Harapan Anak Miskin yang Tergantung  

Agus Prijanto
12/07/2009 08:36
Liputan6.com, Jakarta: Sekitar 800 anak keluarga miskin se-Jabodetabek sejenak melupakan rutinitas hidupnya membantu orang tua. Mereka berkumpul untuk menuliskan mimpi mereka di secarik kertas dan diikatkan ke ranting sebuah pohon di Jakarta, Ahad (12/7). Ratusan anak ini adalah sebagian kecil dari anak-anak yang berdiri di bawah Yayasan Indonesian Street Children Organization (ISCO) yang peduli dengan nasib anak miskin.

Kini, sudah 10 tahun ISCO didirikan oleh Josef Fuchs, warga Negara Austria yang mencoba mewujudkan impian anak miskin agar tetap bisa bersekolah. Jika melihat wajah ceria mereka sekarang boleh jadi tidak mewakili beban ekonomi orang tua. Padahal, kenyataannya ratusan anak kurang mampu itu harus mengais rupiah membantu keluarga mereka untuk mencukupi kebutuhan.

Ironisnya, dampak tersebut dirasakan langsung oleh anak-anak ini. Tak pelak, sebagian besar dari mereka harus tumbuh dan besar di jalanan. Lantas, bagaimana nasib pendidikan mereka yang orang tuanya tergolong kurang mampu karena berpenghasilan rendah? Untuk lebih lanjut, simak video berita ini.(ASW)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code