Tokoh Agama Iran Kutuk Kerusuhan Xinjiang  

Iswardani

Aksi mengecam tragedi Xianjiang di Istanbul, Turki.
14/07/2009 10:57
Liputan6.com, Kairo: Kerusuhan yang melanda Xinjiang, Cina, rupanya menyulut kegusaran sejumlah negara Muslim. Negara-negara tersebut mengecam sikap Cina yang dianggap arogan dalam menangani kerusuhan yang menyebabkan korban dari kalangan Muslim Uighur. Iran merupakan salah satu negara yang memberikan kritik keras. Senin (13/7), Kantor Berita Iran, IRNA, melaporkan Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki,  menyampaikan perhatian negara-negara Muslim atas apa yang terjadi di Xinjiang kepada rekannya di Cina.

Sejumlah tokoh agama Iran turut mengutuk kerusuhan di Xinjiang. Ayatollah Youssef Saanei, salah seorang ulama berpengaruh di Iran, mengecam Cina atas jatuhnya korban jiwa. Saanei juga menekan Pemerintah Iran untuk mengirimkan nota protes kapada Cina. "Diam dan tidak peduli atas tindakan Cina merupakan kejahatan yang tak terampuni," ujar Saanei, seperti yang dikutip dari AP.

Sementara itu, Turki yang pernah menjadi pusat imperium Islam juga bereaksi keras. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyamakan tragedi di Xinjiang dengan pembantaian etnis. Bahkan Menteri Perindustrian Turki mengajak rakyatnya memboikot produk-produk Cina, meski Pemerintah Turki belum berencana menerapkan boikot resmi.

Tak jauh beda dengan pemerintahnya, rakyat Turki juga menunjukkan kemarahannya dengan berunjuk rasa mengecam Cina. Sekitar 5.000 orang, Senin, berkumpul di Istanbul berunjuk rasa mengecam Cina dan meminta Pemerintah Turki turun tangan membantu penyelesaian masalah.

Cina memiliki hubungan dagang dengan beberapa negara Muslim Arab seperti Sudan dan Arab Saudi. Yordania, yang dikenal sebagai negara moderat di Timur Tengah, saat ini tengah sibuk menarik para investor Cina untuk menjalankan beberapa proyek energi dan jalan raya. Sejumlah tokoh Muslim mengimbau Pemerintah Cina untuk lebih bijaksana menangani kasus tersebut, karena kerusuhan yang berkepanjangan di Xinjiang dapat merugikan kepentingan Cina baik politik maupun ekonomi.(LUC)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
Nani @ Selasa, 14 Juli 2009 | 22:51
jangan asal bicara....saya tinggal dinegara yg mayoritas tp warga muslim tdk pernah ditindas dinagara tempat saya tinggal,mereka bebas melakukan ibadah dan tdk ada yg merasa keberatan,coba ngaca dan tanya diri sendiri deh dinegara kita yg tercinta ini udah adil belum? apa tdk menindas yg minoritas? mendirikan rumah ibadah aja susah ,rumah ibadah dibakar semuanya pada diam dan apakah ini namanya tdk mendzalimi?mau menjadi pemimpin bangsa juga susah krn bukan dari mayoritas...jadi jgn asal ngomong deh..org muslim yg tinggal dinegara yg mayoritas bukan muslim hidup dgn tenang tdk ditindas,klu mau tau lebih jauh coba datang dan tinggal dinegara yg bukan muslim sehingga anda bisa melihat dan mengerti bgm kehidupan antar umat beragama,perlu anda ketahui dinegara tempat saya tinggal tdk pernah mempermasalahkan agama dan mereka tdk mau tau apakah anda muslim atau tdk,tdk seperti dingeraku yg tercinta indo,selalu melihat segala sesuatu dari segi agama,selalu mengkait2kan segala sesuatu dgn agama,padahal agama itu adalah urusan pribadi seseorang dgn penciptanya.sebagai warga negara indo yg mengakui bhinneka tunggal ika mari kita saling menghargai,sbg umat beragama saya juga mengutuk tindakan kekerasan yg mengakibatkan nyawa melayang,saya tdk perduli apa agama mereka yg pasti mereka juga berhak hidup damai sama spt saya.terkadang org-org yg berkomentar tdk menjaga perasaan org lain dan sepertinya hanya menghakimi, mengahakimi sesuatu yg blm tentu salah apakah ini tdk termasuk medzolimi?terima kasih
Eko Handoyo @ Selasa, 14 Juli 2009 | 14:19
Begitulah kondisi umat Islam bila berada dinegeri yang minoritas muslimnya selalu ditindas dan dikucilkan padahal umat lain bila dinegeri yang mayoritas muslimnya tidak pernah didzalimi oleh umat islam mereka tidak pernah berkaca dari hal tersebut. Maju terus umat Islam jangan pernah menyerah membela hak-hak muslim.
abee @ Selasa, 14 Juli 2009 | 11:35
kita mengakui CHINA sebagai negara besar yg berdaulat penuh atas uigur.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code