Mahasiswa Ajak Warga Boikot Pilpres  

Ferry Aditri dan Wiwik Susilo
06/07/2009 23:32
Liputan6.com, Yogyakarta: Membawa aneka poster serta spanduk, puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan istana Gedung Agung Yogyakarta, Senin (6/7). Mereka mengajak warga agar tak mendatangi tempat pemungutan suara dalam pemilihan presiden 8 Juli 2009. Para mahasiswa menuding pilpres hanya menjadi ajang elit politik untuk berebut kekuasaan.

Unjuk rasa terkait pilpres 2009 juga digelar aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Solo, Jawa Tengah, di Bunderan Gladak. Namun, mereka tidak mengajak warga agar memboikot pesta demokrasi lima tahunan itu. Para mahasiswa menyoroti amburadulnya daftar pemilih tetap (DPT) yang dikhawatirkan bisa mengganggu pilpres. Mereka mendesak KPU segera membereskan masalah DPT agar pilpres 2009 tidak tertunda atau bahkan gagal total.

Mahasiswa juga mengajak masyarakat mewaspadai kecurangan pemilu, seperti politik uang dan intimidasi yang mungkin bisa saja terjadi.(BOG/YUS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
adi @ Rabu, 08 Juli 2009 | 00:21
mahasiwa yang ini emang gak pakai otak. dulu saya juga mahasiswa, tapi gak bego2 amat kaya mereka. dikira kalo demo boikot, jadi solusi, siapa yang mau memimpin negeri ini? kuliah aja gak becus , bisanya cuma demo gak ada juntrungannya.yg begini mau jadi pemimpin masa depan???? mau jadi apa bangsa ini kalo mahasiswanya sekarang seperti ini???
Donny @ Selasa, 07 Juli 2009 | 19:03
Mahasiswa jaman sekarang betul2 tidak bermutu, demo kok tidak jelas arahnya. Mengajak warga memboikot pemilu sama saja melanggar aturan negara. Mana aparat negara? Kenapa demo seperti itu yang dapat meresahkan rakyat tetap diijinkan? Kalau memprotes kerja KPU terkait carut marutnya DPT ataupun memprotes kualitas capres sangat bisa dimengerti dan harus didukung. semoga Pilpres berjalan aman dan lancar. siapapun pemenang pilpres wajib kita dukung.
frits dimu @ Selasa, 07 Juli 2009 | 06:37
Tidak ada dagaing yang tidak retak..saya kira untuk membatalkan atau menunda waktu pilpres ini itu tidak mungkin karena ada konsekwensinya baik hukum maupun biaya...ok
ahmed @ Selasa, 07 Juli 2009 | 05:36
ah dasar mahasiswa krg kerjaan.
Gunawan @ Selasa, 07 Juli 2009 | 01:35
Jangan memaksakan kehendak seakan-akan mahasiswa adalah yang paling berhak bagi bangsa ini, kembali ke kampus belajar yang benar, mendapat prestasi akademik yang membanggakan sehingga dapat membanggakan orang tua dan masyarakat, jangan habis kuliah jadi penggangguran karena ngak punya keahliaan apa-apa kecuali ahli demo semata
Gunawan @ Selasa, 07 Juli 2009 | 01:33
Kalau mahasiswa selalu dipakai oleh siapapun itu untuk berdemo kapan mereka belajar secara formal, memang belajar secar informal juga perlu cuma demo selalu cenderung anarkis, apakah wajah calon pemimpin bangsa seperti ini yang kita inginkan, betapa bodohnya kita menggantungkan harapan kepada mereka yang hobinya berdemo tanpa dibarengin prestasi yang patut dibanggakan, bangkitlah pemuda jangan mau diperbudak oleh kepentingan sesaat yang menyesatkan
sohibul musana yusup firdaus @ Selasa, 07 Juli 2009 | 00:42
saya menyayangkan sikap mahasiswa yang seharusnya dari awal membantu dalam menghimbau masyarakat guna menggunakan hak pilih, saya juga mahasiswa yang kebetulan sekarang berada di LN sangat sedih dengan pemikiran seperti itu,saya alhamdulillah sekarang sudah menerima undangan untuk ikut mencontreng dengan menggunakan paspor,semoga pilpres berjalan dengan lancar sukses bagi KPU tidak ada yang sempurna di dunia ini
Maha S @ Senin, 06 Juli 2009 | 23:43
Demo2 yg terjadi akhir2 ini adalah demo Pesanan, dan menjadi Komoditi bagi pendemo. Selamat kpd Pendemo saya tetap ke TPS. he.....he...he, kacian deh lu !

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code