TKI Telantar Ingin Pulang  

Asep Didi dan Teguh Raharjo
29/07/2009 18:48
Liputan6.com, Jakarta: Ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) hingga kini masih telantar di Jeddah, Arab Saudi. Salah satu dari TKI yang masih bertahan adalah Ita Rosita, TKI asal Cianjur, Jawa Barat. Di rumah sederhana di Cianjur, Ibunda Ita, Yati Rohayati meratapi nasib putrinya.

Yati mengaku sudah berbulan-bulan tidak mendapat kabar dari Ita. Bahkan, kabar terakhir yang ia dapat pun tidak menggembirakan. Sejak berangkat Ke Arab Saudi 10 Maret silam, Ita memberitahu kepada sang bunda bahwa ia disiksa majikannya.

Saat dihubungi via telewicara di studio Liputan 6 SCTV, Jakarta, Rabu (29/7), Ita mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke tanah air. Ia mengatakan sangat merindukan keluarga, terutama Dede sang buah hati. Mendengar pengakuan Ita, sang bunda tak kuasa menahan haru. Dengan terisak-isak, Yanti memanggil-manggil anaknya untuk segera pulang.

Selama di Jeddah, Ita mengaku belum pernah melapor ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Ia juga mengatakan belum ada satu pun pihak KJRI yang menghubungi dirinya.

Menurut Konjen RI di Jeddah, Gatot Abdullah Mansyur, proses pemulangan TKI sedang dikoordinasikan dengan Pemerintah Arab Saudi.

Ita bukan satu-satunya orang yang mengalami masalah di sana. Selain perempuan, terdapat pula tenaga kerja pria dan anak-anak yang beberapa diantaranya sedang sakit. Sebagian TKI mengaku terbang ke Arab Saudi secara resmi oleh perusahaan tenaga kerja. Sebagian lagi mengaku berangkat menggunakan visa umroh. Karena tidak memiliki dokumen resmi, mereka tidak dapat pulang ke tanah air.

Arab Saudi dikenal sebagai salah satu negara tujuan utama buruh migran yang tak semuanya menggunakan jalur legal. Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda mengatakan tak sedikit TKI yang berharap dipulangkan cuma-cuma oleh Pemerintah Arab Saudi karena tidak memiliki dokumen resmi. Hassan mengaku hal tersebut menyulitkan pekerjaan perwakilan Indonesia di sana.(WIL/AND)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
saiful rohman @ Senin, 03 Agustus 2009 | 04:31
memang benar hidup menjadi tki itu dilematis tetapi jika ingin sukses dalam bekerja sebagai tki dibutuhkan tingkat kesabaran yang ekstra tinggi.saya sebagai tki yang bekerja di wilayah al khobar dammam merasa sedih dan juga marah melihat nasib dan kelakuan tki itu sendiri.karena bekerja di arab saudi dengan menggunakan visa umroh adalah sangat berbahaya sekali.adapun dengan jalan resmi namun mengalami perlakuan buruk dari majikan adalah risiko suatu pekerjaan yang mana tki khususnya pembantu rumah tangga harus bisa menyesuaikan diri dengan adat istiadat orang saudi.faktanya sebelum mereka diberangkatkan ke saudi,pemerintah indonesia telah melaksanakan prosedur PAP ( pembekalan akhir pemberangkatan ) namun pada kenyataannyabanyak dari para tki yang tidak memperhatikan nasihat dari para petugas BNP2TKi ataupun DEPNAKERTRANs,kalau sudah kejadian seperti ini banyak pihak menyalahkan pemerintah,perwakilan,pt pengirim,bahkan sponsor yang merekrut mereka.padahal jika kita menelaah terlebih jauh tentang persiapan pemerintah dan berbagai pihak yang terkait dalam proses pemberangkatan tki legal sudah 6o% memuaskan,namun niat tki sendirilah yang menentukan jalan hidup mereka di negara orang.kalau tidak pintar2 jaga diri dan mawas diri maka beginilah jadinya.kisah tkw yang kabur dari majikan ataupun yang menikahlagi dengan laki2 dari berbagai jenis negara merupakan suatu hal yang sering sekali saya dengar disini,bahkan tidak sedikit dari para tkw yang menjual tubuhnya demi bertahan di ksa.namun terlepas dari semua itu marilah kita semua berbenah diri dan berintrospeksi terhadap diri masing2 untuk menjadikan diri kita bermanfaat di dunia dan di akhirat.
AGUS TAMAN @ Kamis, 30 Juli 2009 | 04:11
Tak terharukah sebagai orang atasan /perwakilan yang melihat semua itu, TKI INDONESIA yang terlatar di kolong jembatan, jangan cuma bicara aja butikan kenyataanya, ingat TKI DEPISA NEGARA YANG BESAR, TERIMA KASIH SCTV
farhat @ Kamis, 30 Juli 2009 | 03:27
potret buram anak bangsa di luar negri,bukti kegagalan pemerintah mereka hanya dijadikan sapi perah!
mahdi @ Kamis, 30 Juli 2009 | 02:17
aku setuju ,pengiriman tkw ke saudi,di tutup aja soal nya tkw di saudi udah amuradul alias pabelit,
asep onon @ Kamis, 30 Juli 2009 | 00:22
saya berharap mudah mudahan saudara saudari sesama tki yg ada di bawah jembatan.di kasih kekuatan iman.dan lekas pulang.dan sy berpesan kepada saudara saudari tki.khususnya tkw jangan kabur ter giur dngn upah besar.lebih baik kerja di majikan yg resmi dngn upah standar dari pada upah besar jadi kaburan yg penuh resiko.
absar @ Rabu, 29 Juli 2009 | 20:55
Assalamu alikum... Saya Absar TKI bekerja di Mekkah cuman kepingin nanya MENGAPA TKI DI ARAB SAUDI KEBANYAKAN NGGA MAU MELAPORKAN MASALAHNYA KE KJRI, MALAH MEMILIH MENYELESAIKANNYA SENDIRI DENGAN KABUR DAN BEKERJA DI LUAR TAMPA PASPOR DAN SURAT IJIN TINGGAL....??? saya pernah menanyakan ini ke salah satu diantara mereka jawabnya : PERCUMA MELAPOR KE KJRI NGGA ADA PAEDAHNYA MENDING SAYA KERJA WALAUPUN NGGA PUNYA PASPOR ATAU SURAT IJIN TINGGAL. itu saya tanyakan pada tahun 2000 dan sampai sekarang jawaban itu tetap sama walaupun saya tanyakan ke lain orang(TKI).

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code