Noordin M(emang) Top  

Vincent Hakim
24/07/2009 18:32
Liputan6.com, Jakarta: Sejak peristiwa bom malam Natal 2000, nama Noordin Mohammad Top (versi lain menyebut: Noordin Mohammed Top) dengan partner duet bombernya yang juga asal Malaysia, Dr Azahari Husin, mulai terdengar samar-samar di telinga publik awam Tanah Air. Sejak peristiwa itu pula, nama Jamaah Islamiyah (JI) seolah terpublikasikan secara perlahan dengan sendirinya di negeri ini. Masyarakat luas pun jadi lebih 'peduli' dengan organisasi itu.

Siapa sebenarnya Noordin Mohammad Top (NMT) itu?

Mungkin di negeri ini belum ada nama yang terus-menerus disebut dalam hitungan menit, tiap jam, dan bahkan setiap waktu, sebanyak nama Noordin M Top. Barangkali, kalau saja ada orang yang mau menghitung, nama Noordin M Top tentu bisa masuk tercatat di buku museum rekor Indonesia (MURI) karena begitu intensnya orang menyebut-nyebut nama tersangka bomber itu. Bayangkan, dari mulai obrolan di warteg, tukang ojek, anak-anak jalanan, pedagang sayur keliling, ibu-ibu rumah tangga, kaum elitis, hingga pejabat penting pemerintah, sampai-sampai warga dunia menyebut-nyebut nama NMT. Jaringan televisi internasional sekelas CNN pun tak henti-hentinya menyebut NMT saat breaking news peristiwa ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat (17/7). Pendek kata, sejak bangun tidur hingga mau tidur lagi pada malam hari, orang membicarakan nama NMT. Ini pun belum termasuk dari kalangan aparat keamanan dan penegak hukum, karena pastilah di setiap tarikan napas mereka terkandung nama Noordin M Top. Dari sisi 'jumlah penyebutan nama' ketenaran NMT mungkin hanya dapat disejajarkan dengan nama pemimpin Al-Qaeda Osama bin Ladin atau divo pop dunia Michael Jackson.  

Profil detil Noordin tak banyak diketahui publik. Kabarnya, NMT lahir di Johor. BBC menulis, pria yang sering berubah-ubah penampilan itu adalah seorang sosok yang cerdas. Akuntan kelahiran 11 Agustus 1968 itu, memang cocok dengan perannya sebagai pengatur keuangan dan sekaligus sebagai penyandang dana dalam berbagai proyek pemboman di Indonesia. Dan satu lagi keahliannya, NMT amat piawai meyakinkan orang. Itulah sebabnya, NMT dijadikan sebagai orang terpercaya di organisasi sebagai perekrut anggota baru.

Noordin lari ke Indonesia bersama Azahari Husin setelah pemerintah Malaysia menghancurkan gerakan Islamis radikal pascaserangan yang menggegerkan dunia, 11 September 2001 di Amerika Serikat. Sejak itu, Noordin-Azahari tak pernah berani pulang kampung ke negerinya. Karena kedua tokoh penting JI itu menjadi buronan paling dicari di negaranya sendiri, Malaysia.

Duet NMT dan Azahari Husin disebut-sebut para pengamat terorisme begitu serasi dan keahlian mereka masing-masing pun terbukti saling mengisi. NMT sebagai penyandang dana, sementara Azahari Husin berperan sebagai pembuat bom. Azahari dikenal sebagai sarjana teknik bergelar insinyur yang kemudian melanjutkan studi doktoralnya di Inggris. Azahari meraih gelar doktornya di Universitas Reading.

Sepak terjang NMT sejak masuk Indonesia, tentu saja berduet dengan sang "Doktor Bom" Azahari, bersama dengan jaringan sel organisasinya sangat nyata dirasakan masyarakat. Ketika bom mobil meledak di depan Kedubes Filipina di Jakarta 2002, lalu bom besar di Bali yang menewaskan sedikitnya 200 orang pada tahun yang sama, nama NMT pun disebut-sebut ada di belakang peristiwa keji bom bunuh diri itu. Nama Noordin kembali disebut-sebut saat bom meledak di Hotel JW Marriott 2003 yang menewaskan 12 orang. Lagi-lagi, nama NMT disebut ketika bom mobil meledak dahsyat di depan pintu gerbang kantor Kedubes Australia di Jakarta 2004 yang menelan korban meninggal 11 orang. Nama Noordin Mohammad Top seolah tak pernah absen dalam setiap insiden peledakan bom di Tanah Air. Indikasi keterlibatan NMT itu disampaikan secara resmi oleh polisi. Tahun 2005, Bali kembali diguncang bom. Lagi, lagi, dan lagi nama NMT diduga kuat berada di balik peristiwa berdarah yang menyebabkan 23 orang meninggal itu. Insiden peledakan bom terbaru, Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan Jakarta, kembali jadi sasaran. Kali ini peristiwanya nyaris bersamaan dengan peledakan bom di Hotel Ritz-Carlton, Jumat (17/7) pagi pukul 07.50 WIB. Sembilan orang tewas dalam peristiwa ini. Dari hasil penyelidikan Polri, kesimpulannya mengerucut pada nama NMT bersama kelompoknya. Nama Noordin M Top identik dengan penyebar maut dan bom bunuh diri. Rupanya, sepeninggal Dr Azahari Husin tak menyurutkan sepak terjang Noordin.  

Mengapa Noordin Mohammad Top sulit ditangkap?

Jika dihitung-hitung, sejak nama NMT muncul pertama kali hingga sekarang, berarti sudah 8 tahun Noordin malang melintang berkeliaran di Tanah Air. Selama itu pula, NMT dan kelompoknya menyebar hawa kematian. Tak pernah peduli siapa korbannya.

Sejak tinggal di Indonesia, NMT berkali-kali ganti nama. Hanya kalangan internal terbatas di kelompoknya saja yang mengetahui siapa sebenarnya di balik nama-nama aliasnya itu.

Di antaranya, tahun 2004, Noordin berganti nama menjadi Abdur Rachman Aufi. Di tahun itulah NMT berkenalan dengan Munfiatin alias Fitri, perempuan asal Jepara, Jawa Tengah. Sarjana pertanian itu berprofesi sebagai pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Subang, Jawa Barat. Noordin kala itu mengaku sebagai mujahid (pejuang) yang sedang dicari-cari polisi. Setelah sempat menikah siri di Surabaya, mereka pun akhirnya menikah sah di Balai Nikah KUA Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, 7 Juli 2004. Munfiatin pun resmi menjadi istri kedua Noordin (istri pertamanya tinggal di Malaysia). Tapi tak lama setelah pernikahannya, polisi mengendus persembunyian NMT. Noordin berhasil lolos, istrinya ditangkap Densus 88. Juni 2005, sang istri kedua NMT itu diadili di Pasuruan, Jawa Timur, dengan dakwaan menyembunyikan informasi buronan negara dan akhirnya dijebloskan ke penjara wanita di Malang. 

Selain nama pribadi yang berubah-ubah, NMT selalu mengganti nama kelompok selnya. Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah, Nasir Abas, seperti ditulis Majalah Mingguan Tempo, mengatakan nama kelompok Noordin M. Top biasa berubah dalam setiap melakukan aksinya. Seperti Anshorul Muslimin, Brigade Firaqul Maut, dan Qaedatul Jihad. Nama-nama ini dipakai, di antaranya dalam operasi peledakan bom di Kedubes Australia dan bom Bali II.

Selama dalam persembunyiannya NMT selalu dibantu oleh sel-sel jaringannya yang sangat eksklusif itu. Bahkan sebelum menikah resmi dengan Munfiatin, di Surabaya Noordin sempat membuat Kartu Keluarga Sementara (KKS) dan KTP 2004 atas nama Abdur Rachman Aufi bin Aufi beralamat di Tuwowo Rejo IV/18, RT/RW 004/001 Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.    

Beberapa upaya penangkapan NMT dilakukan tim elite antiteror Polri Densus 88. Di antaranya, penyergapan di NTB yang sempat berbuntut kasus salah tangkap terhadap orang yang diduga mirip NMT. Lalu upaya penangkapan di beberapa tempat di Jawa Timur dan Jawa Barat. Beberapa kota kecil seperti Wonosobo, Temanggung, Brebes, Pekalongan, dan daerah pantai utara Jawa tak luput dari intaian Polri. Termasuk kabar terbaru penyergapan di Cilacap. Penggerebekan tempat-tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian Noordin, dilakukan pula di Sumatra. Medan, Kawasan Kepulauan Riau, Batam, dan belum lama penggerebekan dan penangkapan 'kelompok Palembang' yang diduga kuat merupakan kaki tangan NMT. Semua upaya Polri itu masih belum berhasil. Dengan kata lain, Noordin M Top selalu berhasil lolos dari sergapan. Mantan petinggi JI, Abu Rusdan, dalam suatu wawancara dengan sebuah televisi swasta, Kamis (23/7) siang menyatakan, keberhasilan Noordin meloloskan diri dari upaya penangkapan polisi lebih dikarenakan unsur campur tangan Allah. 
   
Abu Rusdan mengatakan, sejak 1999 organisasi Jamaah Islamiyah dinyatakan tidak efektif lagi. Tidak ada lagi sosok pimpinan yang bisa dijadikan panutan. Sejak itu, kelompok JI seperti pecah dan para tokohnya berjalan sendiri-sendiri. 

Januari 2006, polisi menyebut Noordin telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin kelompok baru bernama Tanzim Qaedat al-Jihad yang berarti lebih kurang 'Kelompok untuk Dasar Jihad'. Sutanto (yang waktu itu masih menjabat Kapolri) mengungkapkan, Noordin M Top menggambarkan dirinya sebagai pimpinan kelompok Tanzim Qaedat al-Jihad, yang mencakup kawasan Indonesia, Malaysia, Brunei dan Filipina. Para pengamat terorisme berpendapat, kelompok baru Noordin itu berideologi jihad, serupa dengan Al-Qaeda.

Sementara itu, Nasir Abas mengaku belum bisa mengerti benar struktur organisasi baru NMT itu, yang disebutnya sebagai Qaedatul Jihad. Apakah sebagai bagian dari Al-Qaeda atau bukan. Tapi Nasir menduga, Noordin dalam menjalankan aksinya adalah dalam rangka menjalankan perintah Osama bin Ladin. Yakni membunuh orang-orang Amerika Serikat dan kaum sekutunya, sipil dan militer.(*Dari berbagai sumber)





Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 55 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
rosita @ Sabtu, 19 September 2009 | 15:38
tujuan utamanya JI (Abu bakar basyer, Noordim M Top dan kawan2) itu maunya mendirikan Negara Islam Indonesia tapi apa mereka tidak menperhitungakan bahwa ada juga propinsi2 yg lain di indonesia yg bukan mayoritas agama islam? jika itu terjadi sebaiknya bali. NTT, Papua Barat, Maluku, Kalimantan dan sulawesi merdeka aja dan tinggal pulau JAWA aja dan org jawa akan makan asapnya kendaraan. sehingga kita janji ikut ide bodohnya org seperti Abu Bakar Basyer, noodim m top dll. klo perlu juga tangkap si Abas nasir dan ruslam itu krn mereka itu penyikutnya JI dan di depan TV mereka membela JI
amin basir @ Sabtu, 08 Agustus 2009 | 20:09
saya mau nanya agama mana yang boleh membunuh orang yang tidak berdosa? maaf dijawab dulu dengan menggunakan batin anda. lalu silakan anda berkomentar. Saya yakin Tuhan itu tidak sebodoh otak orang-orang yang kehilangan kesadarannya, dan tidak menggunakan kalbunya.
tia @ Rabu, 29 Juli 2009 | 20:56
weeww... SEBAIKNYA ORANG ISLAM JANGAN MUDAH DI ADU DOMBA DENGAN ORANG KAFIR... buat teroris yang udah nyiapin bom2nya... kenapa kalian berfikir pendek?? kalau kalian memusuhi orang amerika...kenapa kalian tidak berangkat saja ke amerika sana??? jangan katakan kalau kalian tidak punya ongkos buat kesana sehingga menghancurkan negara sendiri...
Mr.Nunusaku @ Rabu, 29 Juli 2009 | 15:48
Noordin M Top warga Malaysia gembong teroris masuk ke Indonesia kawin dengan bangsa tempo, setelah dengan mudah merenggot remaja Indonesia untuk menjadi teroris bom bunuh diri. Mengapa mereka relah korbankan dirinya setelah dicuci otaknya oleh Noordin M Top...? Karena bangsa tempe ini mudah dibodohi karena memang kualitas bangsa tempe ini sangat mudah ditipu oleh orang Malaysia. Bayangkan untuk merenggut remaja harus datang ke Indonesia, kenapa ngak buat aja di Malaysia, mengapa harus di Indonesia..? Jawabannya; gudang pembodohan terbesar adalah di Indonesia karena kualitas bangsa tempe tetap berada dalam pembodohan.
husni @ Rabu, 29 Juli 2009 | 13:29
sekuat apapun keyakinan NTM tentang jihadnya, yang jelas dia harus menanggung dosa besar karena tidak satu pun agama didunia ini yang menghalalkan pembunuhan
teguh @ Rabu, 29 Juli 2009 | 10:40
jangan menyalahkan pak polisi,salahkan dirikita krn kita munafik,mengutuk tapi kalau teroris minta tlg utk menyembunyikan masih mau ini kata orang yg sering sy lihat di TV bagai mana Negara akan aman sedang rakyatnya Nasionalismenya perlu dipertanyakan.mari kita dukung dan semangati pak polisi& laporkan kalau ada yang kita curigai yang jelek itu OKNUM.
teguh @ Rabu, 29 Juli 2009 | 10:39
jangan menyalahkan pak polisi,salahkan dirikita krn kita munafik,mengutuk tapi kalau teroris minta tlg utk menyembunyikan masih mau ini kata orang yg sering sy lihat di TV bagai mana Negara akan aman sedang rakyatnya Nasionalismenya perlu dipertanyakan.mari kita dukung dan semangati pak polisi& laporkan kalau ada yang kita curigai yang jelek itu OKNUM.
Nurdin M top @ Rabu, 29 Juli 2009 | 10:22
Ha..ha..ha..ha.. Pda ngomongin Ane yah.. Rame amat sih,, selama ana ada di sinih mah tenang ajah,, qta ngopi2 bareng, ayohh tangkap aq pak polisi,,, jangan tidur ajah.. ha..ha.. kebanyakan tidur perus makin buncit ajah tuh.. ( maaf klo tersinggung )
Ricko @ Rabu, 29 Juli 2009 | 09:28
Sebaiknya indonesia harus mempunyai polisi swasta seperti dinegara2 besar yang bisa bekerjasama membantu polri untuk menangkap nurdin memang top
uwok alex @ Selasa, 28 Juli 2009 | 15:17
kalau tidak tertangkap dalam 1 bulan ini.udah aja tugas memberantas teroris limpahkan saja ke HANSIP (pertahanan Sipil)pasti berhasil dalam tempo yang sesingkat-singkatnya karena hansip benar-benar benteng negara yang di anggap remeh.hidup pak hansiiiiiiiiiiiiiiip
uwok asgar @ Selasa, 28 Juli 2009 | 15:10
NMT noordi M Top sekarang udah ganti nama jadi UDIN.susah kalau tangkap teroris ga bakal dapat uang pelicin sih.coba kalau di suruh tangkap orang pakai motor di jalan pasti cepat jalankan tugas ok!
uwok alex @ Selasa, 28 Juli 2009 | 15:04
malah udah 2 minggu mana buktinya kerja pihak berwajib yang selalui siap tanggap itu,keburu basi deh lambat laun diam lagi pasti bilangnya negeri ini aman terkendali,kondusip tau-tau meledak lagi,sibuk lagi,gitu seterusnya kapan negeri ini aman,sentosa.rakyat udah kenyang dengan OMDO (omong Doang)
uwok alex asgar @ Selasa, 28 Juli 2009 | 14:58
nah itulah akibatnya punya palsafah UUD (Ujung-Ujungnya Duit)NMT bisa aman dimana-mana banyak duit sih.
uwok asgar @ Selasa, 28 Juli 2009 | 14:55
kalau ga sanggup menangkap NMT udah aja kerahin semua adik-adik pramuka untuk menangkapnya.karena pramuka anti sogok ok!
Abah @ Selasa, 28 Juli 2009 | 14:43
Sebenarnya seluruh komponen bangsa kalau mau bekerjasama Noordin bisa ketangkap, pertama peran pemerintah terutama intelnya cari dan hancurkan sumber dananya, terus bongkar jaringannya dengan tidak kenal lelah dan lengah, ditingkat RT/RW lakukan check dan recheck tentang keberadaan dan kebenaran data dari setiap warga, dulu ada Babinsa sebagai mata dan kuping negara berikan laporan yang akurat bila terjadi sesuatu yang mencurigakan dan yang kedua peran MUI dan Ulama hancurkan dan luruskan ideologinya Noordin dengan cara melakukan pendekatan secara agama, persuasif dan bijaksana.
Abah @ Selasa, 28 Juli 2009 | 14:40
Sebenarnya seluruh komponen bangsa kalau mau bekerjasama Noordin bisa ketangkap, pertama peran pemerintah terutama intelnya cari dan hancurkan sumber dananya, terus bongkar jaringannya dengan tidak kenal lelah dan lengah, ditingkat RT/RW lakukan check dan recheck tentang keberadaan dan kebenaran data dari setiap warga, dulu ada Babinsa sebagai mata dan kuping negara berikan laporan yang akurat bila terjadi sesuatu yang mencurigakan dan yang kedua peran MUI dan Ulama hancurkan dan luruskan ideologinya Noordin dengan cara melakukan pendekatan secara agama, persuasif dan bijaksana.
Abah @ Selasa, 28 Juli 2009 | 14:39
Sebenarnya seluruh komponen bangsa kalau mau bekerjasama Noordin bisa ketangkap, pertama peran pemerintah terutama intelnya cari dan hancurkan sumber dananya, terus bongkar jaringannya dengan tidak kenal lelah dan lengah, ditingkat RT/RW lakukan check dan recheck tentang keberadaan dan kebenaran data dari setiap warga, dulu ada Babinsa sebagai mata dan kuping negara berikan laporan yang akurat bila terjadi sesuatu yang mencurigakan dan yang kedua peran MUI dan Ulama hancurkan dan luruskan ideologinya Noordin dengan cara melakukan pendekatan secara agama, persuasif dan bijaksana.
Abah @ Selasa, 28 Juli 2009 | 14:37
Sebenarnya seluruh komponen bangsa kalau mau bekerjasama Noordin bisa ketangkap, pertama peran pemerintah terutama intelnya cari dan hancurkan sumber dananya, terus bongkar jaringannya dengan tidak kenal lelah dan lengah, ditingkat RT/RW lakukan check dan recheck tentang keberadaan dan kebenaran data dari setiap warga, dulu ada Babinsa sebagai mata dan kuping negara berikan laporan yang akurat bila terjadi sesuatu yang mencurigakan dan yang kedua peran MUI dan Ulama hancurkan dan luruskan ideologinya Noordin dengan cara melakukan pendekatan secara agama, persuasif dan bijaksana.
andry @ Selasa, 28 Juli 2009 | 13:17
klo ketangkep,jgn di tembak mati...keenakan dia...mending di cincang lalu dagingnya dikasih makan anjing jalanan aj..seetuju ga???
andry @ Selasa, 28 Juli 2009 | 13:15
klo ketangkep,jgn di tembak mati...keenakan dia...mending di cincang lalu dagingnya dikasih makan anjing jalanan aj..seetuju ga???
Arin @ Selasa, 28 Juli 2009 | 11:58
Ayo polri... yang semangat memburu para teroris nya... selama mereka masih hidup, Indonesia akan selalu tertekan dengan ancaman bom setiap saat dan jangan lupa juga, meminta bantuan kpd Allah SWT agar dimudahkan..
Budhi @ Selasa, 28 Juli 2009 | 10:54
Mungkin ujung yg terdalam dari cita-cita Noordin adalah keinginan utk menjadi orang yg top. Bisa jadi setelah keinginannya tercapai (dia merasa dirinya paling top di dunia), baru dia bisa tertangkap hidup atau mati. Kalee aja, gitu lhooh ...
adhie @ Selasa, 28 Juli 2009 | 10:42
jgn2 NMT fiktif! biar pemerintah bisa menghadirkan kambing hitam nan malang. hrsnya tempat2 dugem tuh yg di bom! hotel2 yg suka dipake maksiat! kasino2 tempat perjudian. bom tempat2 kyk gitu. biar konkret. syukur2 di dlmnya byk amerika ma israel. entahlah, si nurdin lg dmn skrg. bisa saja dia lg bercocok tanam di gunung yg jarang dikunjungi orang. kumis dan jnggutnya lebat. ah, ga tau deh. ayo, dunk densus88, semangat trusss....!
agung @ Selasa, 28 Juli 2009 | 09:58
Org mly memang selalu memandang rendah kt makanya dia kirim orang utk bikin kekacauan di IND tercinta. tunjukkan kt negara yg kuat. Kt mesti dukung densus 88.
andi @ Selasa, 28 Juli 2009 | 08:16
saya sgt prihatin ketika melihat salah satu acara di tv yg mana seorang pembuat fatwa di MUI berfatwa bahwa bom bunuh diri bisa dilakukan dalam keadaan perang...ini adalah fatwa yg akan membuka pintu2 fitnah yg akan dijadikan alasan oleh orang2 yg mangeku jihadiyyin (teroris) utk melakukan aksinya...fatwa seperti ini sudah dilontarkan oleh Yusuf Al-Qardhawy yg saya tahu pemberi fatwa ini kebanyakan menggunakan akalnya utk berfatwa bukan dibangun diatas dalil2 dari al-qur'an dan sunnah yg shahih...Adapun fatwa dari ulama2 ahlusunnah maka "BOM BUNUH DIRI HARAM SECARA MUTLAK" tanpa terkecuali dan fatwa ini didukung kuat oleh dalil2 dari Alquran dan hadits shahih..Adapun kelompok teroris mrk sudah dikabarkan oleh rasulullah bahwa mereka akan ada sampai akhir zaman dan rasulullah berkata bahwa mereka adalah "ANJING_ANJING NERAKA"
hidayatullah @ Senin, 27 Juli 2009 | 23:42
Ini menunjukkan bahwa POLRI itu personalnya kurang bermutu. Suka main sogok.Terampilnya kalo kerja di SATLANTAS atau pembuatan SIM, dengan uang pelicin. Bubarkan aja POLRI, ganti dengan PRAMUKA
lol @ Senin, 27 Juli 2009 | 21:36
liat komentar2, jadi inget film catch me if you can.. mending nonton film pusiiing dch
denny @ Senin, 27 Juli 2009 | 20:34
Klo mau cari aja d di daerah perbatasan jember-banyuwangi (gunung kumitir). Siapa tau disana soalnya saya dengar disana bnyk bajing loncatx n Disitu daerah rawan bs jd mrk sembunyi disana. Saya dah bosan dengar teroris slalu bikin masalah di Indonesia. Soalnya waktu itu bom bali 2002 saya sempat hampir mati sama teman saya dr itali. Dah brantas aja sekarang and keamanan hrs ditambah.
Wargamana @ Senin, 27 Juli 2009 | 19:46
NMT bukan orang sembarangan. Dia itu sebenarnya anggota terpilih badan intelligent Malaysia pilihan. Dana operasinya berasal langsung dari pemerintahan Malaysia. Tugasnya bagaimana keamanan di Indonesia selalu terganggu dan membuat image di mata Internasional selalu buruk. Sebaiknya MUI mengeluarkan Fatwa halal darah NMYT dan kelompoknya sehingga semua elemen bangsa akan ikut memburunya dan ada dasar hukum syariahnya. NMT yang lain akan hadir di tanah air tanpa ada gerakan total untuk membasminya. Polisi dan anti terornya tidak cukup untuk menanggulangi masalah ini karena pemerintahan Malaysia telah menuyiapkan dana dalam jumlah yang amat besar sebagai sokongan keberlangsungan perbuatan keji ini di tanah air
Bidadari Malam @ Senin, 27 Juli 2009 | 17:10
Nurdin M Top itu manusia yg pinter,tp keblinger. Bodoh amat dia menyia-nyiakan hidupnya untuk hal2 yg tak berguna sm sekali. Duit yg dia dpt dr DALANGnya jg gk bakalan jd daging. Dia tidak akan mendapat apa2 dr manusia2 yg udah terbunuh krn ulahnya. Pimpinan dia yg menyuruh dia jg tidak akan bangga padanya,so...napa jg maih mau jd teroris. Dasar goblok.Apa untungnya coba ? Para pengikutnya paling2 jg mati bawa bom bunuh diri. Apa yg dijanjikan ? SURGA ya ? bego amat. POLRI jgn cm umbar omongan doangk...klo si om nur dah ketangkep,aku ingin jd orang pertama yg menyalami dia dan mengatakan " SELAMAT,ANDA BERHASIL ". mbok ya sing sadar tho Nurdin...Nurdin..!! Bosen lihat INDONESIA ku rusuh krn BOM km. km jg gk bakalan jd konglomerat. Tetep aja sembunyi2,kapan damainya hatimu ? Aneh.
anto @ Senin, 27 Juli 2009 | 16:12
"Abu Rusdan, dalam suatu wawancara dengan sebuah televisi swasta, Kamis (23/7) siang menyatakan, keberhasilan Noordin meloloskan diri dari upaya penangkapan polisi lebih dikarenakan unsur campur tangan Allah. " kalau Amerika, Yahudi, dan Eropa bisa makmur berani nggak komentar yang sama?
uwok asgar @ Senin, 27 Juli 2009 | 13:52
semua takut menangkap noordin walaupun tau keberadaannya.soalnya semua teroris selalu bawa bom kemana mana kalau kepepet tinggal pijit setuju!masa kasus yang lain cepat terungkap kasus teroris sampai bertahun tahun pepatah mengatakan banyak jalan menuju roma,kalau pihak kita tidak mampu emang ga ada negara lain yang lebih mampu dari kepolisian kita?BUKTIIN DONG PADA RAKYAT RI bahwa kita mampu ok!uwok kalau ngomong kaya bicara emang gampang tangkap orang hidup,penasaran ya mau lihat gantengnya noordin.
nanta @ Senin, 27 Juli 2009 | 13:36
NMT yang satu ini tentu mudah menangkapnya apabila persatuan dan kesatuan sudah bulat di negeri ini, namun bila berdiri sendiri dan hanya kepentingan kelompoknya tentu sulit untuk menangkapnya, bila sudah terwujud persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa, jangankan cuma 1 NMT seribu NMT pun akan mudah di gilas.
Tangguh @ Senin, 27 Juli 2009 | 13:28
Ayo Densus88, kerja lebih keras lagi dan jangan menyerah !
toto @ Senin, 27 Juli 2009 | 09:47
Saya Kira Nurdin Memang Top, iya menggunakan kelemahan orang muslim dalam perkawinan siri. Coba bikinlah data2nya(ada foto bertanggal), ada suratnya. Masa nggak ada datanya/buktinya. Emangnya perempuan yg muslim tdk ada harga ya kali, coba pikir donk..
wanda @ Senin, 27 Juli 2009 | 09:41
mengapa selalu saja sasaran bom adl simbol2 kekuasaan dan kekayaan asing, dg begitu kan jadi sangat sulit membuat rakyat kecil benar2 benci teroris, ini harus dicarikan solusinya...
rere @ Senin, 27 Juli 2009 | 09:37
Astaga , masa si itu bilang :keberhasilan Noordin meloloskan diri dari upaya penangkapan polisi lebih dikarenakan unsur campur tangan Allah.Dimana2 siapa pun kita ,apapun dasar agama kita, Allah yang kita sembah tidak pernah memerintahkan kita untuk membunuh. Anda sudah salah mengerti ajaranNYA, dan anda mengganggap yang anda lakukan benar. BODOH SEKALI !
mbalelo @ Senin, 27 Juli 2009 | 07:14
Gimana nih POLRI..?? Masa kalo nangkap 1 orang aja belum berhasil. dalam kasus ini semoga aja POLRI gak ada yang disuap kayak kebanyakan anggota POLRI SATLANTAS yaa... MALU-MALUIN AJA YAA..
MUI @ Senin, 27 Juli 2009 | 06:00
masalahnya teroris masih diberi angin oleh orang Indo, misalnya MUI, coba MUI mengeluarkan fatwa, mengebom, membunuh dengan alasa apapun adalah bukan Islam. yang mendukung juga bukan Islam. Pasti hancur kelompok seperti terroris ini. Karena kebiasaan orang Islam adalah melindungi orang yang dianggap Islam walay sudah terbukti jahat dan salah (sperti Amrozy dkk, mestinya orang yang melindungi dia adalah bukan Islam), dan cenderung tidak melindungi orang yang tidak Islam maupun baiknya luar biasa.
Larcit @ Minggu, 26 Juli 2009 | 21:57
Percuma jg nangkap NMT kl akar yg ditanam di Indonesia sdh seperti akar beringin. Mati 1 tumbuh 1000, mati NMT maka akan tumbuh NMT yg lain.
H19 @ Minggu, 26 Juli 2009 | 19:20
bom R-M bom ini berpola segitiga bom yg simultan "no kamar" adalah kunci untuk bom selanjutnya saya mohon data lengkap semua yang terkait waktu terkait angka 19
Santo @ Minggu, 26 Juli 2009 | 14:35
Polisi yamg mane yang bisa cari, wong nurdin untuk publik media aja, khan Polisi klo gak gitu gak terkenal ya... tohh..
abdain w @ Minggu, 26 Juli 2009 | 12:22
ahh, katanya indonesia itu banyak para normal,masak sebiji nurdin m top nggak bisa di cium/ tangkap? eeeeeeeeee orang indo pintar,,, jangan cuman bisa berkoar doang,, coba tangkapin itu ...lol sibukkkkkkkkkkk pemilu ,protes kpu, emang nggak kerjaan yg lain, ingat- ingat tuh duit rakyat di kantung bpk-bpk, eeee malu doooonggggg(zainuddin mz)
p.matondang @ Sabtu, 25 Juli 2009 | 20:17
Butuh dana yang besar, untk selalu bersembunyi dan membiayai teror, kok hanya berkutat dengan N M T, siapa di belakangnya yang sangat perlu dicari. Semoga biang keroknya bisa diungkap
RAHMATULLAH @ Sabtu, 25 Juli 2009 | 15:12
Buronan Kelas Kakap ini memang lihai dan lincah dalam menjalankan aksinya terbukti bom yang kesekian kalinya ini sudah berulang kali terjadi dan ini sangat memalukan institusi Kepolisian bila tidak lebih smart dalam memburu Pentolan teroris ini. Butuh kerjasama yang ektra dari semua pihak dalam menangkap buronan no.1 di RI ini. Bravo Kepolisian Indonesia
Syarif @ Sabtu, 25 Juli 2009 | 09:32
...Mantan petinggi JI, Abu Rusdan, dalam suatu wawancara dengan sebuah televisi swasta, Kamis (23/7) siang menyatakan, keberhasilan Noordin meloloskan diri dari upaya penangkapan polisi lebih dikarenakan unsur campur tangan Allah... Hmmm ini artinya Allah lebih mencintai Nurdin yang pembunuh itu daripada para korban. Allh macam apa itu?
boni @ Sabtu, 25 Juli 2009 | 05:13
Mungkin dari sini ada yang perlu diperbaiki dari sistem database kependudukan di Indonesia. Jangan lagi ada korupsi kecil-kecilan di tingkat bawah, "yang penting bayar, KTP jadi, tinggal ambil". Akhirnya banyak warga yang kadang punya KTP lebih dari satu. trus ganti nama, bikin KK, dsb, smua begitu mudah asal bayar, tanpa ada selidik asal usul. walhasil ya begini kalo ada buron, jadi gampang sembunyi di Indonesia, kan ganti identitas gampang banget. Jadi aparat terkecilpun, seperti lurah, RT, dan RW jg sangat berperan penting, ga hanya polisi dan pemerintah pusat aja. Semoga Indonesia ga terus jadi tempat persembunyian bagi para teroris itu.
ajie_ima @ Sabtu, 25 Juli 2009 | 04:43
Kalau pemahaman bangsa Indonesia itu sama, bahwa membom/menbunuh orang yg tidak berdosa itu keji, insya Allah, kita bangsa Indonesia ini akan dapat menemukan pelakunya. Semoga orang jahat ini dapat segera tertangkap. Amin
jeck @ Jumat, 24 Juli 2009 | 22:09
tak banyak harapan semoga terkuak aksi kejahatan orang2 keji m top dkk, yakinlah riwayat sejarah m top berakhir tahun ini. semua menunggu m top menghilang dr muka bumi di makan kekejiannya
whiteinc @ Jumat, 24 Juli 2009 | 21:19
ga gampanglah, indonesia luas banget kali, jumlah penduduknya berapa? tapi gue yakin suatu hari suatu saat pasti kena, masa ga ada sial na tuh orang. Semangat yah Densus88, jangan patah semangat, KEJAR TERUS - LANJUTKAN!
Mualaf @ Jumat, 24 Juli 2009 | 21:12
Tulisan dengan judul seperti itu akan makin membanggakan mereka para teroris itu. Andil media juga sih yang bikin mereka makin menjadi-jadi. Coba beritanya datar, pasti mereka dongkol puol. Sudah susah-susah melatih orang untuk bunuh diri, beritanya hanya dipojok, nggak mencolok, hanya beberapa baris. Pokoknya dibuat beritanya sangat nggak penting. Tapi, mencarinya harus sangat serius. Kalau ketemu kita kebiri rame-rame sehingga jadi cewek. Emang mereka pecundang. Judulnya ganti aja dengan Noordin M Top, dicari untuk dikebiri rame-rame Mangkel tenan je aku.
Yusuf Al Islami @ Jumat, 24 Juli 2009 | 20:56
ga salah tuh orang punya nama nurdin M top, karena dia benar-benar TOP, masa kepolisian Indonesia kalah sama kepolisian diraja malaysia, padahal dari segi kekuatan dan personil kita jauh lebih kuat tapi menangkap 1 orang TOP aja ga bisa-bisa
gondes @ Jumat, 24 Juli 2009 | 20:02
kobarkan pada masyarakat rasa patriotisme katakan bhwa NMT adlh orang malaysia yg akan hancurkan negara indonesia dari dalam.niscaya smua rakyat ikut mencari
Adi Totemo @ Jumat, 24 Juli 2009 | 19:23
Sebaiknya Polri merancang suatu strategi khusus. Apakah itu dengan melakukan jaringan dengan berbagai komponen publik ataupun negara-negara anti bom.
Sucita @ Jumat, 24 Juli 2009 | 18:55
Yang satu ini emang licin, sehingga susah ditangkap. Oleh karena itu peran masyarakat sangat penting dalam mendukung usaha penangkapan sang gembong teror, jangan cuma mengandalkan yang berwajib atau malah hanya menuntut yang berwajib bahkan menghakimi yang berwajib bila si gembong berhasil lolos lagi. Mari bersama bantu polisi menumpas gerakan ini, jangan malah menyembunyikan atau menutupi kalau ada yang mencurigakan. Kita tak mungkin bisa tanpa kerja sama masyarakat dan aparat. Mari kita dukung pemberantasan teroris.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code