Lagi, Siswa Meninggal Saat Ikuti MOS  

Donvito Samartha

jasad Muhamad Rajib.
17/07/2009 07:24
Liputan6.com, Jakarta: Siswa yang meninggal ketika mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) juga terjadi di Jakarta. Seorang siswa Sekolah Pelayaran Menengah Pembangunan Tanah Merdeka, Jakarta Timur, meninggal setelah sebelumnya pingsan saat jalan kaki sejauh lima kilometer.

Korban Muhamad Rajib meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jaktim. Rekan korban mengatakan, mereka tak hanya berjalan kaki lima kilometer tapi juga diharuskan membawa batu bata serta seluruh perlengkapan ibadah di dalam tas yang beratnya mencapai lima kilogram. Dalam mos di sekolah ini kadang-kadang juga terjadi kekerasan fisik.

Sebelumnya Roy Aditya Perkasa, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 16 Surabay meninggal saat mengikuti penutupan MOS. Pihak sekolah membantah bila kematian itu dikaitkan dengan materi MOS yang terlalu berat. Polisi telah memeriksa sejumlah guru dan panitia kegiatan MOS.(JUM)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
alex @ Sabtu, 18 Juli 2009 | 22:35
wah.....bener MOS sebaiknya dihilaNGKAN taw mungkin jangan ada hukuman seperti Push up tangan mengepal lari 1200 m tu cuman menyusahkan murid baru saja mungkin ini cuman akal2an senior tuk balas dendam
demmy maulana @ Jumat, 17 Juli 2009 | 17:41
MOS lebih baik dihilangkan....karena tidak ada manfaatnya bagi siswa siswi.....malah jadi ajang balas dendam para senior....kepala sekolah SMAN 16 harus dipenjara.....
Sinta @ Jumat, 17 Juli 2009 | 11:40
Semoga sseluruh guru dan senior di situ di beri azab dan laknat yang seberat-beratnya. Amiiin. Pemerintah gimana sih. Tutup saja itu sekolah. Gurunya harus dipenjara juga karena membiarkan hal ini terjadi.
Sinta @ Jumat, 17 Juli 2009 | 11:39
Semoga sseluruh guru dan senior di situ di beri azab dan laknat yang seberat-beratnya. Amiiin. Pemerintah gimana sih. Tutup saja itu sekolah. Gurunya harus dipenjara juga karena membiarkan hal ini terjadi.
Reyand Lukmana @ Jumat, 17 Juli 2009 | 10:22
indonesia kembali berduka, kapan negeri ini akan merasakan kedamaian, rasa aman dan sentosa. ingatlah: jutaan anak bangsa masih hidup didalam garis kemiskinan, seharusnya kita semua bersama-sama merapatkan persatuan dan menguatkan pemikiran guna memberikan tenaga serta pemikirannya dalam menyongsong indonesia yang makmur, aman, adil dan sentosa. buanglah segala ke egoistisan dan kemunafikan di dalam diri kita, jika kita memimpikan indonesia selalu tersenyum. (semoga seluruh keluarga korban jw hotel tabah dan tawakal dalam menerima cobaan ini). amin salam anak bangsa, rey
terry @ Jumat, 17 Juli 2009 | 09:33
udah deh, ga perlu ada acara MOS. Para siswa baru kan bukan anak kecil yg baru pertama kali masuk sekolahan, yg mesti diberi pelajaran baris berbaris, makan makanan mentah, dll yang intinya ga ada hubungan dengan pendidikan di sekolah umum(bukan militer)
@ Jumat, 17 Juli 2009 | 09:27
orng yg mlakukan kkrasan t'hdp siswa bru tdk punya hati skit jiwa
Zakiah Darojah @ Jumat, 17 Juli 2009 | 08:53
Saya tidak pernah mengerti, mengapa MOS sering sekali menjadi ajang balas dendam dan mengakibatkan hal2 yang tidak diinginkan.Sepertinya moral bangsa ini semakin terkikis.Padahal orang2 yang melakukan tindakan keras seperti itu adalah orang2 berpendidikan, seharusnya mereka memberikan contoh yang baik dan mendidik kepada seluruh masyarakat,bukan sebaliknya, yang justru menelan kembali korban.
runggu @ Jumat, 17 Juli 2009 | 08:20
MOS tdk bermanfaat,panitia MOS kakak kelas,pembimbingnya guru,tetapi guru tdk pernah ikut melihat jalannya MOS,sehingga kakak kelas bebas membalas dendamnya ketika MOS masuk SMA .
mario @ Jumat, 17 Juli 2009 | 08:07
aq heran,kok rasanya beritanya berlebihan bgt y?emg jalan 5 kilo sambil bawa beban 5kg itu seberat itu y?bknnya emg anak pelayaran dituntut fisiknya yah?lagian kalo capek ato sakit kok g blg?masa mereka tetap dipaksa iqt kalo g enak badan,kan g mgkn?aneh2 aja deh,kayak MOS itu disiksa ato dianiaya gmn aja-_-\".drpd bikin yg kyk gini,knp g menghimbau seluruh panitia dan penanggung jawab MOS di seluruh Indonesia supaya lbh memperhatikan mslh kesehatan pesertanya aja?karena mslhnya tuh biasanya pesertanya aja yg takut2 sendiri ngmg kalo mereka g enak badan,pdhl panitianya jg pasti ngijinin kok kalo mereka lg sakit/sejenisnya.jd,mau g mau panitia hrs lbh sigap,dan lgsg bertindak kalo ada yg mukanya pucat ato sejenisnya

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code