PM Turki Protes, Shimon Peres Ditinggal  

30/01/2009 18:23
Liputan6.com, Davos: Pertikaian mengenai Gaza, Palestina dirasakan tidak hanya di wilayah itu, tetapi jauh hingga ke Davos, Swiss, tempat sejumlah pemimpin dunia dan korporasi raksasa bertemu dalam Forum Ekonomi Dunia, baru-baru ini. Bahkan, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Israel Shimon Peres terlibat pertikaian di atas panggung saat berdialog.

Dalam dialog itu, Peres dengan keras membela negaranya yang menginvasi Gaza. Ia mempertanyakan keputusan Hamas yang melepaskan roket ke wilayah Israel. Akan tetapi, komentar itu dikritik Erdogan yang menyalahkan tindakan Israel memblokade Jalur Gaza selama beberapa bulan.

Perdebatan pun memanas karena Erdogan bertemu dengan PM Israel Ehud Olmert beberapa hari sebelum dimulainya invasi. Erdogan juga yakin akan bisa mempertemukan pemimpin Israel dengan Suriah. Akan tetapi Erdogan tidak mendapatkan kesempatan menyampaikan kata-katanya dan dipotong oleh moderator.

Karena terus diinterupsi, Erdogan marah dan meninggalkan panggung. Ia menyatakan kecewa dengan moderator dan bukan marah terhadap Peres. Ia hanya diberi waktu 12 menit untuk berbicara sementara Peres 25 menit. Rekannya sesama panelis dalam forum itu, Amir Mussa, menyatakan bisa memahami tindakan Erdogan tersebut. Davos yang dikenal sebagai resor musim dingin itu ternyata tak mampu membuat dingin suasana di ruang sidang Forum Ekonomi Dunia.(UPI)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
Mr. Abdul Bxxx | abdoelzz_rachxxx@yaxxx.co| 2009-01-31 07:31:34
saya
anti isrxxx | taxxx@yaxxx.com| 2009-01-31 06:43:34
hebat erdogan bikin perez dan bankimun bengong semoga pemimpin lain punya keberanian

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler