Mengadu ke DPRD Babel, Warga Bawa Buaya  

Erik Nopriaddin
21/11/2009 10:54
Liputan6.com, Pangkalpinang: Mengalami pemadaman listrik bergilir setiap hari membuat warga di Pangkalpinang, Bangka Belitung gerah. Puluhan warga mendatangi Kantor DPRD Babel, belum lama ini. Di hadapan seluruh anggota DPRD Babel mereka meminta agar krisis listrik yang sudah terjadi belasan tahun segera dibenahi.

Dalam aksinya demonstran membawa seekor buaya hidup dan dilepaskan di tengah kerumunan massa. Ini dimaksudkan bahwa uang pengembangan listrik di Babel yang digembar-gemborkan pemerintah telah dimakan buaya untuk kesenangan pribadi. Demonstran juga menyerahkan lilin kepada PLN sebagai simbol pergantian nama menjadi Perusahaan Lilin Negara.

Menyikapi aksi tersebut DPRD Provinsi Babel langsung memanggil Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Babel dan perwakilan dari Perusahaan Listrik Negara. General Manager PLN cabang Babel Oman Sumantri tak bisa menemui pengunjuk rasa karena sedang di Jakarta.

Hingga kini, ada ribuan rumah di Babel yang belum dialiri listrik. Padahal mereka sudah beberapa tahun lalu mendaftar. Bahkan aliran listrik yang ada pun empat bulan terakhir ini sering padam sekitar enam jam lamanya.

Menurut petugas PLN setempat, krisis listrik terjadi karena daya yang tersedia sangat terbatas. Apalagi saat ini dua mesin yang memasok listrik rusak sehingga krisis listrik tambah parah. Mengatasi hal itu saat ini PLN dan Pemerintah Provinsi Babel sedang membuat pembangkit tenaga listrik baru. Tapi masalahnya terbentur pada minimnya dana sehingga belum diselesaikan.(AIS/SHA)



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code