Putri Usamah Muncul di Teheran  

Restia Juwita
25/12/2009 10:30
Liputan6.com, Teheran: Eman, putri pemimpin tertinggi Al-Qaidah Usamah bin Ladin muncul di Kedutaan Arab Saudi di Teheran, Iran, Rabu silam. Demikian diwartakan sebuah koran lokal yang dikutip Associated Press, Jumat (25/12).

Iran sudah sejak lama percaya bahwa anak-anak Usamah berada dalam tahanan. Sebab, mereka melarikan diri dari Afghanistan setelah invasi pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di negara itu pada 2001.

Adapun Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan pada sebuah dialog di televisi, Kamis silam, bahwa pemerintah tidak mengetahui keberadaan Eman di Teheran sampai pihak kedutaan membenarkannya. Mottaki mengatakan jika pihak berwenang Iran dapat mengkonfirmasi identitasnya, Eman akan bebas meninggalkan Iran.

"Beberapa waktu lalu, Kedutaan Besar Arab Saudi memberi tahu kami bahwa salah satu dari anak perempuan Bin Ladin berada di kedutaan," kata Mottaki, seraya menambahkan, "Kami tidak tahu bagaimana orang ini pergi ke kedutaan atau bagaimana ia memasuki negara ini."

Usamah bin Ladin yang kerap ditulis media Barat sebagai Osama bin Laden, dilaporkan memiliki 19 anak dari beberapa istri. Dia membawa setidaknya satu istri dan beberapa anak-anaknya ke Afghanistan pada akhir era 90-an setelah dia terlempar keluar dari perlindungan sebelumnya, Sudan. Mereka melarikan diri ketika perang antara pasukan koalisi pimpinan AS dan Afghanistan meletus. Mereka termasuk kelompok yang mencoba melarikan diri melalui Iran.

Menurut seorang pejabat AS, tahun ini Saad bin Ladin--putra sulung pucuk pimpinan Al-Qaidah, mungkin telah dibunuh pasukan Angkatan udara AS di Pakistan. Disebutkan, Saad bin Ladin mungkin telah melarikan diri setelah dibebaskan dari Iran. Hanya saja, pejabat AS itu tidak dapat mengkonfirmasi informasi tersebut.

Kamis silam, dalam sebuah surat elektronik kepada Associated Press, Omar bin Ladin, anak lain Usamah yang tinggal di luar negeri, menyerukan kepada pemerintah Iran untuk membiarkan keluarganya di sana. Terutama untuk bertemu kembali dengan keluarga mereka di Arab Saudi, Suriah atau Qatar. Dia mengatakan pemerintah Iran merawat keluarganya, menyediakan semua kebutuhan mereka dan menjaga mereka sebuah rumah untuk berlindung.

Omar bin Ladin juga mengatakan dalam surat elektroniknya bahwa Saad, 29 tahun, meninggalkan rumah kurang dari setahun yang lalu. Namun, hingga kini, keberadaannya tidak diketahui.

Sebagian besar anak-anak dari pemimpin tertinggi Al-Qaidah, seperti Omar, hidup sebagai pengusaha. Bahkan, keluarga Bin Ladin termasuk terkaya di Arab Saudi. Hanya saja pada 1994, Usamah tidak mengakui, terutama ketika Arab Saudi melucuti kewarganegaraannya akibat kegiatan militan.

Ayah miliarder Usamah bin Ladin, Muhammad, yang meninggal pada 1967, memiliki lebih dari 50 anak-anak. Muhammad mendirikan Bin Ladin Group, sebuah konglomerasi konstruksi yang mendapat kontrak bangunan besar di kerajaan.(RST/ANS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code