Selebaran Soal Istri Boediono Berbuntut Panjang  

Tim Liputan 6 SCTV
25/06/2009 13:30
Liputan6.com, Medan: Ditemukannya selebaran tendensius soal agama yang dianut istri calon wakil presiden Boediono dalam kampanye Jusuf Kalla di Asrama Haji Medan, Sumatra Utara, Rabu (24/6), berbuntut panjang. Tim Nasional Kampanye Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono akan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu dan menuntut JK minta maaf. Namun, kubu JK-Wiranto menyatakan tuntutan itu salah alamat karena selebaran beredar tanpa sepengetahuan tim.

Selebaran tersebut berbentuk fotokopian dari majalah Monitor yang memuat berita seputar agama Herawati Boediono. Kubu SBY-Boediono menilai selebaran itu fitnah dan termasuk kampanye hitam. Terlepas dari saling tuding, Herawati Boediono, Rabu (24/6), membantah berbagai tudingan miring soal agama dan keluarganya.

Kampanye hitam soal kehidupan Boediono bukan kali ini saja. Sebelumnya, dipersoalkan juga tentang jilbab dan keislaman keluarga Boediono. Ini tak mengherankan. Pemilihan presiden semakin dekat sehingga etika dan moral politik sering diabaikan demi menarik simpati masyarakat.(IKA/YUS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 293 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
harliana @ Jumat, 10 Juli 2009 | 20:55
Kasian Indonesia ini , seolah olah ada peraturan tak tertulis , yg bukan muslim tdk berhak jadi keluarga presiden apalagi jadi presiden. Di mana keadilan.
hope @ Jumat, 10 Juli 2009 | 20:47
NKRI ini dibangun dr berbagai suku,agama,ras berbeda2 tetapi bersatu. Agama adalah HAK AZASI manusia.Hubungan vertikal antara individu dengan penciptanya. Yang penting tidak tercantum di UUD 1945 yang menyatakan istri atau suami presiden atau wakil presiden harus menganut agama Islam. Yang penting first n second lady punya jiwa dan ahlak yg baik. Sepertinya dr comment2 teman2 yang lain saja sudah jelas. kita2 ini sudah open minded.Yang penting Indonesia maju dan sukses untuk ke depannya. Kampanye dan tindakan propaganda kampanye haruslah lbh menarik simpati rakyat u/ masalah kesejahteraan,keamanan. bukan malah membuat kericuhan2 berbau SARA. Jangan membuat propaganda yg mengangkat kebhinekatunggal-ikaan tetapi justru menjatuhkan rival dengan issue ketidak bhinneka tunggal ika. Alangkah lbh santun dan berbudaya bila kita menghormati hak individu Himbauan juga kepada elite agama,andapun diajarkan menghormati hak orang lain.
mechtric.N6174 @ Jumat, 10 Juli 2009 | 20:13
Kita bangsa yang santun, cerdas dan bijaksana..tidak mudah terpancing dengan segala adu domba n provokasi. Amin!!!
Andi @ Jumat, 10 Juli 2009 | 19:30
emang np kalo beragama non muslim, kan yang penting bertuhan dan diakui di indonesia. emang sih kalau pemikiran udah nga sip selalu cari masalah untuk di pikul ama orang lain,itulah kehebatan manusia
pemerhati bangsa @ Jumat, 10 Juli 2009 | 18:27
Yang menjadi permasalahan adalah diadu dombakannya Partai Keadilan Sejahtera yang notabenya partai Fanatik (aliran keras) dengan SBY, diindikasikan agar PKS menarik dukungannya dengan isu tersebut. Tapi faktanya ternyata PKS tidaklah begitu saja mudah diadu dombakan.Itulah politik .. apalagi sekarang dengan hasil Quick Count yang telah memenangkan telak SBY, para team sukses masing-masing calon yang kalah mengorek-2 KPU dan pemerintah atas kecurangan-2 yang ada, Logikanya ... engga pake curang aja SBY pasti menang .. buat apa pake curang .. betul
leksono @ Jumat, 10 Juli 2009 | 16:16
saya bangga menjadi bangsa indonesia siapapun presiden terpilih,sudah menjalani persaingan yang sehat
mey @ Jumat, 10 Juli 2009 | 11:22
Indonesia dari atas sampai bawah soal SARA yang diutamakan.Kesejahteran rakyat ada dipaling bawah alias kaga penting.Mau yang yang jadi pemimpin bangsa agamanya apa aja,asal rakyat kecil tiap hari makan dan segalanya terjamin.Mereka hidup senang dan bahagia.
Vandy @ Jumat, 10 Juli 2009 | 10:42
Kebebasan beragama adalah HAK ASASI MANUSIA yang menyangkut hubungan dengan Tuhan. Sehingga dengan dasar itulah, siapapun itu tetap patut kita hargai dan hormati sebagai manusia. Dalam hal ini, hal agama tersebut tidak perlu dipermasalahkan, karena kita adalah negara yang majemuk dan menghormati keberagaman, termasuk aneka ragam agama. Jadi, pertanyaannya, APA YANG MENJADI MASALAH UTAMA DARI PIHAK YANG MENYEBARLUASKAN INFORMASI SEPERTI ITU? Silahkan Pihak tersebut menjawab pertanyaan ini BILA dirinya adalah MANUSIA YANG PALING BENAR. Bila tidak lebih baik silahkan segera menyadari dan mengoreksi diri dulu masing2.
indah mayasari @ Jumat, 10 Juli 2009 | 10:18
wah kok masalah agama aja diributin?? siapapun presidennya un dihapukan ia.hha
mercurius @ Jumat, 10 Juli 2009 | 09:04
TERSERAH agama yang dianutnya , , yang penting INDONESIA maju , aman , sejahtera dan g bnyak tikus berdasi !
dharma @ Jumat, 10 Juli 2009 | 01:39
hah capek deh,,,ada apa dengan orang2 itu yah?? agama itu privasi setiap orang,,mngapa harus diungkit??? mw agama apa kek terserah orang itu dunk,,,dasar gak punya kerjaan,,,
Anjuando @ Jumat, 10 Juli 2009 | 01:01
LANJUTKAN SBY-BOEDIONO
hadi @ Kamis, 09 Juli 2009 | 22:45
Yah...gimana mau maju Indonesia ini???
RICO @ Kamis, 09 Juli 2009 | 20:51
Norak.... sdh ngak jaman agama jd persoalan. itu hnya orang yg berjiwa kecil saja...
Tika @ Kamis, 09 Juli 2009 | 19:43
yang harus difikirkan adalah gimana caranya bisa sekolah terjangkau, makan nggak kurang, dan Indonesia punya jati diri. Masalah Agama nggak penting Kaleeee...di permasalahkan. bagi yang mau pilih calon muslim. itu urusan anda. bagi yang mau pilih non muslim itu juga urusan anda. jadi nyebarin isu nggak penting kayak gitu itu nggak pebting banget. bersaing yang sehat dung.... lanjutkan!!!
Eyang Kakung @ Kamis, 09 Juli 2009 | 19:31
Tenang.....saudaraku. Kalau kau masih bodoh (sehingga mempermasalahkan agama istri Budiono), lebih baik kau tutup mulutmu. Lihatlah dunia sekelingmu yang kian berkembang, kalau kau punya MATA.
Juliet @ Kamis, 09 Juli 2009 | 18:27
Betapa piciknya politik bangsa kita... agama saja dipermasalahkan, negara kita kan bukan negara yg terdiri dr satu agama saja..makanya negara kita tdk maju krn mencampuradukan masalah politik dgn agama,berpolitik sm dgn beragama...semoga kejadian ini tdk terulang lg utk pemilihan presiden selanjutnya, pokoknyavjanganlah melihat agama seseorang,tp lihatlah kepintarannya, agama urusan kesekian, ok? maju bangsaku...selamat untuk Sby-Budiono
Firuzama Hia @ Kamis, 09 Juli 2009 | 14:55
Emang ada ya hubungannya agama dengan pilpres. Baru saya lihat di negeri ini pembedaan agama itu sangat kuat, biarkanlah dia menjalankan agamanya kenapa seh sewot banget. Apapun agamanya selama dia tidak melanggar hukum kenapa tidak..???? Cari2 kesalahan orang saja
Sansan @ Kamis, 09 Juli 2009 | 13:57
yang penting mah negara jalan terus dengan segala kelebihan dan kekurangannya, hidup SBY
Budi Utomo @ Kamis, 09 Juli 2009 | 13:50
Sungguh hebat tmn2 berkomentar, berarti rakyat sdh semakin pintar & tdk gampang terprovokasi murahan, Thank's for all, saudara2ku sdh paham ttg Pancasila. Kebinekaan dlm suku, agama, ras, budaya, tetapi tetap Tunggal Ika di dlm bernegara.Klo pun isu itu benar, Budiono & istrinya saja dpt hdp berdampingan saling menghargai. Kenapa kita hidup bermasyarakat, bernegara ga bisa saling menghargai sesamanya? Sdh saatnya kita berbicara kemajuan, kesejahteraan bangsa & negara ini demi tetap tegaknya NKRI sepanjang masa. Amin
Nova @ Kamis, 09 Juli 2009 | 13:18
Yuups... Bhineka Tunggal Ika walaupun beda yg penting ttp satu.. mau Islam, budha, hindu, kristen, semua agama mengajarkan kebaikan pastinya
Ali Pilang @ Kamis, 09 Juli 2009 | 12:49
inilah politik, saat PKS mendapat amanah berdasarkan agama Islam dibilang g nasionalis, saat istri Boediono blm pakai jilbab mempermasalahkan agamanya... mereka maunya apa????
Robert @ Kamis, 09 Juli 2009 | 12:44
politik itu susah ; menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan pribadi suatu golongan. Udah basi kalau bangsa Indonesia mau diadu domba karena SARA. Bagaimanapun, kesabaran dan ketabahan sudah membuahkan hasilnya ; siapakah yang menjadi pemenang. Seperti anak kecil saja tidak mau kalah dalam bermain.
agung @ Kamis, 09 Juli 2009 | 12:18
agama beda gak masalah , yang penting ngerti ama masarakat kecil , trus jgn cuman menindas aja .
june yuli @ Kamis, 09 Juli 2009 | 10:55
apakah kursi presiden jg memilih agama untuk diduduki?..
AndiWijaya @ Kamis, 09 Juli 2009 | 10:08
Ya yaa ya yaaaa........?kenaPa ga pernah berubah yaa? dari DULu cuma RiBut masalah Kursi!!!!DGN TuDing2an aza.Siapapun yg Menang itu Anugrah Toek INDOnesia TerCinta.
DIFA @ Kamis, 09 Juli 2009 | 09:50
Bravo SBY lanjutkan progrmmu yang dulu.
Piet Go @ Kamis, 09 Juli 2009 | 09:48
JF Kennedy tatkalah terpilih menjadi Presiden Amerika berkata: "Yang penting bukan bahwa Presiden Amerika itu katolik, melainkan bahwa orang katolik bisa menjadi Presiden Amerika". Apakah "Katolik" itu fitnah untuk istri calon wapres?
sukamtoedy @ Kamis, 09 Juli 2009 | 09:47
DARI CAPRES YANG BERKOMPETISI HANYA PAK SBY YANG DAPAT MENUNJUKKAN BUDI PEKERTI YANG SATUN DAN BERETIKA DALAM BERPOLITIK, KINERJANYA NYATA SUDAH DIRASAKAN RAKYAT, YANG LAIN YAH KITA NILAI SENDIRI BAGAIMANA...........??????? INSYA ALLAH BAPAK MENDAPAT BIMBINGAN DAN TUNTUNAN ALLAH SWT DALAM MEMIMPIN BANGSA INDONESIA"
duma @ Kamis, 09 Juli 2009 | 09:43
Kalo agama mengajarkan damai kenapa harus pikir dia agama katolik atau yang lainnya.emang yg nyebarin fitnah itu agamanya apa....membenarkan fitnah...
dh @ Kamis, 09 Juli 2009 | 09:41
Pemimpin itu emang harus beragama, soalnya kalo gak ada agamanya pasti yang ada juga kerusuhan, danberantem terus.Agamakan ngajarin hidup damai berdampingan satu dengan yang lainya.Mau agama apapun gak masalah asalkan pemimpin itu dapat membangun negara kita ini hidup damai nah kalo sudah damai semua orang pasti saling bantu membantu, kalo gitu gak adalagi yang nama orang hidup susah atau melarat...yg penting semuanya percaya bahwa Allah itu hanya satu sekarang bagai mana kita aja menjalankan hidup ini berdasakan Ketuhanan yang Maha Esa dan gak perlu pikir tuh agamanya Katolik kek, kristen kek..lah yang bikin selebaran atau yg memfitnah itu apa gak punya agama atau emang agama tuh orang apa ..kok diajarin memfitnah sih
hendrian @ Kamis, 09 Juli 2009 | 09:26
yang benar pasti akan terlihat...
HERMAN SAMAN @ Kamis, 09 Juli 2009 | 09:04
yah .... kesel deh.. ternyata yang dipilih rakyat yang istrinya beragama Katholik...?Ternyata yang mencari lubang dgn.memprovokasikan agama sudah nggak laku nih yeee..agama nggak perlu dibela...krna Tuhan maha kuasa...malu deh kamu.....
dewi @ Kamis, 09 Juli 2009 | 07:34
siapa pun yg terpilih menjadi presiden saya akan tetap mendukung sepenuh nya, jujur saya gak nyontreng. ngapain juga kali... toh sama aja...
Bunga @ Rabu, 08 Juli 2009 | 22:42
Masih juga bicara soal perbedaan agama. ketinggalan berapa abad woi...
jemmy @ Rabu, 08 Juli 2009 | 21:06
kalo takut kalah ya terus terang aja.. tuk apa pakai seribu cara utk kalahkan musuh?? dasar tak tahu malu!!
B @ Rabu, 08 Juli 2009 | 19:30
memang kalo kristen kenapa? ada yang salah? sah2 saja kan
all @ Rabu, 08 Juli 2009 | 19:29
yang penting gagah ganteng dan berwibawa ntar klo kluar negeri kan kelihatan gagahnya indonesia
Ady @ Rabu, 08 Juli 2009 | 16:49
masalah pemilu egk perlu direbutkan yang penting kita harus bersifat menerima dengan hasil yang dicapai pertarungan antar 3kandidat. menengenai agama tidak masalah walaupun berbeda 2 agamanaya Ada ISLAM,KATHOLIK,KERISTEN, BUDA,HINDU.kita harus ingat negara kita berlambangkan burung garuda dan ber azaskan pancasila n' uud 1945
majang @ Rabu, 08 Juli 2009 | 16:12
kalo saya LANJUTKAN saja,,, kalopun ada kekurangan,harusnya kita sebagai rakyat ikut membantu jalannya pemerintahan,bukan'a memaki n nyalahin doank bisanya. Negara hancur pun ga mungkin karena kesalahan pemimpin doank,rakyat juga. Maka'a jangan suka jelek2in orang gt ah,, ngaca dulu masing2,,hehehe
JOHAN @ Rabu, 08 Juli 2009 | 14:36
PAK SBY DAN BOEDIONO SY PRIBADI TETAP MENDUKUNG BAPAK DAN MENDOAKAN BAPAK AGAR MENANG DALAM PILPRES INI..MENGENAI AGAMA TDK USAH DIRIBUTKAN BOSS-NOSS,SEMUA AGAMA SAMA DAN HAYA ADA 1 TUHAN,JADI BIARPUN AGAMA KATOLIK,APA SALAHNYA JADI PRESIDEN ATAU WAPRES BOSS???..URUS SAJA NEGARA KITA YG MSH AMBURADUL,TUH TKI KITA DIPERKOSA,DISIKSA,WILAYAH KITA DIMASUKI TANPA IJIN,KOK MALAH DIAM AJA BOSS????..BANGKIT DAN LAWAN YG BERANI MENINDAS BANGSA DAN NEGARA KITA,PERTAHANKAN PANCASILA..SY SIAP BOSS BERJUANG KALAU DI BUTUHKAN DEMI KEDAULATAN DAN HARGA DIRI KITA SEBAGAI BANGASA INDONESIA..HIDUP PAK SBY,LANJUTKAN PAK !!!..HAJAR SEMUA YG KORUP BIAR KITA BISA MAJU,OK PAK
anton @ Rabu, 08 Juli 2009 | 14:10
emangnya kalo istri udah pake jilbab, hatinya udah pasti juga terjaga....??? namanya punya pengusaha udah pasti tender utk perusahannya menang terus kalo menjabat
Marjuki @ Rabu, 08 Juli 2009 | 11:06
emangya kalo Katolik kenapa?
diso @ Rabu, 08 Juli 2009 | 10:39
Hiduup SBY, Lanjutkan Hidup Megapro, Hidup JK-Wiranto Siapun menang ??? saya petani, tetaplah penati, saya nelayan tetaplah nelayan, saya karyawan/i, tetaplah karyawan/i
stephanus j titus @ Rabu, 08 Juli 2009 | 06:52
\\\\\\\"ini negara demokrasi di mana semua warga negara mempunyai hak yang sama,jadi baik muslim,hindu,budha,protestan dan katolik mempunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin negara...karena sesuai dengan undang-undsng dasar 1945.......jadi walaupun ibu Herawati di isukan demikian beliau tetap mempunyai hak untuk trus melangkah bersama mendampinngi bapak Boediono menuju Indonesia baru.........LANJUTKAN!!!
wiro212 @ Rabu, 08 Juli 2009 | 03:23
Aku sih gak mo pusing...namnya juga kampanye biar menag...ya usaha dong...., bagi siapa pun pemimpin negara ini...no probe\lem.... Emang,,,sang pemimpin bisa mengangkat martabat aku dan keluarga ku kelak?....semuanya hanya janji belaka...Kalau dah jadi pejabat...boro boro ngankat martabat dekat aja gak bisa..., kan selalu dikawal......hahahaaaaaaaa...hahahaaa....mending aku berusaha utamakan keluarga ku...dari pada sibuk mikirin siapa yang harus dipilih...... pesan ku bagi yang terpilih nanti: hilangkan KKN...sekolah jangan hanya sppnya yg gratis....percuma spp gratis klo masuknya harus pake duit berjuta rupiah.. plus sumbangan ini itu kalau dah jadi siwa:)
luqman @ Selasa, 07 Juli 2009 | 19:48
lanjutkan SBY-BUDIONO YESS.
maya @ Selasa, 07 Juli 2009 | 17:37
Bukankah Negara tercintaq uni mengakui 5 agama? termasuk agama kepercayaan kan !!! so apa salahnya dengan istri budiono? ataau siapapun yang diatas negeri ini yang tidak dengan tegas mengumandangkan agamanya.
holil @ Selasa, 07 Juli 2009 | 16:23
Jangan hiraukan kmpaye hitam tu,dkung trus SBY LANJUTKAN !!
marsha @ Selasa, 07 Juli 2009 | 15:42
no 1 & 2 biasa aja kali... yang adem2 aja donk,saya yakin SBY & BOEDIONO akan menang Lanjutkan......!!!
ayuk @ Selasa, 07 Juli 2009 | 14:51
harusnya nyantai aja semuanya, gak perlu bikin kampanye gelap, nanti buat indonesia gak bisa terang
AJI MUMPUNG @ Selasa, 07 Juli 2009 | 14:50
SESUNGGUHNYA FITNAH ITU LEBIH KEJAM DARI PADA PEMBUNUHAN. JADI JGNLAH ANDA SEMBARANGAN NUDUH APALAGI ORANG MUSLIM DIBILANG NON MUSLIM (KAFIR) WAH BAHAYA ITU JGN SAMPAI ANDA BERURUSAN DENGAN SANG PENCIPTA ALLOH SWT. SESUNGGUHNYA AZABNYA AMAT PEDIH. NA UDZUBILLAHI MINZALIQ
wiro @ Selasa, 07 Juli 2009 | 14:26
Semua agama milik Allah, jadi benar tidaknya seseorang tergantung dari manusia yg menjalankannya, bukan karena agama ataupun suku, Wassalam.
Maimun @ Selasa, 07 Juli 2009 | 14:20
Kalaupun Agamanya beda kalau mentalnya lebih bagus dari anda2 gimana? lho kan anda kok mengaplikasikan sesuatu yang bertentangan dengan dasar negara kita, calon peminpin gimana anda nih, malah membingungkan rakyat.saya ya ikut lanjut pak sus
sigit @ Selasa, 07 Juli 2009 | 14:03
lebih cepat,lebih baik........ maksudnya ,ingin lebih cepat kaya, lebih baik korupsi....gitu loh....
Teguh Priyono @ Selasa, 07 Juli 2009 | 13:31
yang benar yang mana pak Polisi tolong dong ungkap itu jangan takut karena saat ini semua ingin bersih semua bisa lho nyanyian IWAN " Maling teriak maling ......
ais @ Selasa, 07 Juli 2009 | 12:24
memang manusia tuh paling susah melawan hawa nafsu..hayoo kita tahan diri biar polotik ini bisa berjalan dengan bersih, damai,jangan saling tuduh dan fitna jadikan teladan politik kita untuk negara lain..pasti bisa asal, saling menghargai,siapapun pemimpinnya asal bisa membawa indonesia maju kita hargai..
gadis@Selasa @ Selasa, 07 Juli 2009 | 11:56
\"... HIDUPLAH INDONESIA RAYA..\" @#$,.???%*
ishak @ Selasa, 07 Juli 2009 | 11:48
mau islam ke mau katolik ke yang penting, punya agama asal jangan ikut aliran sesat
jojo @ Selasa, 07 Juli 2009 | 11:33
sepertinya 1 & 3 pada mulai kbakaran jenggot..anteng aja knapa??
tomy @ Selasa, 07 Juli 2009 | 11:28
ada udang di balik batu
bedust @ Selasa, 07 Juli 2009 | 10:11
sekarang ini bukan masalah agama yang dipertentangkan,tp masalah bangsa dan negara yang harus diperjuangkan.apa dengan agama saja perut rakyat bisa kenyang?tolong sedikit berpikir,sekarang ini yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bisa membawa rakyatnya menjadi makmur dan tidak kelaparan,bukan pemimpin yang hanya bisa sembahyang atau berdoa saja...
dahlan @ Selasa, 07 Juli 2009 | 09:35
dari pada bingung,?lanjutkan
muchtarch @ Selasa, 07 Juli 2009 | 09:25
Hei ! Agama itu sangat penting bung ! Urusan dunia akhirat diatur oleh agama, termasuk urusan negara. Nah, bok d pikir matang2 baru d makan jangan asal plak-plek2
kiki @ Selasa, 07 Juli 2009 | 09:25
kalau mau menjadi pemimpin yang bersifat nasional harus berpikir yang nasional juga bukan pemimpin yang sifatnga suka menjelek-jelekan orang lain bagaimana bangsa ini bisa menjadi bangsa yang nasional kalau calon pemim suka mempermasalahkan agama katanya indonesia bhineka tunggal ika dewasa dikit dong kalau mau jadi pemimpin, kami tetap Pak SBY, Lanjutkan !
Djojo @ Selasa, 07 Juli 2009 | 09:16
Dari pada mikirin kemunafikan manusia yg saling menggunjing sesamanya alangkah baiknya kita berfikir untuk kemajuan Indonesia ini jangan tunggu siapa presiden-nya, saya tidak begitu yakin dalam 5 Tahun yang mereka inginkan menjadi Presiden itu dari hati nurani mereka melainkan Ego, Hawa Nafsu, Bisnis, Politik, Kepentingan Pribadi dll. Walaupun kekuatan digabungkan ketiga Capres tersebut tidak akan dapat menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia ini. Pintar-pintarlah Memilih walaupun pada akhirnya menyakitkan hati, menang dan kalah itu adalah USAHA namun seiring waktu berjalan apakah USAHA itu di jalankan???...
Yusi Amelia @ Selasa, 07 Juli 2009 | 09:05
seharusnya urusan agama jangan dicampur adukkan sama urusan politik. setiap orang kan punya kepercayaannya masing2 toh... urusan kyak gini aja kok di permasalahin, kapan mau majunya negara ku ini???
dani di HUSKY @ Selasa, 07 Juli 2009 | 08:35
huhuhuh....politik memang ga tau diri....tapi apapun itu yang mereka lakukan malah membuat pasangan nomor 2 jadi makin banyak simpatisannya....LANJUTKAN....!!!!!
Maulana @ Selasa, 07 Juli 2009 | 08:34
Situasi sekarang sudah baik, ada PNPM, KUR, BLT & lain-lain bantuan utk Rakyat,layak kita trimakasih pada pemerintah skrg, utk pemerintahan kedepan biar dilanjutkan oleh yg lain, kita do\'a saja smg makin lebih baik dan lebih cepat makmur,aman, berdaulat & hormati serta disegani bangsa-bangsa lainnya.
edy purwantoro @ Selasa, 07 Juli 2009 | 08:23
istighfar habib....
edy purwantoro @ Selasa, 07 Juli 2009 | 08:19
seharusnya habib memberikan bimbingan pada seorang muaalaf bukan malah menjelekkan.. katanya habib kok pikiranya kayak jahiliyah... istighfar oi...ga usah ikut politik
erry @ Selasa, 07 Juli 2009 | 07:53
sudahlaaaaah..
Jamallulail Saopani @ Selasa, 07 Juli 2009 | 06:19
Mudah2an Indonesia makin maju saya sangat setuju "Lebih cepat lebih baik"
carls @ Selasa, 07 Juli 2009 | 01:40
Dasar negara kita adalah pancasila. kalau masih ada yg menentang pancasila artinya menentang negaranya sendiri. dan itu melanggar hukum bahkan membahayakan keamanan negara. Isu SARA tersebut harus diusut siapa pelakunya karna dapat membahayakan keamanan negara. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan negara ini. Saudara2 ku sebangsa dan seTanah Air, janganlah kita sia sia kan perjuangan para pahlawan dengan membiarkan bangsa ini ter cerai berai karena SARA, kita berantas provokator pemecah belah bangsa. Berhati hati lah jangan terpancing isu SARA.
Carls @ Selasa, 07 Juli 2009 | 01:38
Dasar negara kita adalah pancasila. kalau masih ada yg menentang pancasila artinya menentang negaranya sendiri. dan itu melanggar hukum bahkan membahayakan keamanan negara. Isu SARA tersebut harus diusut siapa pelakunya karna dapat membahayakan keamanan negara. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan negara ini. Saudara2 ku sebangsa dan seTanah Air, janganlah kita sia sia kan perjuangan para pahlawan dengan membiarkan bangsa ini ter cerai berai karena SARA, kita berantas provokator pemecah belah bangsa. Berhati hati lah jangan terpancing isu SARA.
MANAN @ Selasa, 07 Juli 2009 | 01:00
GOLKAR TAKUT JAUH DARI KEKUASAN, DAN JUGA TAKUT KADERNYA MASUK BUI GARA2 KORUPSI. MAKANYA YG SUKA KORUPSI PASTI PILIH JK-WIN ORG YG DULU2 JG... GK ADA KAN JK-WIN MEGA-PRO YG MENDENGUNGKAN KORUPSI DI MSK BUI... PILIH AJA SBY YG GK KORUPSI... YG LAIN TAKUT YA MSK BUII
Lili @ Senin, 06 Juli 2009 | 22:11
Yang masih milih JK-WIN itu orang yang teramat sangat tidak bisa berpikir. Tertutup oleh entah apa. Ato selama ini nggak pernah buka mata???
midris @ Senin, 06 Juli 2009 | 21:41
Pak SBY-Budi, lanjutkan...
farhan @ Senin, 06 Juli 2009 | 21:21
Perlu bijaksana dan tidak untuk coba-coba, yang penting kesampingkan dulu kepentingan pribadi untuk Indonesia tercinta, Walaupun beda Suku, beda Agama, atau beda lain-lainnya, kita ini satu, Satu sama-sama tinggal di Bumi Indonesia, Jadi siapapun yang terpilih dan yang tidak terpilih, kesampingkan kepentingan pribadi, bersatu untuk kebaikan Indonesia tercinta, BERSATULAH INDONESIA... BERSATU UNTUK MAJAU
bunga @ Senin, 06 Juli 2009 | 16:33
wow... ribut mlulu..., yang jelas kita berdoa aja semoga hanya 1 putaran... dan Lanjutkan!!!!!
ina @ Senin, 06 Juli 2009 | 16:08
klu saya seh yg pasti LANJUTKAN!!! buat apa seh cari presiden yg baru lg,, yang real2 aja deh yg ada di depan mata,, ibaratnya neh yah klu kita bangun rumah klu blm jadi pst kita lanjutkan,, buat apa cari yg baru,, kapan jadinya tuh rumah,, trus aq ngak suka aja kata2 LEBIH CEPAT LEBIH BAIK,, karna mendapatkan keputusan itu tidak lah gampang sprt membalikan telapak tangan,, klu apa2 lbh cepat lebih baik,, klu asal2an ambil keputusan yg penting cepat bisa HANCUR neh negara kita,, kenapa yah pak JK pengen bgt jd presiden,, ksh dong pak kesempatan ama yg mudah sprt pak SBY gt khan bagus,, walaupun byk yg jelek2 mereka,, tapi mereka ngak balas sedikit pun & SBY yang cocok untuk memimpin negara ini,,HIDUP SBY100X LANJUTKAN!!!
widi @ Senin, 06 Juli 2009 | 15:55
gimana ni negara mau maju kalo saling sikut gitu??!!
Bowo @ Senin, 06 Juli 2009 | 15:42
Jangan tertipu sama iklan Indomie...Presidenku....., jangan tertipu sama iklan sekolah gratis (padahal bohong) tetap JK - WIN is the best. lebih cepat lebih baik !
Santi sandra dewi @ Senin, 06 Juli 2009 | 14:53
Pilih yang pasti-pasti aja.....Muluk2 malah nti makin kacau.....Lanjutkan!!!!
dpgat @ Senin, 06 Juli 2009 | 14:33
Jelas sudah Kalo JK & MP sudah kalah perang dulu, maunya dua putaran supaya kalo salah satu kalah bisa dukung yg lain namanya juga koalisi penghancur negara, ayo SBY lanjutkan, mereka makin dekat waktu makin ngeper aja, saya rsa yg tidak nyoblos jg bilang emang gw pikirin
POPAY @ Senin, 06 Juli 2009 | 14:01
Hanya di Negera kita saja yang slalu memasalahkan agama.padahal klo mati,masing-masing kuburannya, Apa ada yang mau ikutan dikubur? Lagian klo KATOLIK Kenapa? Dia khan Ciptaan Tuhan juga. Waktu lahir juga tidak tertulis di tubuhnya harus beragama Apa, Gitu aja Koq Pada Repot! iya toh,enak toh, tak gendong kemana-mana.
danastri @ Senin, 06 Juli 2009 | 12:22
negara memang sdh porak poranda spt ini, sdh dikuras dijaman orba, kalo sekarang SBY yg mimpin jangan dibilang SBY yg salah, sadar teman2 memimpin dan mengembalikan negara spt semula tidak semudah membalikankan telapak tangan. siapapun pemimpinnya akan selalu salah di mata semua pihak yg merasa terkalahkan, kenapa nggak kita dukung siapa saja yang jadi pemimpinnya
HAMBA ALLAH @ Senin, 06 Juli 2009 | 10:15
BASI TAU...!!!
Widdya @ Senin, 06 Juli 2009 | 10:01
Hidup GOLPUT !! daripada pusink liat orang kampanye ksana kmari,dukung ini itu.
Rizal @ Senin, 06 Juli 2009 | 09:11
Demokasi harus di tegakkan, Hasil Perhitungan suara tertinggi adalah Mutlak sebagai pemenang, Tegakkan Hukum di neraga RI ini secara konsekwen dan benar sesuai UUD yang berlaku. Siapapun Pemimpin Negara harus bisa membawa NKRI hidup Damai dan sejahtera untuk Rakyatnya, Tolong Jangan mementingkan kepentingan Pribadi. Lihatlah Rakyat yang masih di Garis Kemiskinan, Hidup NKRI, I Love NKRI, Berjuang Terus Demi NKRI....Selamat Presiden terpilih....amin
abdullah @ Senin, 06 Juli 2009 | 09:09
Klo saya tetap LEBIH CEPAT LEBIH BAIK!!!
toto ps @ Senin, 06 Juli 2009 | 08:16
jadi presiden sdh jd tujuan, bkn lagi sarana mencapai 7an pengabdian jadinya ya cakar-cakaran klo sdh jd grogot2an, caplok2an buat cari kembalian modal.yang penting jgn jualin BUMN lagi ya? Slh2 BUMN habis, negara dijual. Ketiganya sekelas, sama saja. Drpd mulai baru lagi blm tentu lbh baik LANJUTKAN aja deh.
syahrul sasmito @ Senin, 06 Juli 2009 | 00:06
ORANG YANG SUKA MEMBUKA KEJELEKKAN ORANG KEPADA ORANG LAIN APALAGI KEPADA PUBLIK, ORANG ITU PASTI TIDAK LEBIH BAIK.DARI ORANG YANG DIBUKA KEJELAKANNYA... YANG PASTI SBY - BUDIONO TIDAK PERNAH BERBUAT SEMACAM ITU...LANJUTKAN !!!!
suhendi @ Minggu, 05 Juli 2009 | 20:08
saya ma tetep SBY indonesia butuh pemimpin yg bersih dan bijaksana.lanjutkan terus pak SBY? pendukung warga Pacitan
nine @ Minggu, 05 Juli 2009 | 19:50
seharusnya orang yg melemparkan isu itu Habib Husein melakukan klarifikasi dapat informasi dari mana? kalo tidak benar sama saja dengan bergunjing dan suuzhon dalam ajaran islam sama saja memakan daging saudara sendiri.
Abu Isa @ Minggu, 05 Juli 2009 | 19:45
Faster is better,I love PKS & JK-WIN, Also I love JK-WIN's Wifes.
nana @ Minggu, 05 Juli 2009 | 13:22
amin,saya tetep memberi dukungan SBY-BUDIONO,negara indonesia kan terdiri dari berbagai agama,jadi siapapun pemimpinya sah2 saja kalau beragama non muslim,gitu aja kok pada repot.cari musuh mah gampang
kemplung @ Minggu, 05 Juli 2009 | 13:06
Wah kalao bukan cuman Herawati, tapi bahkan Budiononya pun non-muslim, pasti dah gw pilih SBY..... Ada yang sirik?
samsur rizal s @ Minggu, 05 Juli 2009 | 11:44
dengan banyaknya fitnah yang yang di lontarkan kpd sby budiono, saya semakin nyakin kalaw mereka yang mempitnah sby budiono merasa takut kalah sebelum bertanding....
tarigan @ Minggu, 05 Juli 2009 | 11:32
lebih cepat lebih baik.maju terus jk-win
Efron @ Minggu, 05 Juli 2009 | 11:32
Lajutkan SBY....!!!
andriansyah @ Minggu, 05 Juli 2009 | 11:31
BAGI SAYA SIAPAPUN PRESIDEN NYA ITU SAMA AJA,SEJAK JAMAN PAK HARTO SAMPAI SEKARANG KALBAR TETAP BERJALAN TANPA PEMBANGUNAN DAN MONITOR DARI PRESIDEN..KALAU WAKTU KAMPANYE..BUKAN MAIN SERU..TAPI HASIL NYA?...
Eko Handoyo @ Minggu, 05 Juli 2009 | 11:31
Elit politik & masyarakat indonesia kurang arif dlm partisipasi dlm pemilu selalu ada saja yg bertindak provokatif. Bgmana bangsa bisa maju klau msh sperti itu. Hayoo kita bljar sprti bgsa AS dlm pemilu.
Rahmi Fitria @ Minggu, 05 Juli 2009 | 10:54
capres n cawapres...semuanya salah pasang.
iqbal @ Minggu, 05 Juli 2009 | 00:15
Yang selalu menjadi penghambat majunya bangsa indonesia adalah orang2 yang selalu mengangkat isu agama. Apa mungkin indonesia bisa seperti sekarang ini kalo cuma bergaul sama negara2 arab? ngaca dong ahh..! jadi.... mari kita musuhi orang2 yang pemikirannya cetek, kampungan, idiot, dll yg selalu membawa isu agama seperti Habib Husen Al-Habsy. sebagai muslim saya sedih sekali. banyak habib2 yang ikut2 an politik dalam trik politiknya memakai isu agama. padahal islam tidak pernah mengajarkan demikian, karena keberagaman adalah kenyataan yang tidak terhindarkan. Wahai saudaraku umat muslim, sadarlah!
aswin @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 20:58
Mungkin aja yang melakukan tim sukses SBY untuk menjelekkan JK
aswin @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 20:56
SEKEDAR PEMBERITAHUAN BIAR TIDAK SALAH PILIH TERUS JK
haryanto @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 20:55
apapun agama mereka saya tetap pilih sby boediono
juan @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 15:28
pemilu harus jujur dan luber,jadi kalau capres itu saling ngejek berarti masih anak-anak donz karena anak-anak yang masih suka ngejek. harus santun donz..............
Cahyo @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 14:31
Buang saja ajaran Bhinneka Tunggal Ika di seputaran pendidikan dasar 9 tahun. Sia-sia diajarkan kepada siswa-siswi generasi muda demikian kalau nyatanya contoh perilakunya masih jauh dari 'Persatuan Dalam Keberagaman'. Sampah! Untuk apa ada berbagai lagu bertema persatuan sebagai lagu wajib nasional (contoh: Satu Nusa Satu Bangsa). Apakah itu semua hanya usaha dan manifestasi penyatuan bangsa karena nyatanya bangsa ini masih 'cerai-berai' secara tersirat? Ayolah, kasihan anak cucu kita ke depannya nanti. Mengutip kata-kata teman saya "kenapa 1 perbedaan harus dipermasalahkan sementara 1000 persamaan diabaikan?"
Rio Usmaly @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 13:38
jgn takut pak jk. rakyat sekarang mulai melek bahwa bpk difitnah, tim sby mulai main kotor! tenang pak dukungan mulai mengalir ke JK-WIN. lebih cpt lebih baik jgn lanjutkannnn!!!!
Nunung prayanti sobhah @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 12:34
aduh,,,bersaing secara,,bersih donk,,,jangan saling menjelekan,,,semuanya kan buat kepentingan bangsa dan negara. kita semua berdo'a z buat kemajuan bangsa indonesia. aamiiin...moga bebas dari para pejabat yang menjilat uang rakyat.
arlen @ Jumat, 03 Juli 2009 | 21:33
ayolah..apapun agamanya gak jadi masalah..bukanya agama yg diakui di Idonesia ada 6 ya?jd kalo misalnya katolik kenapa?katanya orang pinter tp kok kampanyenya dg mempersoalkan agama?keliyatan banget se gak inteleknya..maju terus Pak SBY dan Pak Budi..Lanjutkan!!!!!
maghfi @ Jumat, 03 Juli 2009 | 20:38
kenapa ya..bangsa Indonesia ini belun bisa sportif,kayaknya kalo mo pemilu banyak bermunculan black campaign
Ir TaryonoSiswwoharjono,MMpd @ Jumat, 03 Juli 2009 | 20:03
Menjelang pilpres kampanye hitam terus bergentayangan bangsa ini disuguhi tontonan yg tidak mendidik,masalah ras,agama menjadi isu2 yang sangat menarik untukmenjatuhkan lawan politiknya . Format negara demokrasi menerima segala keaneka ragaman ,yg dikemas Bheneka tunggalika dari tingkat SD sampai S3 dibahas ,tapi dalam tingkat aplikatif tebalik 180 derajat . Para politisi negara ini mau dibawah kemana ,negara ini berdasarkan Pancasila bukan berdasarkan negara agama.
towfan @ Jumat, 03 Juli 2009 | 19:59
ternyata, dalam kampanye politik, semua aspek kehidupan dari sang calon akan begitu menjadi dampak yang sangat besar bagi tujuan sang calon tersebut, yang jelek, di unggul-unggulkan lawannya, yang bagus, di unggul-unggulkan nya sendiri, peribahasa "RUSAKNYA AIR SUSU KARENA NILA SETITIK, YANG BAHKAN ITU BUKAN NILA SEKALIPUN" sangat tereksplore dalam keadaan politik saat ini,
yulianto @ Jumat, 03 Juli 2009 | 15:58
anggaplah semua itu adalah suatu cobaan dalam menjalani hidup,dan kita serahkan pada tuhan karena yang tau segalanya adalah tuhan,semoga semua dapat balasan yang setimpal baik dan buruknya kita serahkan kepada tuhan semoga kita selalu dalam lindungannya
abraham @ Jumat, 03 Juli 2009 | 14:24
selebaran itu dibaca n baca baik2,disebarkan saat kampanye tim JK-WIN ada apa ? Saya beranalisa itu salah satu cara juga untuk menjatuhkan pamor JK-WIN dari saingan Politiknya... Hati hati..... emang nyatanya herawatikan mantan beragama katolik....
yelvi @ Jumat, 03 Juli 2009 | 13:33
SBY adalah calon pemimpin yang ideal untuk bangsa indonesia saat ini, beliau adalah seseorang yg mempunyai kharisma tinggi. intinya siapapun wakilnya yang penting presidennya SBY...
^^Vanilla^^ @ Jumat, 03 Juli 2009 | 03:58
^^^Emang selama pimpinan Islam,Rakyat indonesia makmur?malah tambah menderita haram dgn korup2 tuh..itu namanya Haram,bukan agama lain yg haram^^Maju terus SBY !!!
Gan\\\'s @ Jumat, 03 Juli 2009 | 02:32
Memangnya kalau Katholik ngapain ? Kalau bodoh ya bodoh, jangan ditularin sama semua orang. Maju terus, Pak Bud !
junior @ Kamis, 02 Juli 2009 | 23:36
ya maklum aja, calon pemimpin kita ini orang dulu, jadi pola pikirnya masih gaya dulu (masih sempit). dasar..
mei @ Kamis, 02 Juli 2009 | 13:14
agama mu agama ku . . . negara mu negara ku. . . negara ku juga negara mu . . . karena kita adalah Indonesia.. Indonesia itu satu. . . Bukanlah satu- satu. . . Untuk para capres. . . Pastilah semua orang pilihan..dan pastinya selalu memberikan contoh yang baik kepada rakyat nya yang akan dipimpin. . . Niat baik, cara yang baik,..Indonesia Jaya !!!!!
ASCL @ Kamis, 02 Juli 2009 | 13:12
katanya, harus bebas dari SARA, tidak menghubungkan politik dengan SARA.... tapi kayaknya Indo tuh ga pernah lepas dari SARA deh.., cabeee deeehhhh....
Jerufael Manoradja @ Kamis, 02 Juli 2009 | 11:18
bagus.....tuh....cara maling dipakai untuk maling suara rakyat.....aachh....maling teriak maling.....JANGAN di...lanjutkan..,STOP saja.....haram hukumnya bung....wakakakakakakkk
iQBAL @ Kamis, 02 Juli 2009 | 09:56
Tolong dibaca dulu artikelnya teman2 lalu berkomentar, ini sama sekali tidak menjelekkan Agama manapun. Ada oknum2 yang sengaja merusak kinerja pak JK-Wiranto. kasian Pak JK yang berjuang untuk Indonesia yang mandiri
dewi @ Kamis, 02 Juli 2009 | 09:51
@hadi-hadi: masalah politik maupun agama bukan lah masalah perhitungan yang bisa anda katakan dalam penjumlahan. jadi teori anda mengenai halal+halal=halal dan halal+haram=haram..... berpikirlah secara global.jangan terlalu picik dengan mengatas namakan halal atau haram, karena anda bukan lah Tuhan yang berhak memutuskan sesuatu halal atau tidak halal. Berpikirlah ke diri anda "pernahkan anda tidak berbuat tidak benar?" ps: Adakah statement yang mengatakan seseorang yang beristrikan seorang dari agama selain muslim adalah haram?
diandra @ Kamis, 02 Juli 2009 | 09:11
Aq dah makin gak ngerti ma politik diindonesia dah ruwet ga sehat.siapapun yang kepilih mudah2 membawa kita ke yang lbh baek Amin.
Nidia @ Kamis, 02 Juli 2009 | 07:40
Aduh masih jaman tuh hari gini bikin BLACK CAMPAIGN yg urusannya sama agama??? Balik aja ke jaman Palaeolitikum alias BASI LO alias KATRO alias NORAK alias KOLOT! Kayak beres aja agamanya... Apa udah kehabisan bahan ya buat nyari simpatik? Eh bung Indonesia udah jadi negara pinter kagak mo dah ngurusin tetek bengek ga penting kyk gitu! Kreatif lah kalo berkampanye... SBY-BOEDIONO LANJUTKAN!
linda @ Kamis, 02 Juli 2009 | 06:38
percaya nggak...sahabat terbaik aku justru bukan satu agama sama aku..jadi mau agamanya apapun kalo emang berkualitas...kenapa nggak
Tim.. @ Rabu, 01 Juli 2009 | 23:09
Lanjutkan!! Kecurangan mu.. Bukan Pemilu 1 putaran kali pa tapi pemilu yang diputar putar secara sistematis.. He
bowo @ Rabu, 01 Juli 2009 | 23:07
Yang jelas, bagi penganten baru, kalo lebih cepat pasti ada yang protes "Lanjutkan...lanjutkan".
HARTONO SOEWITO @ Rabu, 01 Juli 2009 | 20:55
Wahai para capres/cawapres, berkampanye lah secara fair, jgn saling tuduh menuduh, sebagai semua calon anda adalah well educated person...so if you can't beat them...please joint them and built this country become a good nation with the good moral behaviour.......pusing mikirin kelakuan orang jaman sekarang.
sumartoyo @ Rabu, 01 Juli 2009 | 20:44
Wah JK-WIN sudah ngacau berbagai cara dilakukan, cara black campain dilakukan dengan menjelekkan Istri Budiono. Kalau begitu banyak gak simpati JK-WIN. Memang SBY-JK lebih bagus, cerdas, santun dan bersih.
agus ummar @ Rabu, 01 Juli 2009 | 20:32
ya kalau fitnah jangan di dengar lah...kalau di indonesia mayoritas muslim ya pemimpinnya harus muslim tapi harus mengayomi semua golongan..di amerika ga mungkin juga pemimpinnya muslim.
vnie @ Rabu, 01 Juli 2009 | 20:11
wah...wah... jadi takut neh pilih JK yang fanatik ama islam, pake cara licik sgala lg buat jatohin rivalnya... Indonesia uda merdeka pak, kita semua bebas menganut apapun agama yang kita percayain sepanjang hal itu tidak mengusik agama lain... Emank kenapa kl istrinya budiono katolik?salah? engga kan... yang penting tanggung jawabnya dalam menjalankan pemeritahan ini dan yang pasti ia harus seorang yang takut akan tuhan... walopun dia bukan dari agama islam... Negara kita terdiri dari 5 agama dan beragam suku bangsa, jadi kesatuan adalah mutlak hal yang harus dijaga dan ditumbuhkan oleh para pemimpin bangsa ini kelak. Apa jadinya kl kita punya seorang pemimpin yang mempunyai pandangan yang sempit (hanya memihak satu golongan saja). Dengan adanya perbedaan kita bisa lebih saling mengisi antar satu sama lain jangan jadikan isu perbedaan suatu hal yang buruk yang dilakukan hanya untuk mengambil simpati golongan tertentu demi kemenangan dirinya sendiri.
DEDY @ Rabu, 01 Juli 2009 | 19:53
Jangan terpicu,ataupun terpengaruh oleh isu maupun segala sesuatu yang berbentuk tindakan yang menjatuhkan. ingat mari kita ciptakan susana politik yang baik agar masarakat kalangan bawah tidak lagi berfikiran politik itu kejam dan licik. siapapun kelak yang jadi pemimpin, ingatlah pada rakyat, berjuanglah untul rakyat dan bangsa.
Nety @ Rabu, 01 Juli 2009 | 19:43
Kenapa sih soal agama selalu di jadi kan ajang tombang bergaduhan,,?? masih makai gayaa basi ni, payahh, biarin aja sesiapa yang mau paki cara murahan gitu, masyarakat lebih mengerti kok. Motor Megapro, jalan SBY, TERUSKAN
oga @ Rabu, 01 Juli 2009 | 19:39
udh lah jgn ribut2 pusing ne yg dengerin,ngapain ngurus2 JK entar hbs pemilu jg dianya bukan apa2 lg !!......utk SBY-Boediono tenang aja jgn kawatir pasti menang dlm satu putaran !!......
yos @ Rabu, 01 Juli 2009 | 19:38
kalau istrinya budiono katolik kenapa???memangnya selama ini di pimpin orang2 muslim maju malah korupsi semakin merajalela begitukah moral pemimpin2 kita yang mengaku sok agamis?
albert @ Rabu, 01 Juli 2009 | 16:43
Ini adalah cara-cara yang tidak sehat untuk demokrasi, orang-orang yang melakukan hal tak bermanfaat, ada pepatah lempar batu sembunyi tangan, hanya untuk membuat kekisruhan. Lanjutkan Pak JK dengan lebih cepat lebih baik.
Tulus Subardjono @ Rabu, 01 Juli 2009 | 16:12
kalau berita salah gak masalah, kalau berita bener gak masalah. Emang kenapa ya?, enggak mudheng kok ada yang mempermasalahkan...
FRANCISCO @ Rabu, 01 Juli 2009 | 13:29
lanjutkan pak susilo bambang yodhoyono semoga negara ini benar-benar terbebas dari korupsi dan rakyat bisa hidup mamkmur dan sentosa....!!! LANJUTKAN...................!
samgis @ Rabu, 01 Juli 2009 | 12:22
Agama tidak dipermasalah dalam demokrasi bangsa tp tanggungjawab dan kesadaran diri terhadap Agamanya.Karena kejujuran boediono menyatakan istrinya adalah islam. Ini jelas-jelas memfitnah islam kalo memang tidak islam. Kalau islam sih syukur... Sekarang suruh aja Ibu Hera baca AL-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas aja. Bisa kah...!!!
MARTEN @ Rabu, 01 Juli 2009 | 07:56
agama islam dipinpin agama lain tak apa (bl darurat) tapi masyarakat muslim harus diberi info yg benar juga! jgn beli kucing dalam apa? mau ngak
ARGENIUS @ Selasa, 30 Juni 2009 | 12:09
EMANGNYA HARAM YACH..KALAU YANG MEMIMPIN NEGARA INI DARI MINORITAS?
Ari Tonga @ Selasa, 30 Juni 2009 | 11:33
kayaknya ada tim sukses yang takut kalah tapi tak apa terus lanjutnya kita siap mendukungmu ok (lanjutkan) terlalu primodialisme memangnya negara ini berdasrkan agama atau pancasila
Bang iwans @ Selasa, 30 Juni 2009 | 11:32
LANJUTKAN PENDERITAAN RAKYAT
kiki @ Selasa, 30 Juni 2009 | 09:53
Indonesia milik bersama. Kenapa agama seringkali dipermasalahkan ????
ferdy @ Senin, 29 Juni 2009 | 14:06
Jika selebaran itu benar adanya, apakah reaksi dari bangsa ini? Apa kah secara otomatis bangsa ini akan menjatuhkan Budiono, hanya karena isterinya beragama Katolik??? Sungguh menyedihkan mereka, baik pembuat selebaran, maupun reaksi daripada para intelek dan masyarakat kita sendiri yang \"resah\" melihat selebaran tersebut. Dan dengan kasus ini nyata jelas bahwa ada sekelompok dari bangsa ini yang sudah tidak menyukai agama lain diluar agama Islam. Kelompok yang hanya memikirkan kepentingan mereka saja.
hadi-hadi @ Senin, 29 Juni 2009 | 13:54
halal dicampur halal akan halal, tapi kalo halal dicampur haram jadinya ya haram....mari pikir sekali lagi
ali @ Senin, 29 Juni 2009 | 13:28
memang ada yg pintar memutarbalikkan fakta, setelah di pemilihan partai yg lalu seolah-olah terdzolimi oleh lawan politikx dan berhasil meraup suara yg banyak, kini jurus itu pun diulang kembali untuk menuai sukses yg besar, dengan strategi merasa di dzolimi atau dicurangi sehingga masyarakat beropini, dan merasa iba kepada suatu partai politik sehingga mampu memberikan suara yg besar kepada salah satu capres dan cawapresx.
atotkayan @ Senin, 29 Juni 2009 | 12:57
dimana si letak kesalahannya? apa kalau benar katolik lalu tidak boleh jadi pemimpin? indonesia milik siapa si? kenapa jadi masalah?
Lila @ Senin, 29 Juni 2009 | 12:50
Cape deh ... Isu kampungan tuh ... Agama itu urusan Manusia langsung sama tuhan nya, kalo memang beliau non muslim ... SO WHAT GITU LHO !!
wong_irwans @ Senin, 29 Juni 2009 | 12:24
kok agama mulu yang dibawa-bawa?. Isu kampungan tuuuh. Gak mutu...
misbah @ Senin, 29 Juni 2009 | 11:14
he he selebaran ini saya dapat dari pendukung SBY Boediono.. maling berteriak maling. Ini justru mnguntungkan SBY.. biasa, mau mengulang sukses pilpres 2004.. membangun kesan SBY terdzolimi.. Yah segala cara dilakukan..
samakah @ Senin, 29 Juni 2009 | 09:43
indonesia sekarang jadi lahan bisnis dengan hukum rimba siapa yang kuat ituyang menang, apapun caranya asal dapat smua sah... uang kayak raja yg berkuasa besarin perut yg besar. saling meruginak dan dirugikan udah menjadi biasa. indonesia bukan jadi dirinya sendiri.
bebas @ Senin, 29 Juni 2009 | 09:41
kok pada ribut kasih komentar nya .apa benar isi kliping yg tersebar itu kalu benar yg bukan fitna/kalu salah itu baru fitna namanya tangkap aja yg bikin kliping,gitu aja pada ribut. ayo pak polisi priksa semuanya biar rakyat tahu dan tidak ragu untuk mencontreng
noenoetea @ Senin, 29 Juni 2009 | 09:25
koq mencari kelemahan orang dari sisi agama yaa? rakyat sudah bisa menilai sendiri siapa yang suka mengeksploitasi kejelekan orang.buat SBY-Budiono..Ayoo lanjutkan pak.
aileen @ Senin, 29 Juni 2009 | 09:16
Indonesia kan negara pluralis,masih mending dia punya agama kalo atheis kan lebih berbahaya....!!!!!
edi qausar @ Senin, 29 Juni 2009 | 08:44
SBY : saya benar2 yakin.
andre @ Senin, 29 Juni 2009 | 08:10
Jangan Pilih yg Anti Agama Lain. Jilbab bukan pakaian tradisional Indonesia- mau tambahan suara dari Arab ????
suseno hadi sutarno @ Senin, 29 Juni 2009 | 05:49
menurut pandangan saya, Bpk SBY yang paling bagus di antara kandidat yang lain.
jump @ Minggu, 28 Juni 2009 | 13:50
terlepas dari kampanye, isu ini menunjukkan bahwa masih ada orang2 yang berpikir diskriminatif. para capres n cawapres selalu bilang, siapa saja bisa jd pres/cawapres asal berkualitas. nah ini? istri dari katolik aja dipersoalkan. gmn mau gak diskriminatif, justru sumber yang bicara itu harus ditangkap n buktikan bahwa indonesia untuk semua. (jangan pakai istilah "melindungi" minoritas, gmn bisa melindungi bila isu begini aja ada dan semua diam aja. gak usah pake istilah melindungi / mengayomi, pakai aja istilah "menjamin dan menghargai" - istilah ini lebih menggambarkan adanya kebebasan, kesetaraan dan anti diskriminatif. karena yang dibutuhkan adalah menganggap semua orang apapun latar belakangnya sederajat dan sama2 dihargai). baru Indonesia bisa jaya ....
judu @ Minggu, 28 Juni 2009 | 13:34
Rakyat sudah sangat dewasa dengan kondisi politik biadab seperti itu. Yang berantem dan tidak bermoral itu kan para tim sukses, coba lihat aja kalo debat di TV sementara Capresnya adem ayem dan bersahabat...kalo pemilu capres nanti rusuh pasti penyebabnya ya para tim sukses itu,...siapa lagi. Rakyat hayo kita nonton aja biar mereka politikus berantem...he..he.
Lukman Hakim @ Minggu, 28 Juni 2009 | 13:34
fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan (Al-quran). tapi kalo untuk lanjutkan pikir-pikir ulanglah..tidak banyak perubahan yang didapat pada periode SBY. kita sudah melihat kinerja megawati ketika menjabat sebagai presiden, begitupun dengan pa SBY, hanya tinggal Jusuf KAlla yang belum pernah. coba berikan kesempatan itu pada pa JK, tawaran apa yang akan diberikan tuk memperbaiki bangsa yang sudah kian parah, khususnya dalam masalah ekonomi. sapa tau ja JK bisa lebih baik..AMIN.
Lukman H @ Minggu, 28 Juni 2009 | 13:28
fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan (al-quran). tapi kalo untuk dilanjutkan pikir-pikir ulanglah..5 tahun berlalu tidak banyak perubahan yang didapat. kita lihat kinerja orang baru n wajah baru, bagaiman dia memimpin kalo menduduki jabatan presiden, megawati-sudah, SBY juga sudah, tinggal kita lihat bagaimana kalo Jusuf Kala memimpin..
Nanda @ Minggu, 28 Juni 2009 | 11:04
Rakyat makin bingung jelas terlihat dalam pemberitaan di Televisi, pembagian dilakukan dengan santai dan sangat mustahil kalau pihak JK-WIN gak tahu. Eh malah nuntut balik katakan untuk pendidikan politik rakyat. Rakyat gak usah dididik dengan cara semacam itu, rakyat sudah paham mana yang benar dan salah.
Liefu @ Minggu, 28 Juni 2009 | 10:32
Jangan bawa Agama segala, kita semua yakin SBY pasti Menang. Pilih no: 2
DEDI HERYANTO @ Minggu, 28 Juni 2009 | 10:09
fanatik boleh terhadap agama sendiri,tapiiii fanatisme terhadap agama orang lain dilarang...gmn sih belajar pendidikan moral pancasila ga sih..?? memangnya kalo memang non muslim (katolik) dilarang menjadi pejabat,wah kolot bener... kapan mau maju negara ini kalo orang orangnya rasis. LANJUTKAN...SBY-BOEDIONO
fenny @ Minggu, 28 Juni 2009 | 09:32
NORAK yang mempermasalahkan begituan!!!! MO MAJU GA LOE PADE YANG NORAK!!!
ian @ Minggu, 28 Juni 2009 | 05:34
Lanjutkan pak SBY-BOEDIONO, yg PENTING ciptakan Pemerintahan yg BERSIH, PEDULI pada rakyat serta bekerja secara PROFESIONAL ... LANJUTKAN ... emang gue pikirin Black Campaign LANJUUUUUUUT
Phiner @ Minggu, 28 Juni 2009 | 05:27
hahaha...si penyebar mengaku pendukung SBY dan disuruh oleh tim kampanye SBY-BUDIONO... jadi sangat jelas...
GHAZI @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 23:06
Hidup pak JK , maju terus pak uangmukan masih banyak habiskan ,bagikan untuk rakyat saja pasti kalah deh ...
fimoy @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 22:10
pkoke SBY yg pantas memimpin Negara ini . Lanjutkan ya pak !!
xenang @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 21:45
Kita yang memilih hrs lebih cerdas mau maju apa mau ttp seperti ini,jangan slalu emosional menanggapi hal2 yg tdk penting ,majulah negriku.
waluati @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 21:28
Orang yang bijak adalah orang yang berfikir untuk kepentingan bersama, dan orang yang suka melihat kelemahan dan kesalahan orang lain adalah orang yang jauh dari kesempurnaan
Lucy Santoso @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 19:32
Gak ngerti dimana PROBLEM-nya. Kalo memang istri budiono non-muslim,.... SO WHAT GETHO LOGH ???!! At least kan dia ber-agama !!!
suherman @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 18:50
kalau bangsa ini masih mempersoalkan agama , mbok yaooo belajar dari negara lain yang sudah maju ...Yang penting bangsa dn negara serta rakyat menjadi makmur , damai dn sejahtera...MAJU TERUS SBY - BUDIONO..PANTANG MUNDUR !!!
indonesiawati @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 18:34
Xixixixixixi.... Lucu yah.Ada gak sih trik2 yang lebih lucuuuuu lageeee ???????
Inggrid @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 18:22
Apanya yang dilanjutkan???
asa namku @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 17:43
kpd capres yg laen: "cari isu yg lain lah bang" sby budiono: "kalo mau jujur, sby programnya sgt2 baik, tdk kayak presiden yg kemaren2" lanjutkan karyamu sby. aku pilih bang sby aja.
bbn @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 17:08
ehm...memang agama tdk jadi masalah, yg jadi masalah bahwa masyarakat kita belum bisa dipimpin org yg minoritas...jadi ada baiknya tugas berikutnya pemimpin kita harus bisa meningkatkan SDM ksadran masyarakt kitA.....sayang skali kayaknya blum saatnya utk dipimpin oleh minoritas......merdeka
amar @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 16:55
teruuuus maju SBY-Boediono, Lanjutkan!!!
Boediono @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 14:36
Sudahlah rakyatku..jangan pada berdebat sesuatu hal yang tidak penting....itu semua nanti akan di perlihatkan kalau tidak di dunia di akhirat.... yang penting saya akan lanjutkan mencalonkan diri menjadi wapres anda semua...ya to....
gareng @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 14:29
kubu SBY mau cari muka buat citra ya dasar orba udah gak jaman mempersoalkan agama.persoalan sekarang rakyat udah gak kuat menanggung biaya hidup yg serba kapitalis ini,jd gak usah cr sensasi bung rizal
isak @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 14:02
buat pak SBY... BENCANA...lanjutkan
KTI @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 12:05
Katanya "nusantara" tp kok primordial ya? Tdk usah byk ngomong, tunjukkan bukti spt SBY-BOEDIONO, LANJUTKAN!!! SATU PUTARAN!!!
risqon @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 11:51
bagi pemilih muslim, berpikirlah sebelum memilih...pilihlah pemimpin yang muslim 'kaaffah'
sam @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 11:42
macam anak TK yang minta bagi permen ngga dikasi lalu mengejek... Tadinya minta supaya ikut numpang perahunya pak SBY jadi Cawapres, ngga dikasih .... eeehhh, koq sekarang mengejek dan membusuk-busukkan.... Kalau memang SBY ngga bagus, kenapa tadinya merengek minta jadi Cawapresnya SBY ? Hayooo.....
dulay's rusalida @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 11:38
knp mst khwtr, toh dia itu istri dr wkl. Yg sgt terpntg pmmpnnya akan ttp mnsjhtrkan rkytnya & bkn utk mnrk agama lain msk ke agamanya...
cicha @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 10:09
neh NEGARA INDONESIA kan dengan BHINEKA TUNGGAL IKA, bukan NEGARA ISLAM? so kenapa kalo pemimpinnya dari agama lain? ngaca donk baca lagi UUD 45 seblm mencalonkan diri jadi presiden disitu jelas tertulis pemimpin negara adalah warga negara indonesia ga tertulis mesti beragama islam kan?
Adikumoro Romi @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 10:00
"Made Solly @ Jumat, 26 Juni 2009 | 18:25 Habib Husen Al-Habsy..mungkin perlu mencermati lagi dasar2 Pancasila..masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang terdiri dr bbrp suku dan agama..jikapun benar istri Boediono adalah seorang katholik, lantas apakah haram jika salah satu pemimpin negeri ini atau keluarganya adalah seorang non muslim...? sebagai tim sukses "Pasangan Nusantara"..nusantara mana yang dimaksud ya.??..Dewasa dan cerdaslah dalam bersaing.." sangatlah bijak
netal @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 09:56
jangan ribut2 sama aja tuh semuanya
heroe @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 09:29
J-elas K-alah...
LN @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 08:35
kalo calon negarawan berpola pikir gitu, jangan pilih. Lanjutkan
udin @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 05:56
agama diktp dihapus aja....,,kagak bisa maju negara ini......ngaca diri sendiri aja.,.,.,jangan menjadi hakim dalam soal kepercayaan dan keyakinan.......
deden @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 00:34
heran klo tim JK blng tidak mengetahui..orng yg bagi2 potokopian tu jelas2 di meja tim nya JK,,pada buta kali yaaa
Sowhat @ Jumat, 26 Juni 2009 | 23:24
Open your mind guys, biar negara Indonesia ini maju. Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Siapa yang mau merubah dasar negara dengan berbagai alasan berari anda bukan orang Indonesia, orang dari planet Mars kalee!!! Ari gini, jaman Blackberry gini kok masalah agama dibawa2, orang2 berpikiran kolot, sempit dan kekanak - kanakan ini yang bikin bangsa Indonesia dianggep primitif terus. Dan sudah jelas siapa calon2 presiden yang berkualitas dan memenuhi syarat!!!
culun09 @ Jumat, 26 Juni 2009 | 23:00
sudah jelas terlihat bahwa Pemilu di negara kita ini TIDAK BERMUTU...!!!!
erwin nugroho @ Jumat, 26 Juni 2009 | 20:29
Ayo kita semua saling memelihara kerukunan antar umat beragama.....jangan biarkan kita tercerai berai dengan adanya fitnah....sukses selalu untuk kita semua...merdeka untuk semuanya
leando @ Jumat, 26 Juni 2009 | 20:15
keyakinan seseorang janganlah dibawa2 dalam kanca politik,yang terpenting memperhatikan rakyat & mensejahterakan jangan timbul konflik atar suku,agama,dsb.Dimata Tuhan kita sama 1 keturunan adam & hawa.
dennykisworo @ Jumat, 26 Juni 2009 | 18:29
Sebenarnya kalo pun ibu Budiono dulunya katolik dan sekarang jadi muslim emangnya ada yang salah ,,,,,,,
Made Solly @ Jumat, 26 Juni 2009 | 18:25
Habib Husen Al-Habsy..mungkin perlu mencermati lagi dasar2 Pancasila..masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang terdiri dr bbrp suku dan agama..jikapun benar istri Boediono adalah seorang katholik, lantas apakah haram jika salah satu pemimpin negeri ini atau keluarganya adalah seorang non muslim...? sebagai tim sukses "Pasangan Nusantara"..nusantara mana yang dimaksud ya.??..Dewasa dan cerdaslah dalam bersaing..
chas @ Jumat, 26 Juni 2009 | 18:21
pak habib.... kok tega memecah belah bangsa ini.apa kalau udah pake habib segala maka bapak bisa dengan suka hati memberikan pendapat? negara kita ini menghadapi musuh dari dalam kok,,,,
Bayu Aji @ Jumat, 26 Juni 2009 | 17:31
Wahyu..emanag mau istri lo dituduh kafir...menuduh tanpa alasan itu adalah fitnah mas...
Bro @ Jumat, 26 Juni 2009 | 17:12
Islam, kristen, budha, hindu, atau ateis sekalipun... kalo negara kita negara replubik ya masa bodo... selama masyarakat hidup bahagia sih ngapain pikirin soal gituan... gk penting, bro... yg penting itu brusaha gimana supaya yg jadi presiaden harus yang tepat dan dapat membuat negara kita yg berkembang ini menjadi negara maju... kalo SBY-BD bisa, knapa nggak?
doblang @ Jumat, 26 Juni 2009 | 16:56
sebenarnya wajar -wajar saja jika orang ingin tahu profil calon pemimpinnya. Di AS waktu pemilu lalu, BARRACK HUSSEIN OBAMA diisukan seorang MUSLIM ditengah masyarakatnya yang NASRANI, dan menjadi isu yang penting. Lha disini dengan penduduk mayoritas MUSLIM, wajar jika isu itu juga dianggap PENTING bagi sebagian orang MUSLIM. Point saya, kita sebagai pemilih hendaknya mempejalari segala aspek dari calon pemimpin kita dan nggak emosional.
doblang @ Jumat, 26 Juni 2009 | 16:37
sebenarnya wajar -wajar saja jika orang ingin tahu profil calon pemimpinnya. Di AS waktu pemilu lalu, BARRACK HUSSEIN OBAMA diisukan seorang MUSLIM ditengah masyarakatnya yang NASRANI, dan menjadi isu yang penting. Lha disini dengan penduduk mayoritas MUSLIM, wajar jika isu itu juga dianggap PENTING bagi sebagian orang MUSLIM. Point saya, kita sebagai pemilih hendaknya mempejalari segala aspek dari calon pemimpin kita dan nggak emosional.
joko @ Jumat, 26 Juni 2009 | 15:59
yg penting mau membela wong cilik, mau katolik/islam tidak masalah. kecuali nyalon capres pesantren baru diributin.
stefanus @ Jumat, 26 Juni 2009 | 15:31
bapak2 ibu2 yang ngributin hal bginian,,koq kayak bukan orang dewasa ya.. gak bisa berpikir secara objektif,,emang ada yang salah ya dengan salah satu agama...?? negara ini kan bukan negara agama,,tapi negara keTuhanan..ada 5 agama yang diakui... negara aja mengakui kebenaran kelima agama tersebut.. koq anda2 pikirannya subjektif dan kekanak-kanakan ya....
aul @ Jumat, 26 Juni 2009 | 15:05
yang dimasalahkan..di agama islam nikah itu tidak boleh beda agama.sama aja ZINA.jadi apakah mungkin Negara kita dipimpin oleh orang yg seperti itu...itu ada di AL-QUR'AN..
waluyo sugiharto @ Jumat, 26 Juni 2009 | 15:03
apapun yang terjadi,apapun rumornya,apapun fitnah yg tersebar,SBY-BOEDIONO TETAP PILIHAN YG TERBAIK,LANJUTKAN!!!
akok @ Jumat, 26 Juni 2009 | 14:29
jangan pilih yang anti agama lain
item @ Jumat, 26 Juni 2009 | 14:14
kebebasan beragam telah dijamin oleh konstitusi kita yaitu UUD\'1945, jadi apapun agamanya setiap orang memiliki hak yang sama untuk bisa menjadi presiden dan wakil presiden kita, tolong untuk para politisi agar jangan menggunakan agama sebagai alat politik untuk bisa meraup suara, tapi seperti kata pak budiono \" agama itu sakral, jadi tempatkanlah dia pada tempat yang sesungguhnya\"
sam @ Jumat, 26 Juni 2009 | 13:21
tak bisa dipungkiri... orang yang tak punya kemampuan tapi punya keinginan besar akan berusaha mencari kelemahan orang lain untuk menutupi menutupi kelemahannya.... harusnya gentle dong, kalau mau menjadi orang besar tonjolkan kemampuan diri sendiri, bukan membusukkan orang lain... calon pemimpin seperti itukah yang akan kita pilih... pikirkan sendiri siapa yang pantas dan layak dipilh
Just Me @ Jumat, 26 Juni 2009 | 13:04
Se-x lagi, GA USAH URUS AGAMA ORANG LAIN! Tapi, kenapa ada yg bilang itu sbg 'fitnah'??? Mmgnya kalo non-Islam, kenapa?
Staf PMI @ Jumat, 26 Juni 2009 | 12:41
Intinya ........ Yang Penting AKhlaknya boo... Bkan Agamanya yang dipermasalahkan kaleeee. Heran Udah Gede koq pikirannya kayak anak kecil aja, gimana sich...........
balqis @ Jumat, 26 Juni 2009 | 12:19
semua agama itu sama, bagaimana mana kita menjalani dan menyikapinya, apapun itu mari kita LANJUTKAN !!! pilih yang pasti-pasti aja SBY & BD
solven @ Jumat, 26 Juni 2009 | 02:22
Emangnya kalau Katholik gak boleh??? Di Indonesia khan ada 5 agama yg diakui??? kenapa harus mempersoalkan Agama? Makanya gak maju2. Lha pikirannya masih pada kolot.
ria @ Jumat, 26 Juni 2009 | 00:46
apanya yg salah kalau menganut agama selain Islam, saya sendiri Muslim, tapi bagi saya semua agama baik, tergantung orangnya masing2, tak sedikit yg bergelar haji jg kehilangan moralnya, kita hrs open minded dan obyektif, lagian Indonesia kan bukan negara Islam, kita punya 6 agama yg diakui.untuk ibu Boediono yg kuat ya Bu, Tuhan itu Maha Adil..
Ginanjar Suwito @ Jumat, 26 Juni 2009 | 00:37
Agama jgn dilibatkan dalam politik, koreksilah diri sebelum bicara agama karena negara kita memberi kebebasan dalam beragama
iffat @ Kamis, 25 Juni 2009 | 23:10
kalo benar?????berani sekali membeberkan kalo tidak ada buktinya!!!!!!
ria @ Kamis, 25 Juni 2009 | 23:05
indonesia...wakeup...where is pancasila...sudahlah jangan ribut soal agama melulu....negara lain tuh udah pada maju masa kita mau mndur ke primitif lagi sih??? agama apa pun gak masalah..memang indonesia hanya milik muslim saja??? gak usah lah sentimen begitu...dewasalah hi indonesia...
tumbor @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:44
Aneh,orang yang memberi isu itu. yang dipersoalkan mlah masalah agama. orang koruptor itu kebanyakan yang mengaku Islam. jadi umpamanya ada agama lain yang memimpin negara ini, sah-sah saja. yang penting dapat memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik.
sapto @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:40
Orang sabar disayang Tuhan, bagi yang memfitnah tinggal tunggu hukuman dari Tuhan, Lanjutkan
cahpati7 @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:35
apapun yang terjadi bagi kami tidak ada capres/cawapres kecuali SBY & BUDIONO
Kres Bdg @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:29
Kalau ada pemimpin/partai/pemuka agama yg masih memasalakan agama dlm pemerintahan, menyatakan bhw dia/mereka belum terbuka matanya bhw Indonesia dari dulu memang terdiri dari berbagai agama, suku & kepercayaan. Kemana aja selama ini mas ?
Nani @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:17
klu katholik kenapa?apa katholik bukan suatu agama?bgm negara ini mau maju klu segala sesuatunya diukur dan lihat dari latar belakang kepercayaanya dan bukan dari moralnya.coba deh lihat banyak para pemimpin dlm pemerintahan kita yg ngaku punya moral dan agama tapi korup dan tak perduli dengan negara,makanya indonesia tak pernah maju-maju,selalu menjadi negara yg sedang berkembang,negara lain selalu maju klu indo sepertinya selalu mundur semua ini krn hanya melihat dari keprcayaan seseorang.klu pun org tsb tdk punya agama itu bukan urusan kita di akherat dan itu urusan mereka.di dlm UU juga di katakan kita tdk bisa memaksakan suatu keyakinan kpd org lain,setiap warga negara berhak memeluk agama yg dia yakini.contoh dong singapura,walaupun mayoritas chinese tapi dlm pemerintahan berbaur,presidennya hindu,PM nya chinese dan di tingkat pemerintahan pempimpinnya juga muslim,makanya singapura majuuuuuuuu, jadi berpikirlah positif jgn sangkut pautkan agama dlm suatu hal suapaya bangsa ini maju. agama apapun yg di anut calon pemimpin mau islam,katholik,protestan,hindu atau buhda sah-sah saja,mereka juga warga negara indo berhak mendapatkan hak yg sama dgn warga lain
adelia @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:15
Bukan masalah agamanya yg dipertanyakan,tapi kemampuan pak Budiono dlm menangani bangsa ini nantinya, wong ngatur istri sendiri kagak bisa gimana mau atur bangsa.suami itu pemimpin bagi istri kalau suami yakin ke kanan tapi istri yakin ke kiri gimana bisa aman. tidak masalah kalau budiononya sendiri juga agamanya sama-sama katholik.
Mega @ Kamis, 25 Juni 2009 | 22:07
Tau bnr nih tmn2 semua!! kepercayaan masing2 deh...apalagi ibu Boedi kan pendamping bukan bu boedi nantinya yg menjalankan negara..yg penting akhlak deh kelakuan ini blm apa2 fitnahh trss gmana sih?? kubu JK apa yaa takut kalah apa kubu Mg?
black ck/anak rantau @ Kamis, 25 Juni 2009 | 21:55
jgn takut calon ibu persidenku maju yerus alau peluru hujatan hinaan apapun gak usah gentar,klo masalah agama itu urusan seseorang ama yg di yakininya yg paling penting moral dan ahlak seseorang itu,maju sby ku
Leni @ Kamis, 25 Juni 2009 | 21:35
It doesn\\\'t matter if the President is black or white or of others religion. It matters most if he listen and decide what is good for the country and the citizen. Choosing the wrong person to be the President will lead the country nowhere.
michael @ Kamis, 25 Juni 2009 | 21:08
setiap orang berhak menganut agama berfikirlah secara logi jangan kaya anak kecil masalah agama aja di besar2kan kaya kurang kerjaan aja klo mo pada saingan jgn bawa2 nama agama segala memikirkan nasib bangsa adalah yg utama bukan ribut masalah agama
ela @ Kamis, 25 Juni 2009 | 20:54
ngga jaman agama hrs di perdebatkan nga jaman agama jadi sasaran ko kaya pada kurang kerjaan aja ribut2 masalah agama kaya orang ga perpendidikan aja katanya indonesia ber bhineka tunggal ika ko palah nyatanya masih kaya gini semua agama itu baik tergantung manusianya aja yg menganut baik/gaknya mengoreksi diri sendiri lbh baik sebelum mengoreksi orang lai
harsono heri @ Kamis, 25 Juni 2009 | 20:45
buat pak boediono harus tegar, dan jgn lemah adanya fitnahan atau kritikan yang ada... bangkit dan maju terus ??? ok Pak......
ela @ Kamis, 25 Juni 2009 | 20:40
di jaman masa kini masih aja ributin masalah agama klo mo pada saingan tunjukin dong niat baiknya jgn hanya omongan aja jgn hanya karna agama jadi bumerang tuk menjatuhkan lawannya ga etis namanya berfikir secara logi klo indonesia butuh pemimpin yg benar2 peduli pada rakyat bukan menjadi profokator hanya karna agama
oga @ Kamis, 25 Juni 2009 | 20:30
Saya sendiri beragama islam,dan sy th hukum agama,klu emang habib husein th istri Boediono katolik emang knp ??....yg mau di pinpin suaminya itu adalah negara tetapi bukan pengajian di masjid.klu org ngerti hukum agama islam gak akan membeda-bedakan agama yg lain,sy blg semua itu fitnah.org sk memfitnah adalah calon penunggu neraka jahannam,di aherat ntk yg di ty bkn agamanya tp kelakuaannya.utk SBY-Boediono jgn spi kecil hati,semua itu anggap setan numpang lewat.....rakyat indonesia slalu bersamamu amien.....
lukman @ Kamis, 25 Juni 2009 | 20:22
ah...isu lagi.jangan jangan itu hanya untuk menjegal JK saja,karena kewalahan menjawab isu sebelumnya yg memang benar,maka di buat sendiri isu yg salah,untuk tarik simpati.
lutux @ Kamis, 25 Juni 2009 | 20:04
mengapa status agama dipermasalahkan, jangan takut ada orang ndak mau pilih karana mengetahui status agamanya.
ajhir @ Kamis, 25 Juni 2009 | 19:46
yang penting bagaiman caranya kita inrospeksi diri kita masing2... \'n ga SEKULER
arif @ Kamis, 25 Juni 2009 | 19:44
ha ha ha ha ha ......
Joel @ Kamis, 25 Juni 2009 | 19:38
kawin lintas agama kan diperbolehkan oleh undang2, kenapa orang lain yang ribut kasak-kusuk, trus rakyat juga sudah tahu dan melek politik siapa pemimpin yang bisa membawa bangsa ini lebih baik kedepan, yakni pemimpin yang dpt mengayomi dan mensejahterakan rakyatnya, bukan pemimpin yang suka gosip, LANJUTKAN!
alek sander. @ Kamis, 25 Juni 2009 | 19:36
soal agama jangan di ribut kan pikirkanlah kehidupan rakyat kecil yg semakin parah kehidupanya,
heri @ Kamis, 25 Juni 2009 | 19:33
waduuuuuuuuuuuh.....gimana ne dr dulu ko agama jadi bahan ributan.justru orng yang mengerti agama kayaknya gggk penting ngmongin apakah agama mereka...maju terus pak sby ...pantang mundur ...bawalah negara kita menjdi lebih baik ....maju terus
Fatimah-fatih @ Kamis, 25 Juni 2009 | 19:26
bagaimana bangsa indonesia mau belajar berpolitik yang intelektual sedangkan perbeda'an Politik dan Agama saja tidak tahu.Janganlah kalian menghakimi atau mengadili sendiri umat manusia di dunia ini yang berurusan dengan allah karena allah akan mengadili sendiri nantinya,allah maha melihat.
affanid @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:59
hidup jk jangan biarkan orang menuduh sesuatu yg tidak anda lakukan, wong jelas yg nulis ada namanya dan bukan jk trus dikopi lagi, itu yg nuntut picek kali yah salah liat habib ama jk, menyedihkan kayanya emang sengaja yah dikait-kaitkan biar nyambung, malah yg nuduh itu yg black campaign, bilang jk yg buat itu fitnah tau
rangda @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:45
Gw lagi cari info tentang kebenaranya,seandainya benar gw ogah pilih Sby-Budi.
kutukupret @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:44
ga jaman. ga mutu. ndeso. kampungan. katrok. are gene pake alesan agama buat nyerang orang laen?
edie @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:26
SEMAKIN JELAS PEMILU AKAN JADI 1PUTARAN SAJA LANJUTKAN...!!!
osmer @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:18
abis..pasangan lawan SBY bisanya cuma ngejelek2in lawan, karena mereka memang ga punya kemampuan apa2 sih yang bisa ditonjolin.. ibaratnya modalnya cuma bisa ngebohong & ngefitnah....yahh..apa mau dikata..maklum deeh.. maju terus SBY-Boediono!
ningsiharti @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:17
kalo emang katolik kenapa? moral manusia bukan di ukur dari agama tapi cara berpikir dan bertindak. ampun dech jaman gini masih menilai orang dari agama..............
Harjono Gunawan @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:11
Manusia dinilai dari perbuatannya, bukan dari agamanya. Semoga Tuhan mangampuni sdr yg menyebarkan selebaran itu.
Dewantara Pradono @ Kamis, 25 Juni 2009 | 18:03
skrg katolik, kemarin jilbab....duh kampungan banget tuh tim capres yg membuat issue...semakin memperlihatkan pikiran sempit pemimpinnya. hai rakyat JANGAN PILIH pemimpin spt itu!
jeffrey @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:57
ah ga peduli, mau kaya apa kek fitnahnya.. ...yang penting..lanjutkan SBY!!!
hary @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:53
Sebenarnya sy tidak sependapat dengan masalah agama,seandainya mereka non muslim akan tetapi dapat memajukan ekonomi bangsa..apa salahnya..??? kita harus lebih rasional dalam berfikir..
Tjaturwanto @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:47
Banyak orang mengaku beragama tetapi kelakuannya tidak beragama seperti membakar tempat ibadah agama yang dianutnya ???
saphir @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:37
ngomongi agama orang, emang diri sendiri gimana? udah baik agamanya? jangan2 KTP doang????please deh, profesional aja....
heni tewe @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:34
Wahh.. Wahh.. Seru nehhh. ada ajaa ya yg iseng!
buthacakil @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:30
fotocopy an tersebut akan menjadi bumerang bagi pemesan berita. orang bodohpun akan membaca siapa dibalik berita yang memuat kampanye hitam tsb. kubu lawan berlindung dibalik kebebasan pers dan tulisan SARA..
eddy_crb @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:27
pak SBY biarin partai lain selalu memfitnah anda dan isti pak boediono,Allah maha tau segala2nya ,apapun partainya presidenku tetap pak SBY aku yakin anda yg terbaik untuk memimpin negara tercinta ini \\\"INDONESIA\\\"
Gusti Ardiansyah @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:24
Saya setuju dgn pendapat pak Budiono waktu di debat Cawapres yg menempatkan agama diatas segalanya. Jgn gentar pak SBY,kami dibelakang anda,Agama tdk bisa dipolitisasi...Lanjutkan
Iwan @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:24
Lanjutkan pak SBY ! Do'akan tman2 qt yg memfitnah, dzikir n do'a ja pak n truz berikhtiar mga ngara qt nh lbh baek,
ronny suoth @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:17
Kasihan pa\\\'Boed, \\\"LANJUTKAN\\\" aja pa\\\'. Kami dibelakangmu.
Nani Bagus @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:14
Keyakinan seseorang tidak bisa menjadi tolok ukur berbudi baik,yang mengaku beragama juga tidak bermoral ( korupsi). Ibu Boediono, Alloh Maha Tahu apa keyakinan dan ibu.
Zainal Yusuf @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:14
Memangnya yg punya hak jadi presiden & wakil presiden hanya org muslim saja..?? Rasulullah aja gak mengajarkan kaumnya untuk memfitnah org lain walaupun mereka bukan seiman.
Boncu @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:06
Kok di Indonesia makin lama makin aneh ya??? Emang apa hubungannya agama sama politik??? Wah kayaknya orang-orang yang yang berpolitik harus belajar Pendidikan Moral lagi tentang menghargai sesama......
@ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:05
Cara demokrasi dan pola pikir bangsa Indonesia dalam berkampanye sgt aneh.
ari @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:05
bagaimana ini bisa terjadi pada saat pemilihan presiden diambang pintu kasihan Pak SBY lanjutkan PAK
donhendro @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:05
Kemaren Agama Pak Boed dipermaslakan,Sekarang Istrinya dipermasalahkan...Besok Anaknya terus tetangganya agama apa???? kacau bangsa ini.... Agama dijadikan isu...
nindya @ Kamis, 25 Juni 2009 | 17:01
tenang aja itu hanya isu yang tdak senang dengan kehadiran ibu.mungkin caranya untuk mencari suara sebanyak banyaknya isu itu nanti akan hilang sendiri. pasti Tuhan maha tahu...
Nani Bagus @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:57
Keyakinan seseorang tidak bisa menjadi tolok ukur berbudi baik,yang mengaku beragama juga tidak bermoral ( korupsi). Ibu Boediono, Alloh Maha Tahu apa keyakinan dan ibu.
cantik @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:57
masalahnya emang knp kl katolik...? pikirkan kemajuan bangsa. enga usah neko-neko...
RS @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:54
bodo amat, masalahnya disini bukan harus pemeluk suatu agama apa yg harus/bisa maju ke pucuk pimpinan negara NKRI tercinta ini,tapiyg penting bukan KORUPTOR, dan peduli akan NKRI ini
singo @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:52
indonwsia kan di beri kebesan untuk beragama biar katolik protestan hindu budha asal mengikuti ajaran yang benar gak masalah justru yang mempersoalkan itu orang yang suka mengadu domba agama kalu masih ada orang seperti itu indonesia aku jamin tak akan aman/maju jangan2 tu orang dalangnya kerusuhan di poso sukanya menfitnah dan cari kejelekan orang lain
Kampret @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:44
Semakin dekat hari H nya pemilihan Capres dan Cawapres, semakin kelihatan siapa yang punya hati busuk, Jika calon pemimpin negara atau rakyat Indonesia masih mempermasalah agama pemimpinanya, biar SAMPAI KIAMAT gak bakalan negara Indonesia ini akan makmur, sejahtera dan damai. PERCAYALAH!.
Melky @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:40
Jangan jadikan agama menjadi penghalang, apabila anak bangsa ingin membesarkan bangsa ini.... Perjuangan masih panjang, kenapa dahulu sewaktu kita dijajah oleh Bangsa lain, agama bukan suatu penghalang..!!! Jadi marilah bersikap dewasa, untuk bersama-sama besarkan bangsa yang sedang terpuruk ini.... MERDEKA
Sari @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:37
Klo mo dipilih jd presiden ndak usah saling menjelek2kan ndak penting bgt, yg lebih penting kinerja ke depannya
akhmad @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:28
fitnah itu lebih kejam dari membunuh,biar aja nanti kan ada pengadilan diakhirat
sakinah @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:24
yeach...kapan dewasanya manusia Indonesia...,masih saja urusan agama dijadikan senjata buat berperang,apa pada nggak percaya diri untuk menang ya...? dari dulu emang sdh diakui ada beragam agama di negri Indonesia ini dan itu sah adanya..coba jangan kampungan dan kekanak-kanakan dong...
Zarnuji @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:20
Biarkan anjing Menggonggong.... Sekali SBY tetap SBY.... Di serang dari sisi kiri kanan, kagak masalah, di keroyok pun hati kami tetap SBY. Lanjutkan Pak, PanTang Mundur, jumlah kmi disini Masih Lebih Banyak dari pada omongan Mereka-mereka. SemangaT, 1 Putaran.,
Budi @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:19
ini sudah keterlaluan banget dan harus di usut tuntas.karna bukan kali aja pak sby dan boediono di fitnah,mungkin kita masih ingat perkataan butet yang tidak enak langsung didepan pak sby
Nicesekali @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:09
Inget dulu waktu Obama kampanye, dia juga di isukan beragama Islam oleh lawan politiknya, jadi ngga di amrik ngga disini selama namanya manusia pasti ada saja tindakan kayak gitu
titin @ Kamis, 25 Juni 2009 | 16:03
pa yg sabar ya biar orang mau bilang apa yg penting BUKTIKAN dan LANJUTKAN
dyna @ Kamis, 25 Juni 2009 | 15:45
ampunnnnn kasian banget deh pa SBY dan pa Boediono,,, difitnah Terussssssss,,,,, tapi biarin ajah doakan orang yang menjelekkan pa SBY dibukakan pintu hatinya dan ditunjukkan didunia ini siapa yang lebih berkuasa tak ada yg lain yaitu sang Pencipta "Tuhan" Lanjutkan {a SBY saya percaya anda Bisa.
laina @ Kamis, 25 Juni 2009 | 15:30
so... yang benar tentang keluarga budiono apa donk??? penting tuhhh... sebagai calon kepala negara,,
Susan @ Kamis, 25 Juni 2009 | 15:27
Kalau saya jadi Pak Budiono, cuek aja. Mau istri atau dirinya di isu kan Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Kejawen, dsb... ya ga apa2. Emang apa jeleknya ? Masak milik Tuhan YME dibilang jelek?
binsar sunarya simatupang @ Kamis, 25 Juni 2009 | 15:02
Setelah Ibu - Ibu PKS tanggal 08.07.09 nanti ngak mau milih yang ngak pake jilbab, eh baru rame - rame pake jilbah!. Emang jilbab "narik suara rakyat" ?. Kayaknya bisa nkali ya !
Just Me @ Kamis, 25 Juni 2009 | 14:48
Hari genee, masih ngributin agama orang lain????? Kasihan dech bangsaku...
risman @ Kamis, 25 Juni 2009 | 14:33
yg namanya memfitnah ya jelas salah..., tapi kalau pun memang istri Boediono beragama Katolik... apanya yang salah???? Kejadian ini membuktikan bahwa di Indonesia ada diskriminasi agama dan menganggap agama yang satu lebih tinggi dari agama yang lain. Saya rasa ke depan, para pemimpin negara ini harus menjadi pemimpin yang tidak membeda2kan soal agama dan harapan saya di Indonesia ada kebebasan beragama yang nyata bukan hanya tercatat di Pancasila.
yoana @ Kamis, 25 Juni 2009 | 14:04
kenapa sekarang masalah agama di besar-besarkan? bukankah Indonesia adalah negara yang menghargai agama - agama lain?
HERMAN SAMAN @ Kamis, 25 Juni 2009 | 14:01
mAU KATHOLIK KEK...BUDA.KEK...HINDU KEK...MSLIM KEK ....SELAMA TIDAK BERTENTANGAN DGN. HUKUM INDONESIA,SAH..SAH...SAJA..
wahyu purnomo @ Kamis, 25 Juni 2009 | 13:48
seperti anak kecil aja, main tuntut-tuntutan, dewasalah sedikit...?. kalau memang hiya..gmn...?. hayoo...Mari kita belajar untuk saling menahan diri...

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code