Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Cord Blood Banking with Cordlife
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Berita Terpopuler
- Ical Minta Kader Golkar Dukung Penyelidikan Century
- Ikut Demonstasi, Serikat Pekerja Diminta Tak Anarkis
- Pansus Batal Berikan Kesimpulan Sementara
- Soal Garuda di Armani, Pemerintah Diminta Bersikap
- Survei Membuktikan, Popularitas SBY Turun
- Jusuf Kalla: Wapres Kalah dari Camat
- Peluang Ayu Azhari Menipis
- Pansus Gagal Rumuskan Kesimpulan Sementara
- Menko Polhukam: Jangan Bertindak Anarki
- Pengamat: Kinerja Pemerintah Hanya Omongan
Bau Gas Palsu di Riuhnya Kebutuhan Masyarakat
Zaky Muzakir25/11/2009 22:18
Liputan6.com, Jakarta: Produksi liquified petroleum gas atau elpiji untuk tahun ini mencapai 2,1 juta metrik ton. Sementara kebutuhan masyarakat telah mencapai tiga juta metrik ton. Di tengah tingginya kebutuhan elpiji ini, sebagian agen memanfaatkan situasi dengan berpraktik curang untuk meraup keuntungan yang lebih besar.
Salah satu caranya adalah dengan mengurangi isi gas pada tabung 12 kilogram. Tapi yang lebih parah, elpiji pada tabung tiga Kg bersubsidi dipindahkan ke tabung 12 Kg nonsubsidi. Selain curang, praktik ini membuat persediaan elpiji tiga Kg untuk menolong masyarakat kecil berkurang.
Namun, keuntungan berlipat para agen nakal terkadang harus dibayar mahal. Beberapa waktu silam dilaporkan terjadi ledakan di tempat pengoplosan elpiji. Sayang, ancaman keselamatan ini tidak banyak mengerem praktik curang pengoplos elpiji. Tim Sigi pun berhasil menelusuri pengoplosan elpiji seperti yang dilakukan Budi -- sebut saja demikian -- di Jakarta.
Awalnya, Budi bekerja sebagai pengantar elpiji. Sekarang, ia sudah lihai memindahkan sebagian isi gas pada tabung elpiji yang penuh ke tabung kosong. Gas hasil oplosan itu kemudian dijual ke toko langganan. Untuk mengaburkan konsumen, gas oplosan ditempatkan bersama tabung lain yang asli dengan porsi satu banding dua.
Alat-alat mencuri elpiji dengan cara menyuntik pun dapat diperoleh dengan mudah. Di kawasan Jakarta Pusat, Tim Sigi mendapati berbagai peralatan untuk memindahkan gas antartabung. Harga alat-alat tersebut tak lebih dari Rp 100 ribu. Dengan alat yang mudah didapat dan pengerjaan yang tak sulit pula, mencuri gas menjadi hal lumrah.
Tak hanya itu, sindikat penjualan elpiji oplosan juga menipu konsumen dengan tabung gas palsu. Setelah ditelusuri, ditemukan pemalsuan menggunakan tabung gas cacat yang tak lolos uji dari Pertamina atau disebut barang reject. Setelah barang reject didapat, tabung dilas dan dicat ulang. Standar keamanan tentu bukan prioritas utama para pelaku tak bertanggung jawab itu.
Sekilas, sulit membedakan tabung asli dan palsu. Pada tabung palsu biasanya label registrasi dan las sambungan tidak rapi. Tapi banyak yang terkecoh karena warna cat tabung palsu terlihat lebih mengkilap. Penelusuran Tim Sigi juga menemukan tabung gas palsu kerap dijual di toko-toko besar. Bahkan, pemilik toko berani mengatakan tabung itu dibeli langsung dari Pertamina.
Selain merugikan konsumen secara finansial, isu yang lebih penting adalah keselamatan. Akibat tabung bocor, bukan hanya harta benda yang musnah dilalap api, tapi nyawa pun menjadi taruhan. Karenanya, konsumen diharapkan untuk lebih cermat memilih tabung gas. Apalagi pengawasan oleh Pertamina masih lemah. Begitu pula dengan tata niaga yang belum sempurna membuat sindikat pencurian gas sulit diberantas.(ZAQ)
Salah satu caranya adalah dengan mengurangi isi gas pada tabung 12 kilogram. Tapi yang lebih parah, elpiji pada tabung tiga Kg bersubsidi dipindahkan ke tabung 12 Kg nonsubsidi. Selain curang, praktik ini membuat persediaan elpiji tiga Kg untuk menolong masyarakat kecil berkurang.
Namun, keuntungan berlipat para agen nakal terkadang harus dibayar mahal. Beberapa waktu silam dilaporkan terjadi ledakan di tempat pengoplosan elpiji. Sayang, ancaman keselamatan ini tidak banyak mengerem praktik curang pengoplos elpiji. Tim Sigi pun berhasil menelusuri pengoplosan elpiji seperti yang dilakukan Budi -- sebut saja demikian -- di Jakarta.
Awalnya, Budi bekerja sebagai pengantar elpiji. Sekarang, ia sudah lihai memindahkan sebagian isi gas pada tabung elpiji yang penuh ke tabung kosong. Gas hasil oplosan itu kemudian dijual ke toko langganan. Untuk mengaburkan konsumen, gas oplosan ditempatkan bersama tabung lain yang asli dengan porsi satu banding dua.
Alat-alat mencuri elpiji dengan cara menyuntik pun dapat diperoleh dengan mudah. Di kawasan Jakarta Pusat, Tim Sigi mendapati berbagai peralatan untuk memindahkan gas antartabung. Harga alat-alat tersebut tak lebih dari Rp 100 ribu. Dengan alat yang mudah didapat dan pengerjaan yang tak sulit pula, mencuri gas menjadi hal lumrah.
Tak hanya itu, sindikat penjualan elpiji oplosan juga menipu konsumen dengan tabung gas palsu. Setelah ditelusuri, ditemukan pemalsuan menggunakan tabung gas cacat yang tak lolos uji dari Pertamina atau disebut barang reject. Setelah barang reject didapat, tabung dilas dan dicat ulang. Standar keamanan tentu bukan prioritas utama para pelaku tak bertanggung jawab itu.
Sekilas, sulit membedakan tabung asli dan palsu. Pada tabung palsu biasanya label registrasi dan las sambungan tidak rapi. Tapi banyak yang terkecoh karena warna cat tabung palsu terlihat lebih mengkilap. Penelusuran Tim Sigi juga menemukan tabung gas palsu kerap dijual di toko-toko besar. Bahkan, pemilik toko berani mengatakan tabung itu dibeli langsung dari Pertamina.
Selain merugikan konsumen secara finansial, isu yang lebih penting adalah keselamatan. Akibat tabung bocor, bukan hanya harta benda yang musnah dilalap api, tapi nyawa pun menjadi taruhan. Karenanya, konsumen diharapkan untuk lebih cermat memilih tabung gas. Apalagi pengawasan oleh Pertamina masih lemah. Begitu pula dengan tata niaga yang belum sempurna membuat sindikat pencurian gas sulit diberantas.(ZAQ)
Dr Ann Tan - Women & Fetal Centre
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Lady Obstetrician & Gynaecologist at Mount Elizabeth. Call 6887 1103.
www.AnnTan.com.sg
Cord Blood Banking with Cordlife
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank.
www.cordlife.com
