Myanmar Desak Barat Cabut Sanksi  

Iswardani
20/08/2009 17:20
Liputan6.com, Yangon: Pemerintah Myanmar mendesak negara-negara Barat agar mencabut sanksi ekonomi. Hal ini diminta Yangon agar negara tersebut mampu memodernisasi diri dan menjadi negara demokratis. Demikian pernyataan yang muncul di tiga koran pemerintah, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/8).

Dalam pernyataan itu, juga muncul pujian atas langkah Amerika Serikat yang menghendaki junta militer yang kini berkuasa tidak dijatuhkan. Langkah tersebut, menurut pemerintah Myanmar, harus diikuti dengan pencabutan sanksi ekonomi. "Semakin sering kelompok antipemerintah memanfaatkan sanksi ekonomi sebagai cara menekan pemerintah, semakin jauh pula tujuan demokrasi yang diharapkan rakyat," demikian tertulis surat kabar tersebut. Yangon menganggap pencabutan sanksi ekonomi menjadi penting guna mengubah haluan negara menjadi negara lebih demokratis. Pernyataan tersebut juga menyampaikan ketidakmungkinan pemerintah junta militer Myanmar dijatuhkan lantaran dianggap sukses meningkatkan kemakmuran dan nilai perdagangan.

Desakan Myanmar muncul setelah senator Amerika Serikat Jim Webb berkunjung ke Myanmar dan dibebaskannya John Yettaw, warga negara AS yang terkait kasus Aung San Suu Kyi. Selama ini, AS dan Uni Eropa menjatuhkan sansi ekonomi pada Yangon agar negara tersebut mau melakukan reformasi.(YUS) 


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code