Renungan Malam Serangan Umum Digelar
01/03/2009 06:32
Liputan6.com, Yogyakarta: Puluhan pejuang veteran pelaku sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 dan keluarganya yang tergabung dalam Paguyuban Wehkreis atau Daerah Perlawanan III Yogyakarta menggelar malam renungan di Ndalem Pujokusuman, Sabtu (28/2).
Mereka yang hadir menggunakan kalung janur kuning yang ketika perang menjadi kode sandi bagi pejuang Indonesia.
Acara ini selain diisi dengan doa bersama, juga diadakan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur perjuangan para pejuang tidak sia-sia. Selain itu, peringatan juga untuk mengingatkan para pemimpin dan calon pemimpin di negeri ini selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.
Sejumlah persiapan dan acara juga digelar menyambut hari bersejarah ini. Di kawasan Kantor Pos Besar, depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, saat ini sudah dipenuhi umbul-umbul dan bendera Merah Putih. Menara sirene yang berada di kawasan itu dan menjadi saksi serangan para pejuang akan dibunyikan untuk mengiringi upacara peringatan yang diikuti para veteran dan masyarakat.
Peringatan juga dimeriahkan para pencinta sepeda di Yogyakarta. Mereka akan bersepeda dari sejumlah titik menuju Monumen Serangan Umum Yogyakarta. Untuk kelancaran acara tersebut, sejumlah kawasan termasuk di Jalan Malioboro akan ditutup untuk semua kendaraan mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.
Reporter SCTV Indah Dian Novita melaporkan, masyarakat di Dusun Sangoman, Kecamatan Godean, Yogyakarta juga tidak mau ketinggalan mengenang peristiwa bersejarah ini. Sebagai simbol peringatan, mereka akan meresmikan sebuah masjid pagi ini.(YNI/Ferry Aditri)
Mereka yang hadir menggunakan kalung janur kuning yang ketika perang menjadi kode sandi bagi pejuang Indonesia.
Acara ini selain diisi dengan doa bersama, juga diadakan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur perjuangan para pejuang tidak sia-sia. Selain itu, peringatan juga untuk mengingatkan para pemimpin dan calon pemimpin di negeri ini selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.
Sejumlah persiapan dan acara juga digelar menyambut hari bersejarah ini. Di kawasan Kantor Pos Besar, depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, saat ini sudah dipenuhi umbul-umbul dan bendera Merah Putih. Menara sirene yang berada di kawasan itu dan menjadi saksi serangan para pejuang akan dibunyikan untuk mengiringi upacara peringatan yang diikuti para veteran dan masyarakat.
Peringatan juga dimeriahkan para pencinta sepeda di Yogyakarta. Mereka akan bersepeda dari sejumlah titik menuju Monumen Serangan Umum Yogyakarta. Untuk kelancaran acara tersebut, sejumlah kawasan termasuk di Jalan Malioboro akan ditutup untuk semua kendaraan mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.
Reporter SCTV Indah Dian Novita melaporkan, masyarakat di Dusun Sangoman, Kecamatan Godean, Yogyakarta juga tidak mau ketinggalan mengenang peristiwa bersejarah ini. Sebagai simbol peringatan, mereka akan meresmikan sebuah masjid pagi ini.(YNI/Ferry Aditri)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

