Ketika Susu Harus Mengalah Pada Rokok  

07/08/2008 13:00

Liputan6.com, Jakarta: Berbagai tekanan ekonomi membuat pemenuhan gizi anak kerap terabaikan, bahkan sekadar untuk memberikan air susu ibu pun harus terkendala oleh faktor kemiskinan. Ironisnya lagi, tak jarang kaum lelaki tak sadar ternyata lebih banyak membelanjakan uangnya untuk rokok ketimbang susu anak.

Lihat saja Esti. Di usianya yang baru lima bulan, bayi ini tengah membutuhkan asupan ASI. Sayang, sang ibu hanya bisa menemuinya sebulan sekali karena bekerja sebagai baby sitter. Ayah Esti pun tak bisa berbuat banyak, demi rupiah ia rela berganti peran dengan sang istri. Maka jadilah Esti bergantung pada susu formula.

Yang mengherankan, di tengah keterbatasan ekonomi tersebut, belanja rokok sang ayah malah lebih besar ketimbang dana membeli susu. Sebesar Rp 250 ribu untuk rokok dan Rp 190 ribu untuk susu anak per bulan. Dengan anggaran sebesar itu pun sang ayah mengaku telah mengurangi konsumsi rokoknya. Kecukupan gizi seorang anak amat bergantung pada pola hidup orang tuanya. Semestinya ini menjadi kesadaran kaum bapak pula.(ADO/Anastasya Putri dan Nurwanto)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler