Ditemani Polisi Malaysia, Siti Hajar Datangi Majikan  

Sondang Sirait

Siti Hajar membantu pemeriksaan apartemen bekas majikannya.
13/06/2009 13:40
Liputan6.com, Kuala Lumpur: Bersama kepolisian Malaysia, Siti Hajar mendatangi apartemen sang majikan, Michele, yang selama tiga tahun menyiksa Siti di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (13/6). Siti bahkan tak peduli dengan kesehatannya yang belum pulih. Dia hanya ingin polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

Dalam proses rekonstruksi kemarin, Siti mencontohkan bagaimana dia dianiaya menggunakan alat-alat memasak. Bahkan, saat Siti menahan sakit di kamar pun ia masih dianiaya. Kepada polisi, Siti menceritakan perjuangannya keluar dari apartemen sang majikan. Siti sempat sembunyi di selokan sebelum akhirnya melompat pagar untuk meloloskan diri.

Luka bekas penganiayaan masih tampak jelas di sekujur tubuh perempuan asal Jawa Barat itu. Dia kini menantikan proses hukum yang seadil-adilnya. (IKA/AND)



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 22 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
lintang @ Kamis, 18 Juni 2009 | 19:30
kenapa pemerintah seakan membiarkan rakyatnya berjatuhan dalam mencari nfkah di luar negri,sedangkan hal speri itu selalu saja terjadi,tahun-ketahun,bulan ke bulan.masih banyak yang lain,tolong rakyat kecil leih diperhatikan.
awan @ Selasa, 16 Juni 2009 | 15:51
korea jepang china exsport mobil alat alat electronik,indonesia exsport manusia,kalau bisa di tutup aja karena tdk ada garansi nya,
Nyitnyit @ Selasa, 16 Juni 2009 | 15:21
Ayo dong Bapak/Ibu pengacara hebat Nasional Indonesia & para KOMNAS HAM yang peduli akan nasib rakyat Indosesia yang teraniaya, bantu saudara kita ini. Dimana kalian? Dimana rasa kemanusian anda?... Oh pemerintah ku Indonesia sekarang kita mau pesta demokrasi tp bagaimana nasib keluarga kita ini...?
awan @ Selasa, 16 Juni 2009 | 14:47
kalau bisa tkw itu di tutup saja, khususnya arab saudi,saya sebagai tki merasa prihatin dengan nasib2 tkw yang bermasalah,yang sama sekali tidak bisa di selesai kan,sampai keluar dari majikan /kabur,dan untuk berlindung 90 % yang kabur nasib nya tidak terjamin sampai sampai harus rela di perjual belikan oleh orang asing seperti baglades pakistan, apakah tidak hina dan rendah bcitra wanita indonesia di mata dunia,jadi kalau pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah tkw,lebih baik di tutup saja,,coba anda anda yang duduk di kursi turun kelapangan sendiri kalau tidak mau tutup tkw !!!
marjuk @ Selasa, 16 Juni 2009 | 12:32
pemerintah harus tegas.jangan smpai ter ulang lgi.kshan saudara qta.
haryono @ Selasa, 16 Juni 2009 | 12:17
Adakan APEL bulanan semua TKI yang diselenggarakan PJTKI ...Dan Panggilan rutin Polisi kepada PJTKI sehabis mengadakan APEL TKI...Mungkin ini bisa terorganisir. Kalo sudah terorganisir Insyaallah kagak bakalan berani lagi mereka menganiaya.Ingat kayak kata guru ...Sapu terbuat dari Lidi ...Bersatu akan menakuti musuh.Musuh anda adalah majikan anda.
hadi @ Selasa, 16 Juni 2009 | 11:35
Kemana para PENGACARA hebat, setelah dengan semangat membela MANOHARA, tidak ada yang SEMANGAT membela SITI HAJAR....
muji @ Selasa, 16 Juni 2009 | 11:27
Kalo berpikir positif, mungkin sebaiknya TKI/TKW harus memahami budaya negara tujuan sebelum memutuskan untuk menjadi TKI/TKW agar terhindar dari hal-2 kriminalisme majikan
abank @ Selasa, 16 Juni 2009 | 10:46
kepada Pemerintah malaysia dihimbau agar sebaiknya dihukum gantung saja para Penyiksa TKI/TKW agar ada efek jera bagi penyiksa TKI /TKW agar mereka merasa terlindungi oleh pemerintah Malaysia
hadi @ Senin, 15 Juni 2009 | 16:46
dr pd tki indonesia sll d aniaya mendingan tutup aja pngrmn tki krn bkn cuma di malaysia di arab juga banyak warga indonesia yg di aniaya dan saya pribadi mendukung seandainya pemerintah tidak lagi mengirim tki
m//Caul @ Senin, 15 Juni 2009 | 16:40
Lebih baik stop saja tkw ke semua negri karna pt Gaa kuat bertanggung jawab.saya setuju sama komentar bang andy.
m//Caul @ Senin, 15 Juni 2009 | 16:32
Yaa.Kalau bisa jgn cuma ke ngri mlysia aja yg lebih parah di negri arab saudi bayk pembantu2yg menjadi korban dri sgala hal macam khusus nya semua negri yg menyakut tkw lebih baik di stop saja trima kasih.
sulaiman @ Senin, 15 Juni 2009 | 13:42
pemerintah seharusnya lebih serius menangani kasus2 seperti ini. terlebih lagi untuk para tenaga kerja kita di luar negeri. saya sarankan siapapun presiden yang terpilih tahun ini untuk membuka lapangan kerja yg baru.
sibiyek @ Senin, 15 Juni 2009 | 13:13
Malaysia adalah negara malingsia,kerjaannya cuma maling aja, mulai dari kayu, sawit, cewe, batik, lagu, dasar ............ malingsia
isnan @ Senin, 15 Juni 2009 | 12:14
tki/tkw: adalah pembantu, bg kt pmbt ya pmbt, tp bg ngr lain mngkn mrk menganggp BUDAK... Monggo pmrth menyamakan persepsi antar ngr ttg TKI/TKW kita...
wenz @ Senin, 15 Juni 2009 | 11:22
memang perlu ditinjau kembali ttg pengiriman TKI ke malaysia, masih banyak sodara- sodara kita yang kena penganiayaan disana...miris banget
acank @ Senin, 15 Juni 2009 | 09:52
tki ke mays tidk perlu jika pemrt memenj laba BUNM diperuntukkan untuk kepentgan masy, tapi kenyataan laba bunm hanya untuk penjabat dan konco2nya, sehingga lapangan kerja tidak terciptra karena tdk ada modal
clarita @ Senin, 15 Juni 2009 | 09:48
malaysia negara beragama tp kenapa perilaku orang malaysia kok kayak gitu ya
aulianada @ Senin, 15 Juni 2009 | 06:01
mengapa harus ada saudara kita yang di siksa di negara orang? di sinilah kemiskinan. andai saja indonesia kaya,tidak ada lagi tki,tkw bekrja di negara orang pasti tak akan terjadi kasus yang demikian. lagi lagi orang miskin/rakyat kecil yang jadi korbanya. kapan negara ini kan kaya seperti negara kecil malaysia? bukalah mata lebar lebar,wahai yang merasa berjuang demi rakyat. jangan sampai ada lagi rakyat,saudara kita yang di siksa oleh negara lain. malu malu malu.
andi supriyadi @ Minggu, 14 Juni 2009 | 16:51
kalo menurut saya pemerintah itu jngn cuma meraup devisa nya aja..!! bertndak tegas terhadap masalah tki itu yg trpenting,,..!!!!
ikhwan @ Sabtu, 13 Juni 2009 | 17:39
Malaysia bener-bener malingsial...tak henti-henti membuat rakyat indonesia menderita...
Andry @ Sabtu, 13 Juni 2009 | 16:43
Ya stuju bnget pak presiden pjtki itu ditidak adakan saja.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code