Kalla Sentil Sikap Rasialis  

Yus Ariyanto
02/07/2009 21:54
Liputan 6.com, Jakarta: Pada sesi keempat debat calon presiden, Kamis (2/7) malam, moderator Dr. Pratikno menyodorkan masalah soal pluralisme dan toleransi sosial di Indonesia. 

Jusuf Kalla menyatakan, perbedaan adalah kekuatan. Karena itu, "Kalau ada pandangan rasialis bahwa hanya satu suku yang bisa memimpin bangsa ini, itu berbahaya. Kita bisa kembali ke zaman rasialis," kata JK.

Megawati menyatakan 100 persen setuju dengan pandangan JK.

SBY menyatakan, Bhineka Tunggal Ika adalah kontrak kita. Karena itu, kebijakan-kebijakan yang bersifat diskriminatif harus ditinjau dan diperbaiki. Soal agama, jika terdapat perda-perda yang terlalu jauh memasukkan soal-soal agama, harus ditertibkan. Harus diharmoniskan dengan peraturan di atasnya.



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
guntur @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 19:04
Jika kita bijak dlm berfikir & bertutur, maka kita harus sadari bahwa: \"INDONESIA ADALAH BANGSA YANG BESAR DIMANA BHINEKA TUNGGAL IKA MENJADI RAHASIA KEKUATAN BANGSA INI! SIAPAPUN BOLEH MEMIMPIN, SEMUA PANTAS MEMIMPIN, TIDAK ADA KATA BELUM SAATNYA! KARENA BANGSA INI ADALAH BANGSA SEJUTA PULAU. YAITU BANGSA INDONESIA...\"
susi.similikiti @ Jumat, 03 Juli 2009 | 18:01
Saya pilih JK-Wiranto, mantap dan pantas jadi Presiden Indonesia (gesit deeeee)
Dadi wijaya @ Jumat, 03 Juli 2009 | 17:59
Pak JK benar-benar cocok untuk memimpin Indonesia kini (Presiden 2009-2014) ... Hiudp JK-Wiranto, semoga mendapat ridho Allah dan dipercaya rakyat Indonesia.
trinurlaely @ Kamis, 02 Juli 2009 | 22:12
siapapun yang jadi persiden indonesia kita harus terima sebab itu sudah aturan demokrasi

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code