, seorang pegawai Dinas Pertanian Polewali Mandar yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.
Seorang tersangka bernama Bahrun dibekuk polisi tidak lama setelah korban melapor. Sementara, dua pelaku lain termasuk sang mucikari hingga kini masih dalam pengejaran.(YUS)
Korban semula berkenalan dengan perempuan bernama Isabella di rumah salah seorang keluarganya di Kecamatan Sendana, Majene. Tutur sapanya yang santun membuat korban tidak curiga dengan pelaku.
Korban pun tak menolak ketika dirinya diajak makan bersama di sebuah warung makan. Kesempatan ini dimanfaatkan Isabella untuk menjebak korban. Makanan dan minuman yang disajikan ternyata telah dicampur obat bius hingga korban tak sadarkan diri. Dalam keadaan tak berdaya, korban kemudian di bawah pelaku ke sebuah desa terpencil di Kecamatan Tapango, Polewali Mandar.
Hanya dengan menerima Rp 150 ribu, sang mucikari yang diduga terlibat jaringan perdagangan manusia ini menyerahkan keperawanan korban kepada tiga pria hidung belang. Korban disekap selama empat hari di sebuah kamar untuk melayani para pelaku.
Kasus ini mulai terbongkar ketika korban pura-pura ingin buang air di sungai berteriak minta tolong kepada Jufri, seorang pegawai Dinas Pertanian Polewali Mandar yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.
Seorang tersangka bernama Bahrun dibekuk polisi tidak lama setelah korban melapor. Sementara, dua pelaku lain termasuk sang mucikari hingga kini masih dalam pengejaran.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
