Mega-Kalla Beri KPU 24 Jam untuk Perbaiki DPT  

Isa Anshory
05/07/2009 23:02
Liputan6.com, Jakarta: Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto, Minggu (5/7) malam, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbaiki Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu Presiden 2009. Kedua pasangan ini memberikan waktu 24 jam bagi KPU untuk melakukannya.

Hal ini merupakan hasil pertemuan kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden ini. Pertemuan antara kedua pasangan ini berlangsung pukul 21.00 hingga 22.30 WIB di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta.

Sebelumnya, tim sukses pasangan JK-Wiranto mengungkapkan data yang menyebutkan terdapat 1,7 juta kasus DPT ganda yang terjadi di 117 kabupaten di Pulau Jawa. Namun pihak KPU menyebutkan data DPT yang dilaporkan tim kampanye dari pasangan JK-Wiranto maupun Mega-Prabowo berbeda dengan DPT resmi KPU.(LUC)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 17 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
gareng @ Senin, 06 Juli 2009 | 23:10
mbah jabrong...jabrong data yg di pakai KPU bukan data tahun 2004 selagi bu MEGA presiden kalau data 2004 curang gak mungkin SBY menang makanya jg orang jangan sok jabroooong ha ha ha
gareng @ Senin, 06 Juli 2009 | 23:05
kalau KPUD dan PANWASLU bilang masih banyak pemilih yg blm terdaftar se harusnya KPU menindak lanjuti bukan malah ngeyel DPT udah valid ada apa ini,dan kalau DPT valid berikan salinan pd semua peserta PILPRES jng cuma bersikukuh data udah valid pakde hafiz
inung @ Senin, 06 Juli 2009 | 16:40
saya rasa soal DPT hanya alasan untuk penundaan Pilpres. Penundaan pilpres dikarenakan ada capres maupun cawapres yang belum siap untuk kalah. harusnya anda sadar, negara ini bukan milik anda pribadi, tapi milik seluruh rakyat dan rakyat membutuhkan suasana yang sejuk.kalo anda pandai, mestinya anda bisa koar2 saat pengecekan DPT pad tiga bulan yang lalu. tapi repot juga menanggapi anda yang takut akan kalah, padahal itu suatu hal yang biasa dalam politik. ingat, hati lebih penting dari emosi... Allahuakbar....
inung @ Senin, 06 Juli 2009 | 16:39
saya rasa soal DPT hanya alasan untuk penundaan Pilpres. Penundaan pilpres dikarenakan ada capres maupun cawapres yang belum siap untuk kalah. harusnya anda sadar, negara ini bukan milik anda pribadi, tapi milik seluruh rakyat dan rakyat membutuhkan suasana yang sejuk.kalo anda pandai, mestinya anda bisa koar2 saat pengecekan DPT pad tiga bulan yang lalu. tapi repot juga menanggapi anda yang takut akan kalah, padahal itu suatu hal yang biasa dalam politik. ingat, hati lebih penting dari emosi... Allahuakbar....
bayu @ Senin, 06 Juli 2009 | 16:38
KPU yg dulu bermasalah dgn korupsi,yg sekarang KPU nya gk becus ngurus DPT!HUHH,,,,
Mbah Jambrong @ Senin, 06 Juli 2009 | 16:22
DPT yang buat kan Gubernur, Bupati, Walikota yang nota bene kebanyakan dari Golkar dan PDIP, sedangkan UU Pemilu dibuat oleh DPR 2004 yang dikuasai oleh Golkar dan PDIP, kalau sekarang dipersalahkan sudah kelihatan maling teriak maling.
Mawar @ Senin, 06 Juli 2009 | 15:54
siapa pun yang terpilih aku bahagia2 saja asal dinegeri tercinta ini kita selalu damai dan bersatu
andra @ Senin, 06 Juli 2009 | 15:42
Semoga Pemilu PilPres dapat berjalan lancar walaupun ada kecurangan di DPT. Dan semoga hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat. Mau bgmn pun usaha orang untuk menang kalau TUHAN berkehendak lain hasilnya juga lain.
xu_ban @ Senin, 06 Juli 2009 | 15:32
Ini gara2 DPR yang mengesahkan UU pemilu yang tidak membolehkan menggunakan KTP sebagai identitas untuk ikut pemilu, ya jadi begini, sekarang baru rame2 ke MK menjelang 2 hari, Aneh2 aja. Nanti kalo MK membolehkan pake KTP, ribut cari alasan lain karena kalah, Bangsa ini ngak maju2 karena pemimpinnya ngak legowo,
DEDENG @ Senin, 06 Juli 2009 | 15:24
Aneh ya anak bangsa ini, kalau anda belum terdaftar tinggal datang saja ke kelurahan setempat beres, atau disengaja tidak daftar nunggu objekan jual beli suara........... aneh-aneh bangsa ini ......... yang kalah dan menang tetap bangsa indonesia, seyogyanya membangun bersama-sama .
Nani Bagus @ Senin, 06 Juli 2009 | 15:18
Semoga PilPres aman dan damai, siapa yang menang itulah yang diberi amanah oleh rakyat. AMien
Budi @ Senin, 06 Juli 2009 | 14:14
JK dan Mega, marilah bercermin. Kecurangan justeru dilakukan oleh kader-kader anda yang sekarang jadi bupati/walikota. Justeru merekalah yang mampu menggerakkan aparat pemerintahan hingga tingkat RT. Silakan cek sendiri, dah mau bener atau selalu menyalahkan orang lain aja. Hari gini masih ribut DPT, apa kata dunia?
ikka @ Senin, 06 Juli 2009 | 14:12
apa seh kerjanya KPU urus DPT adja g becus... g belajar dr pileg kemarin y... DASAR klo mmg g mau kerja bilang dong.... banyak kok yg mau kerja...
Panji @ Senin, 06 Juli 2009 | 11:55
Seperti itukah karakter anda berdua, bu mega dan pak JK ??!! Setelah pemilu DPR, KPU sudah memberikan waktu 3 bulan (baca: TIGA BULAN) agar semua parpol ikut mengawal dan memperbaiki DPT, dicek apakah masing2 konsyituennya sudah masuk atau belum. Kok tiba2 sekarang mng-ultimatum 1x24 jam...Coba pikirkan apa rasional ??? demi alasan rakyat lagi. Saya kemarin sudah mau pilih JK, maaf jadi tdk bersimpati...
boy @ Senin, 06 Juli 2009 | 11:34
heran ya ama capres n cawapres, apa takut kalah? DPT dari dulu juga bermasalah, dulu neolib, bkn agama islam,jual aset negara, hutang, sekolah gratis katanya bohong dan sekarang DPT banyak bgt yach kalo takut kalah mendingan mudur aja kali bu dan bpk
Upik @ Minggu, 05 Juli 2009 | 23:52
Semoga kedamaian tetap terjaga di bumi Indonesia ini.Kita berdoa semoga kekacauan DPT segera dengan cepat bisa diatasi,Gawe Besar Pilpres 2009 terlaksana dengan lancar dan aman serta mengasilkan pemimpin yang amanah dan berguna bagi Bangsa Indonesia. Amien
Pardede M @ Minggu, 05 Juli 2009 | 23:17
Kisruh DPT berawal dari Manipulasi DPT pada Pilkada yg terjadi selama ini, hasil kerja sama KPUD dan Incumbent utk memenangkan Pilkada,yg saat ini Bupati/Wali Kota didominasi oleh 60 % dari Calon Partai Golkar dan PDIP,dampaknya pada Pileg dan Pilpres nanti. Sebaiknya diusut dari KPPS, PPK, dan KPUD (Pengurus KPUD yg lalu periode 2003-2008. Hal ini terbukti dg kisruhnya dihampir seluruh Pilkada di Tanah air. Siapa yg Menabur Benih Maka Ia yg Akan Menuai ! Adapa koq baru sekarang dipertentangkan Oleh para Capres dari Partai tersebut ?????

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code