Al-Qaida Perluas Operasi  

Restia Juwita

Pesawat Northwest Airlines yang mendapat ancaman peledakan. (inset: Umar Farouk Abdulmutallib)
29/12/2009 09:49
Liputan6.com, Kairo: Kelompok ini dibentuk Januari silam, ketika pemimpin Naser Abdel Karim al-Wahishi mengumumkan merger antara anggota dari Arab Saudi dan Yaman. Al-Wahishi atau yang lebih dikenal dengan Abu Bashir, berada diantara 23 tokoh Al-Qaida yang melarikan diri dari penjara Yaman tahun 2006. Di Arab Saudi, Abu Bashir masuk dalam daftar yang paling dicari.

Kelompok ini telah disalahkan atas serangkaian serangan di Yaman, termasuk serangan terhadap kedutaan besar Amerika Serikat di San'a, dan bom bunuh diri yang menargetkan pengunjung dari Korea Selatan.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (29/12), baru-baru ini kelompok tersebut menunjukkan siap melakukan pertarungan diluar Yaman. Pemerintah Nigeria mengatakan terdakwa dalam serangan Natal kemarin pada pesawat AS, mengunjungi Yaman tahun ini.

Operasi kelompok pertama di luar Yaman dilakukan di Arab Saudi, Agustus silam kepada kepala kerajaan yang mengurusi kontra terorisme, namun serangan bom tersebut gagal. Menurut sebuah laporan, kelompok ini tampaknya didanai dengan baik dan telah menemukan tempat-tempat bersembunyi di antara sejumlah suku Yaman, khususnya di tiga provinsi timur.

Yaman merupakan rumah leluhur keluarga bin Laden, yang menjadi tempat persembunyian al-Qaida, sebagian karena pemerintah pusat yang lemah dan daerah mudah untuk dijadikan tempat persembunyian. Tepat sebelum serangan Natal yang gagal, pesawat terbang Yaman, yang didukung oleh AS dan intelijen Saudi, melakukan dua serangan udara terhadap anggota al-Qaida di timur Yaman.(AYB)



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code