Berita Terpopuler
- PBB: Pembakaran Alquran Tidak Dapat Dimaafkan
- Sammy "Kerispatih" Jalani Rehabilitasi Lima Bulan
- Jalur Mudik Selatan Terendam Banjir
- Anggota DPR: Pidato Presiden belum Jadi Solusi
- PBNU Putuskan Idulfitri 10 September
- Banjir Bandang Terjang Polewali Mandar
- Jalur Bandung-Cirebon Macet 20 Kilometer
- Ibu dan Dua Anaknya Terlindas Bus Pemudik
- KA Penumpang Tabrak KA Barang di Serdang Bedagai
- Mobil Mengular 1 Km Menuju Pintu Tol Cikampek
Ical: Jangan Coba-coba Mengancam Saya
Tim Liputan 6 SCTV
10/02/2010 17:38
Liputan6.com, Golkar: Di tengah maraknya isu perpecahan mitra koalisi pendukung pemerintah dan munculnya wacana reshuffle kabinet, sepertinya Partai Golkar mulai membangun kekuatan. Di luar kebiasaan, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengumpulkan para menteri dan gubernur yang berasal dari partai berlambang pohon beringin tersebut di ruang Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (10/2).
Seluruh menteri dari Golkar, Agung Laksono, Fadel Muhammad, dan M.S Hidayat hadir dalam pertemuan ini. Sementara dari kalangan gubernur yang hadir adalah Gubernur Sumatra Selatan Alex Nurdin dan Gubernur Riau Rusli Zainal.
Dalam pertemuan ini, Aburizal yang biasa disapa Ical menyatakan Golkar tidak takut ancaman. Ini terkait dengan munculnya wacana reshuffle terhadap menteri dari mitra koalisi pendukung pemerintah serta pengusutan kasus pajak dari usaha Bakrie. Aburizal menegaskan, Golkar berkoalisi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukan dengan Partai Demokrat. Karena itu, Posisi golkar setara dengan Demokrat. "Saya tidak pernah mengancam, tapi jangan coba-coba mengancam saya," kata Aburizal [baca: Ical: Golkar tak Pernah Berkoalisi dengan Demokrat].
Menurut pengamat politik Syamsuddin Haris, langkah Golkar ini merupakan upaya mengimbangi berbagai tekanan yang mengarah pada Golkar. "Sebagai usaha mengimbangi pemojokan yang dialaminya (Aburizal) sebagai "pengemplang pajak"," ucap Syamsuddin [baca: Ical: Ditembak Mati pun Saya Siap Menghadapinya].
Partai golkar merupakan salah satu dari mitra koalisi pendukung pemerintah. Namun, koalisi ini dinilai mulai retak seiring dengan pecahnya sikap mitra koalisi di Panitia Khusus Angket Bank Century DPR. Sikap Golkar bersama Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan yang menolak kebijakan bailout bersebrangan dengan sikap Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa [baca: Pandangan Pansus Century Terpecah].(BOG)
Seluruh menteri dari Golkar, Agung Laksono, Fadel Muhammad, dan M.S Hidayat hadir dalam pertemuan ini. Sementara dari kalangan gubernur yang hadir adalah Gubernur Sumatra Selatan Alex Nurdin dan Gubernur Riau Rusli Zainal.
Dalam pertemuan ini, Aburizal yang biasa disapa Ical menyatakan Golkar tidak takut ancaman. Ini terkait dengan munculnya wacana reshuffle terhadap menteri dari mitra koalisi pendukung pemerintah serta pengusutan kasus pajak dari usaha Bakrie. Aburizal menegaskan, Golkar berkoalisi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukan dengan Partai Demokrat. Karena itu, Posisi golkar setara dengan Demokrat. "Saya tidak pernah mengancam, tapi jangan coba-coba mengancam saya," kata Aburizal [baca: Ical: Golkar tak Pernah Berkoalisi dengan Demokrat].
Menurut pengamat politik Syamsuddin Haris, langkah Golkar ini merupakan upaya mengimbangi berbagai tekanan yang mengarah pada Golkar. "Sebagai usaha mengimbangi pemojokan yang dialaminya (Aburizal) sebagai "pengemplang pajak"," ucap Syamsuddin [baca: Ical: Ditembak Mati pun Saya Siap Menghadapinya].
Partai golkar merupakan salah satu dari mitra koalisi pendukung pemerintah. Namun, koalisi ini dinilai mulai retak seiring dengan pecahnya sikap mitra koalisi di Panitia Khusus Angket Bank Century DPR. Sikap Golkar bersama Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan yang menolak kebijakan bailout bersebrangan dengan sikap Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa [baca: Pandangan Pansus Century Terpecah].(BOG)
