Masjid Sukiratul Muslimat Saksi Serangan Umum
02/03/2009 05:34
Liputan6.com, Yogyakarta: Berbagai acara peringatan 60 tahun Serangan Umum 1 Maret digelar di Yogyakarta, Ahad (1/3). Salah satunya adalah peresmian Masjid Sukiratul Muslimat di Dusun Sangonan, Kecamatan Odean, Sleman, Yogyakarta. Acara dihadiri Menteri Agama Maftuh Basyuni, puteri mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana dan kerabat lainnya.
Masjid Sukiratul Muslimat sebelumnya hanyalah surau kecil. Namun tempat ini banyak menyimpan cerita bersejarah. Apalagi di dusun ini Soeharto sempat menghabiskan masa kecilnya. Saat bergabung di TNI, Pak Harto sering menjadikan surau sebagai tempat berkumpul bersama pasukannya.
Satu hal yang jadi ciri khas peristiwa Serangan Umum 1 Maret adalah janur kuning. Kala itu janur kuning menjadi simbol para pejuang melawan tentara Belanda. Konon di Dusun Sangonan inilah janur kuning itu diambil atas instruksi Pak Harto. Salah seorang yang dulu mendapat perintah tersebut adalah Pak Darmo.
Sebagian kaum sesepuh yang ada di Dusun Sangonan juga masih mengingat peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Mereka masih sering duduk bersama dan memperbincangkan peristiwa bersejarah tersebut di pendopo yang dulu sering dijadikan tempat menginap Pak Harto bersama pasukannya. Di pendopo ini pula Ibu Hardiyah tinggal bersama orangtuanya dan sering menyiapkan makan untuk pasukann TNI.
Tak hanya itu para sesepuh dan masyarakat setempat pun merasa bangga surau yang telah dipugar dan menjadi Masjid Sukiratul Muslimat akan diresmikan untuk mengenang peristiwa bersejarah itu. Hal ini pun mendapat perhatian khusus dari banyak kerabat dekat Pak Harto termasuk Probosutedjo.(IAN/Indah Dian Novita dan Hengki Rahman)
Masjid Sukiratul Muslimat sebelumnya hanyalah surau kecil. Namun tempat ini banyak menyimpan cerita bersejarah. Apalagi di dusun ini Soeharto sempat menghabiskan masa kecilnya. Saat bergabung di TNI, Pak Harto sering menjadikan surau sebagai tempat berkumpul bersama pasukannya.
Satu hal yang jadi ciri khas peristiwa Serangan Umum 1 Maret adalah janur kuning. Kala itu janur kuning menjadi simbol para pejuang melawan tentara Belanda. Konon di Dusun Sangonan inilah janur kuning itu diambil atas instruksi Pak Harto. Salah seorang yang dulu mendapat perintah tersebut adalah Pak Darmo.
Sebagian kaum sesepuh yang ada di Dusun Sangonan juga masih mengingat peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Mereka masih sering duduk bersama dan memperbincangkan peristiwa bersejarah tersebut di pendopo yang dulu sering dijadikan tempat menginap Pak Harto bersama pasukannya. Di pendopo ini pula Ibu Hardiyah tinggal bersama orangtuanya dan sering menyiapkan makan untuk pasukann TNI.
Tak hanya itu para sesepuh dan masyarakat setempat pun merasa bangga surau yang telah dipugar dan menjadi Masjid Sukiratul Muslimat akan diresmikan untuk mengenang peristiwa bersejarah itu. Hal ini pun mendapat perhatian khusus dari banyak kerabat dekat Pak Harto termasuk Probosutedjo.(IAN/Indah Dian Novita dan Hengki Rahman)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

