Berbagai Alasan Memilih Golput  

Tim Liputan 6 SCTV
06/07/2009 23:22
Liputan6.com, Mataram: Alasan politis bukan satu-satunya dalih bagi masyarakat untuk memboikot pemilihan presiden 8 Juli 2009. Di sejumlah daerah, kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari menjadi alasan untuk menjadi golput pada pilpres mendatang.

Seperti yang dilakukan petani tembakau di Lombok Timur dan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mereka berdemo memrotes sulitnya mendapatkan minyak tanah yang diperlukan untuk mengeringkan tembakau. Bila tidak segera dikeringkan, tembakau akan busuk dan petani rugi besar. Petani mengancam tak mencontreng jika suplai minyak tanah tidak segera datang.

Ancaman golput juga disuarakan ratusan warga Takalar, Sulawesi Selatan, yang sedang bersengketa lahan dengan PT Perkebunan Nusantara IV. Mereka berdemo di depan kantor perusahaan menuntut tanah yang digarap PTPN segera dikembalikan. Bila tidak, mereka tidak akan ikut mencontreng pada pilpres mendatang.

Dalam demo di DPRD Sumatra Utara, ratusan buruh PT Buana Multicorpora juga mengancam akan memboikot pilpres jika hak-hak normatif pembayaran mereka tidak dibayarkan serta bila tidak segera dipekerjakannya 400 buruh kontrak yang terkena pemutusan hubungan kerja.

Sementara itu, tanpa perlu demo, sebagian nelayan di Tegal, Jawa Tengah, memastikan tidak akan ikut pilpres mendatang. Pada 8 Juli mereka lebih memilih melaut dari pada datang ke tempat pemungutan suara untuk mencontreng. Menurut mereka, pemilu tidak akan menaikkan taraf kesejahteraan para nelayan. Apalagi saat ini musim bagus untuk mencari ikan.(YNI/YUS)






Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
gunawan @ Selasa, 07 Juli 2009 | 09:03
Sebenarnya golput adalah kelompok elemen masyarakat yang cukup demokratis dan dewasa, mereka melihat siapapun kandidat yang jadi pasti akan didukung
ahmed @ Selasa, 07 Juli 2009 | 05:45
wakakakakakaka.... mang enak jd pemerintah,ada2 ja masalahnya.
wanson pandiangan @ Selasa, 07 Juli 2009 | 01:48
pilpres di indonesia sama sekali tidak ada artinya untuk rakyat indonesia,maksud nya bahwa pilpres di indonesia hanya semata-mata adu kekuatan,untuk mendapatkan kekuasaan di negara indonesia ini.dari sejak indonesia merdeka tak satu orang pun pemimpin mulai dari pejabat pusat sampai kepala desa yang memikirkan nsib rakyat indonesia yang sangat tragis ini.semua hanya mementingkan pribadi dan golongan.saya sangat setuju dengan himbauan mahasiswa indonesia,agar masyarakat tidak ikut memilih pada pilpres nanti.selama 5 tahun kepemimpinan pejabat indonesia,rakyat indonesia semakin melarat.kebijakan para pemimpin indonesia,memberikan BLT bukan kebijakan yang berpihak pada rakyak tapi justru sebalik nya menambah penderitaan rakyat.BLT yang hanya rp300000/3bulan tidak sebanding dengan kenaikan harga khusus nya sembako akibat dari kenaikan harga BBM.jika BLT tsb,digunakan untuk BBM(pembiayaan operasi dll)dengan kata lain BBM tidak naik tentu harga sembako dan yang lain nya tidak naik.nah saat ini harga minyak mentah dunia sudah turun,mengapa harga BBM di indonesia masih tinggi?????tak satupun pemimpin indonesia yang berpikir untuk menurunkan harga tsb,yang di pikirkan para pemimpin indonesia mulai dari PEJABAT tinggi di pusat sampai lurah tak lain dan bukan hanya KORUPSI DAN SELINGKUHAN.
Gunawan @ Selasa, 07 Juli 2009 | 01:39
Ntuhkan sadarlah para elit politik bahwa yang dibutuhkan oleh rakyat itu bukan janji-janji yang tidak membumi tetapi realitas kebutuhan mereka yang diperlukan bukan janji, rakyat sudah cerdas dan mental kolonialnya sudah terkikis habis, jangan anggap rakyat sepertinya bodoh, kedewasaan berpolitik yang harus dibenahi bukan pada rakyat tetapi para elit politiknya

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code