Terapi Sulih Hormon Meredakan Gangguan Pasca-Menopause
14/07/2001 18:32
Liputan6.com, Jakarta: Menopause adalah fakta yang bakal dialami setiap kaum wanita. Biasanya, status itu dialami perempuan pada usia 45 hingga 52 tahun. Gejala ini bukan saja ditandai dengan berhentinya proses menstruasi, tapi indung telur pun tak lagi memproduksi hormon estrogen. Padahal, hormon ini sangat berperan dalam menjaga kesehatan kulit, menjaga serangan penyakit tertentu, seperti jantung, darah tinggi, osteoporosis, maupun pikun atau alzheimer. Estrogen juga berperan dalam aktivitas seksual seorang perempuan. "Hormon estrogen itu bisa mensekresi cairan vagina dan bersifat membangkitkan gairah seks," kata dokter ahli kandungan dan fertilitas Djoko Sekti Wibisono, baru-baru ini, di Jakarta.
Lantaran itulah, tambah Djoko, tak heran, menopause kadang meresahkan perempuan yang mengalaminya. Apalagi bila sang suami berusia sebaya dengannya, yang masih mempunyai aktivitas seksual aktif. Tak hanya itu, produksi hormon estrogen yang sudah terhenti sering menyebabkan gangguan awal menopause. Mulai dari muka yang terasa terbakar atau hot flushes, keriput, maupun insomnia. Belum lagi bila mentalnya tidak siap, papar Djoko, perempuan penderita menopause bisa terserang depresi.
Untuk mengganti produksi hormon estrogen, saat ini umum dipakai obat dari bahan alami yang harus dikonsumsi setiap hari atau disebut terapi sulih hormon. Terapi ini sekaligus untuk mencegah penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Hormon estrogen umumnya dikombinasikan pula dengan sulih hormon progesteron. "Progesteron itu diberikan dengan tujuan mencegah kanker rahim," kata Djoko.
Kendati demikian, menurut Djoko, terapi juga harus dilakukan bagi mereka yang mengalami menopause dini. Mereka adalah penderita yang belum mencapai usia 40 tahun, akibat kelainan indung telur atau diangkatnya indung telur karena kanker. Terapi sulih hormon sudah bisa dilakukan ketika seorang perempuan memasuki proses awal menopause yang ditandai dengan ketidakteraturan menstruasi. Bagaimana pun juga, proses menopause tak bisa ditunda. "Kalau menunda menopuse tidak, tapi masih bisa menstruasi, dengan bantuan hormon yang dikonsumsi," kata Djoko.
Terapi sulih hormon ini tak boleh diterapkan pada penderita kanker, terutama kanker payudara dan rahim. Sebab, terapi tersebut tak akan bekerja pada organ yang terkena kanker.(COK/Mira Permatasari dan Rafael)
Lantaran itulah, tambah Djoko, tak heran, menopause kadang meresahkan perempuan yang mengalaminya. Apalagi bila sang suami berusia sebaya dengannya, yang masih mempunyai aktivitas seksual aktif. Tak hanya itu, produksi hormon estrogen yang sudah terhenti sering menyebabkan gangguan awal menopause. Mulai dari muka yang terasa terbakar atau hot flushes, keriput, maupun insomnia. Belum lagi bila mentalnya tidak siap, papar Djoko, perempuan penderita menopause bisa terserang depresi.
Untuk mengganti produksi hormon estrogen, saat ini umum dipakai obat dari bahan alami yang harus dikonsumsi setiap hari atau disebut terapi sulih hormon. Terapi ini sekaligus untuk mencegah penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Hormon estrogen umumnya dikombinasikan pula dengan sulih hormon progesteron. "Progesteron itu diberikan dengan tujuan mencegah kanker rahim," kata Djoko.
Kendati demikian, menurut Djoko, terapi juga harus dilakukan bagi mereka yang mengalami menopause dini. Mereka adalah penderita yang belum mencapai usia 40 tahun, akibat kelainan indung telur atau diangkatnya indung telur karena kanker. Terapi sulih hormon sudah bisa dilakukan ketika seorang perempuan memasuki proses awal menopause yang ditandai dengan ketidakteraturan menstruasi. Bagaimana pun juga, proses menopause tak bisa ditunda. "Kalau menunda menopuse tidak, tapi masih bisa menstruasi, dengan bantuan hormon yang dikonsumsi," kata Djoko.
Terapi sulih hormon ini tak boleh diterapkan pada penderita kanker, terutama kanker payudara dan rahim. Sebab, terapi tersebut tak akan bekerja pada organ yang terkena kanker.(COK/Mira Permatasari dan Rafael)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

