Hari Guru Diwarnai Unjuk Rasa
25/11/2008 23:39
Liputan6.com, Semarang: Peringatan Hari Guru Nasional diwarnai beragam unjuk rasa di sejumlah kota di Tanah Air. Di Semarang, Jawa Tengah, ratusan guru honorer berorasi di depan Kantor Gubernur Jateng. Mereka meminta diangkat sebagai pegawai negeri sipil, karena gajinya selama ini di bawah upah minimum kabupaten dan kota.
Ratusan guru swasta juga berdemo di Gedung DPRD Medan, Sumatra Utara. Selain minta diangkat menjadi PNS, mereka juga mendesak pemerintah setempat menaikkan gaji guru yang berada di bawah UMP. Selama ini mereka hanya menerima gaji antara Rp 300 hingga Rp 400 per bulan. Padahal UMP di Medan Rp 899 ribu per bulan.
Di Jakarta, ratusan guru bantu dan honorer menggelar aksi jalan kaki dari Balai Kota DKI menuju Istana Merdeka. Selain menuntut kejelasan status mereka yang terkatung-katung, tunjangan Kesra selama 11 bulan juga belum dibayar.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Ratusan guru swasta juga berdemo di Gedung DPRD Medan, Sumatra Utara. Selain minta diangkat menjadi PNS, mereka juga mendesak pemerintah setempat menaikkan gaji guru yang berada di bawah UMP. Selama ini mereka hanya menerima gaji antara Rp 300 hingga Rp 400 per bulan. Padahal UMP di Medan Rp 899 ribu per bulan.
Di Jakarta, ratusan guru bantu dan honorer menggelar aksi jalan kaki dari Balai Kota DKI menuju Istana Merdeka. Selain menuntut kejelasan status mereka yang terkatung-katung, tunjangan Kesra selama 11 bulan juga belum dibayar.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
