Gereja Katolik Irlandia Minta Maaf Soal Pelecehan Seksual  

Irni Diniati
27/11/2009 16:15
Liputan6.com, Dublin: Para pemimpin gereja Katolik Keuskupan Agung di Dublin, Irlandia, mengaku sangat menyesal dan malu terhadap kabar terjadinya pelecehan seksual anak-anak oleh pastur. Seperti diwartakan BBC, Jumat (27/11), pihak gereja juga meminta maaf atas cara gereja menutup-nutupi kabar tersebut.

Kardinal Sean Brady akhirnya angkat bicara setelah adanya laporan pemerintah Irlandia yang mengungkapkan pelecehan yang terjadi selama puluhan tahun tersebut. Sejak 1975-2004, gereja memang seakan menutupi kabar tersebut sehingga terkesan lebih mengutamakan reputasinya di atas kepentingan anak-anak. Tak hanya itu, tindakan polisi juga sangat minim.

Sejak periode laporan oleh Komisi Penyelidikan tersebut, beberapa pastur telah berpindah dari paroki ke paroki. Sehingga, mereka bebas untuk kembali melakukan pelecehan. Laporan juga mengatakan bahwa pejabat negara ikut menutup-nutupi hal itu, dengan membiarkan gereja beroperasi di atas hukum.

Kardinal Brady menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Irlandia atas kurangnya tindakan gereja. "Tak ada seorang pun yang berada di atas hukum di negara ini," katanya. "Setiap Katolik harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kewajiban hukum sipil dan bekerja sama dalam melaporkan dan menyelidiki segala macam bentuk kejahatan."

Dia juga menegaskan, kesejahteraan anak-anak kini menjadi prioritas gereja.(IRN)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code