Supersemar Asli Belum Ditemukan
12/03/2006 09:36
Menurut Joko, salinan Supersemar--baik versi Soeharto maupun M. Jusuf--sama-sama tidak otentik dan banyak kejanggalan. Di antaranya kopian surat tidak dilegalisasi. Logo surat kepresidenan tidak menggunakan lambang garuda dan penulisan pengulangan kata serta penulisan nama Soekarno dan Soeharto sudah menggunakan ejaan yang disempurnakan. "Yang membedakan kedua surat itu hanyalah jumlah halaman," kata Joko.
Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Asvi Marwan Adam mengungkapkan, penyalahgunaan Supersemar bukan hanya keinginan Soeharto semata. Sejumlah orang, termasuk Ketua MPRS saat itu A.H. Nasution diduga juga turut mendukung pengambilalihan kekuasaan dari tangan Soekarno [baca: Supersemar: Perebutan Kekuasaan Soeharto atas Sukarno].
Akhir pekan kemarin, buku biografi M. Jusuf diluncurkan dan diharapkan bisa menguak kontroversi Supersemar. Sayang, fotokopi Supersemar yang dimuat dalam buku itu tak memiliki perbedaan dengan naskah yang dipublikasikan Orde Baru [baca: Buku M. Jusuf Memuat Fotokopi Naskah Supersemar]. Supersemar asli kemungkinan besar ada di tangan Soeharto.(ICH/Mochamad Achir dan Ari Trisna)
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Online terus kapanpun & di manapun hanya Rp 9.900/minggu. Lihat disini.
www.axisworld.co.id
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- Lihat Jenazah Korban, Banyak Keluarga Syok

