Korban Tambang Cina Capai Angka Seratus  

Irni Diniati

Tim penyelamat menggunakan kereta memasuki lokasi ledakan tambang di Xinxing, China.
23/11/2009 12:32
Liputan6.com, Hong Kong: Harapan akan masih hidupnya empat korban tertimbun tambang batu bara Xinxing di Provinsi Heilongjiang, Cina utara, semakin memudar. Pasalnya, seperti diberitakan Times online pada Senin (23/11), kini korban meninggal saja telah mencapai 104 dari sebelumnya 87 orang [baca: Korban Ledakan Tambang Sudah 87 Orang].

Peristiwa ledakan gas dua hari silam di terowongan dekat perbatasan dengan Rusia itu merupakan yang paling mematikan sejak Desember 2007 [baca: Ledakan Tambang di Cina, 31 Tewas]. Banyak korban selamat yang mengalami luka berat. Tak hanya itu, pejabat setempat pun telah mengisyaratkan tipisnya kemungkinan menemukan korban yang masih hidup.

Kendati demikian, hingga kini proses penyelamatan masih dilakukan. Para penyelamat harus berjuang memasuki pintu tambang yang tertutup puing bebatuan sembari dilengkapi tangki oksigen. Pada malam hari, suhu di area tambang diharapkan turun hingga -9 derajat Celsius.

Hari ini uap masih terliht mencuat dari terowongan. Tanah dipenuhi dengan pecahan kaca dan potongan-potongan besi. Sebuah bangunan di dekatnya pun hancur berantakan. Namun sebanyak 420 korban telah berhasil diselamatkan.

Cina telah mencoba memperbaiki industri tambang mautnya dengan menutup terowongan-terowongan kecil atau dengan menggabungkannya dengan terowongan lebih besar yang dioperasikan negara tetangga. Pasalnya, kecelakaan serupa telah mengorbankan lebih dari tiga ribu jiwa setiap tahun.

Para pejabat begitu ingin meningkatkan keselamatan dan menunjukkan perhatian mereka terhadap masalah ini. Bahkan, Wakil Perdana Menteri Cina Zhang Dejiang bergegas meninggalkan Beijing, Cina, untuk mengunjungi korban terluka di rumah sakit.


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code