Peringatan 60 Tahun Serangan Umum 1 Maret
01/03/2009 13:47
Liputan6.com, Yogyakarta: Tepat 60 tahun lalu, pejuang Indonesia menyerang markas Belanda di pusat Kota Yogyakarta demi menunjukkan eksistensi kekuatan republik. Peristiwa ini dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret. Ahad (1/3) pagi, warga Yogyakarta dan pejuang yang masih hidup memperingati peristiwa tersebut.
Raungan suara sirene menandai dimulainya peringatan. Ratusan warga pencinta sepeda ontel bergerak dari empat penjuru kota dengan mengenakan seragam pejuang. Aksi ini sebagai napak tilas serangan umum. Sementara upacara dilangsungkan di halaman Monumen Serangan Umum 1 Maret. Para veteran kemerdekaan dari Paguyuban Wehkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta mengenakan kalung janur kuning dan kode sandi yang dulu mereka pakai.
Selain itu ada juga anggota TNI, Polri, dan pelajar. Wali Kota Yogyakarta Herry Zudiyanto sebagai pemimpin upacara berharap peringatan ini bukan sekadar nostalgia bagi pelaku serangan umum. Tapi, juga pelajaran penting mengenai cara mempertahankan sebuah kedaulatan.
Serangan Umum 1 Maret yang berlangsung enam jam digagas mantan Presiden Soeharto yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel dan Sultan Hamengkubuwono IX atas perintah Jenderal Sudirman. Ketika itu, Belanda telah menduduki Yogyakarta.(IKA/Ferry Aditri)
Raungan suara sirene menandai dimulainya peringatan. Ratusan warga pencinta sepeda ontel bergerak dari empat penjuru kota dengan mengenakan seragam pejuang. Aksi ini sebagai napak tilas serangan umum. Sementara upacara dilangsungkan di halaman Monumen Serangan Umum 1 Maret. Para veteran kemerdekaan dari Paguyuban Wehkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta mengenakan kalung janur kuning dan kode sandi yang dulu mereka pakai.
Selain itu ada juga anggota TNI, Polri, dan pelajar. Wali Kota Yogyakarta Herry Zudiyanto sebagai pemimpin upacara berharap peringatan ini bukan sekadar nostalgia bagi pelaku serangan umum. Tapi, juga pelajaran penting mengenai cara mempertahankan sebuah kedaulatan.
Serangan Umum 1 Maret yang berlangsung enam jam digagas mantan Presiden Soeharto yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel dan Sultan Hamengkubuwono IX atas perintah Jenderal Sudirman. Ketika itu, Belanda telah menduduki Yogyakarta.(IKA/Ferry Aditri)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

