Presiden: Kasus Bibit-Chandra Tak Perlu Dilanjutkan  

23/11/2009 20:52
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Polri dan Kejaksaan Agung tidak perlu melanjutkan kasus hukum pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto ke pengadilan. Tentunya, dengan mempertimbangkan asas keadilan. Penjelasan Presiden kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11) malam, ini menindaklanjuti rekomendasi Tim Delapan terkait kasus tersebut [baca: Laporan Dan Rekomendasi Tim 8].

Presiden SBY mengaku kebijakan yang disebutnya sebagai solusi terbaik ini didasarkan berbagai pertimbangan dan faktor. Semula Presiden menilai forum yang tepat untuk menyelesaikan kasus ini adalah pengadilan. Namun, dalam perkembangannya muncul ketidakpercayaan terhadap proses penyidikan sehingga menimbulkan silang pendapat. "Masalah ini jadi perhatian masyarakat dan pemberitaan media massa," kata Presiden.

Sementara mengenai kasus Bank Century, menurut Presiden, pemerintah telah mengambil beberapa tindakan, seperti penyelesaian kasus hukum terhadap pengelola bank serta pemberian atau penyertaan modal. Dijelaskan Presiden, pemberian modal dari pemerintah dimaksudkan untuk mencegah terjadinya krisis perbankan dan keuangan.

Pada bagian lain, Presiden juga menyambut baik langkah anggota DPR yang akan menggunakan hak angket tentang kasus Bank Century. "Ini agar persoalan bisa jadi lebih jelas," kata Presiden. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN/ANS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
82IMM @ Kamis, 03 Desember 2009 | 11:28
Pak sby, kalo memang benar bpk mengaku tidak terlibat dalam kasus bank century bpk selesaikan segera donk kasus ini pak, biar rakyat percaya kembali kepada bapak. GA NGAMBANG seperti sikap bapak sekarang ini.
82IMM @ Kamis, 03 Desember 2009 | 11:24
Pak sby, apa benar yang dikatakan orang2 bhw bapak terlibat dalam kasus bank century..? seandainya ya...waduh pasti banyak rakyat kecewa pd bapak.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code