JK: Bukan untuk Mengulur Waktu  

Tim Liputan 6 SCTV
06/07/2009 19:44
Liputan6.com, Jakarta: Calon presiden Jusuf Kalla membantah protes kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait daftar pemilih tetap atau DPT untuk mengulur-ulur waktu pelaksanaan Pemilihan Presiden 2009. "Tidak bermaksud begitu. Yang kita bela itu hak rakyat kenapa mereka tak mempunyai hak memilih dan ada juga yang berlebihan," ucap Kalla kepada reporter Mohammad Achir dalam telewicara di Liputan 6 Petang, Senin (6/7).

Kalla optimis KPU bisa memvalidasi DPT dalam waktu satu atau dua hari. Validasi dilakukan untuk mengetahui adanya DPT ganda dan fiktif. "Kita harapkan selesai satu hari ini, karena tim yang bekerja banyak sekali, kalau bisa kerahkan 100 orang ahli IT," kata Kalla.

Capres dari koalisi Partai Golkar dan Hanura ini menyambut baik keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan permohonan uji materi UU Pilpres sehingga KTP dan paspor sah digunakan sebagai identitas untuk mencontreng. Keputusan tersebut sesuai dengan pemintaan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dan Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto agar KTP bisa dipakai warga yang tak masuk dalam DPT [baca: KTP dan Paspor Sah Sebagai Identitas di Pilpres].(BOG/YUS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
gunawan @ Selasa, 07 Juli 2009 | 09:02
Wah mulia itu tujuannya, tetapi begini mari kita realitas dimasyarakat yang diperjuangkan hak suaranya, sebenarnya masyarakat ngak masalah tuh, jangan mengatasnamakan masyarakat secara keseluruhan, karena banyak dari unsur masyarakat mengatakan siapapun nanti yang jadi capres dalam pemilu sebenarnya ngak masalah, yang mereka ingin capres yang jujur dan punya jiwa negarawan, bukan capres yang sedikit-sedikit mengkritik, menjelekkan satu sama lain, cenderung menimbulkan permusuhan diantara elemen masyarakat, rakyat sudah bosan dalam tanda kutip terhadap masalah kampanye
pras @ Selasa, 07 Juli 2009 | 00:21
MEMALUKAN...!!itu kata2 yg bisa saya smpaikan ke JK...alasan rakyat lagi, rakyat untuk tameng terus. Sudah bagus KTP boleh...eee minta mundur lagi...Alvin lie ikut2an...Kalau sy lihat SBY dan Mega dana kampanyenya banyak donatur dari luar/konstituennya sendiri, sedangkan JK banyak dari koceknya sendiri...makanya ambisi pribadinya kelihatan sekali, bukan karena dorongan dipilih rakyat...Terus terang jadi tdk simpati pada JK...
gunawan @ Senin, 06 Juli 2009 | 22:44
Saya sebenarnya hampir menjadi pengemar anda pak, tapi menurut saya bapak telah melakukan beberapa hal yang menurut saya menjadi blunder, seperti datang ketokoh agama untuk terlibat dalam politik praktis, yang kedua mengintervesi KPU dengan segala alasan, yang ketiga ini masa tenang, waktu yang harus digunakan untuk menenangkan diri dan merenung supaya bisa intropeksi dan berdoa dan berharap menang tapi malah digunakan datang kesana sini dan selalu berbarengan lawan politik, ada sekenario apa ini, jadi saya ngak yakin jadinya ada 3 pasang yang ada 2 pasang karena yang dua berkoalisi, alangkah eloknya kalau ketiga-tiga maju dengan kenegarawannya maka Indonesia yang beruntung
Zippy @ Senin, 06 Juli 2009 | 22:25
Hmmm, kalo ditunda mah apa kata dunia..?? Lagian yang ada masyarakat bakal jadi malas dengan adanya tarik-ulur soal waktu pelaksanaan pencontrengan....

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code