Perubahan Sistem Mata Uang Cina Tak Bermanfaat bagi AS
24/06/2005 07:07
Liputan6.com, Washington D.C.: Amerika Serikat tak yakin menguatnya yuan--mata uang Cina--terhadap dolar AS akan meningkatkan industri manufaktur dan lapangan kerja di negeri adidaya itu. "Tak ada bukti-bukti yang meyakinkan," kata Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan di Washington D.C., AS, baru-baru ini.
Menurut Greenspan, pengenaan tarif tinggi terhadap barang dari Cina seperti yang diusulkan anggota kongres AS juga tak akan banyak berpengaruh. Cara itu, tambah dia, memang akan menurunkan impor Cina, tapi akan mendongkrak impor dari berbagai negara lain yang memiliki sumber biaya murah.
Impor barang Cina memang sedang gila-gilaan menyerbu AS, terutama produk tekstil. Presiden George Walker Bush sudah berulang kali menekan Beijing untuk mengubah sistem mata uang mereka guna menekan defisit perdagangan AS. Sampai tahun silam, impor barang Cina ke AS mencapai US$ 617,5 miliar.(ICH/Rcm)
Menurut Greenspan, pengenaan tarif tinggi terhadap barang dari Cina seperti yang diusulkan anggota kongres AS juga tak akan banyak berpengaruh. Cara itu, tambah dia, memang akan menurunkan impor Cina, tapi akan mendongkrak impor dari berbagai negara lain yang memiliki sumber biaya murah.
Impor barang Cina memang sedang gila-gilaan menyerbu AS, terutama produk tekstil. Presiden George Walker Bush sudah berulang kali menekan Beijing untuk mengubah sistem mata uang mereka guna menekan defisit perdagangan AS. Sampai tahun silam, impor barang Cina ke AS mencapai US$ 617,5 miliar.(ICH/Rcm)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
