Demonstrasi di PRJ Berujung Ricuh  

Donvito Samartha

Polisi memadamkan api pada ban bekas yang dibakar demonstran.
04/07/2009 21:41
Liputan6.com, Jakarta: Unjuk rasa menuntut supaya Pekan Raya Jakarta (PRJ) dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbuntut bentrok. Unjuk rasa ini berlangsung di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7). Pengunjuk rasa dan polisi terlihat saling pukul. Empat demonstran yang terlibat ditangkap dan dibawa ke Markas Kepolisian Resor Jakarta Pusat.

Bentrokan bermula saat polisi mencoba memadamkan api pada ban bekas yang dibakar pengunjuk rasa di depan pintu utama PRJ. Demonstran tidak terima atas perlakuan polisi dan berusaha merebut alat pemadam kebakaran. Aksi ini memanas hingga bentrokan pun tak terhindarkan.

Demonstran yang juga warga Kemayoran menuntut pengelola memperbanyak acara kesenian Betawi di PRJ. Sebab, warga menganggap PRJ diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun Jakarta. Massa juga menuntut Pemprov DKI Jakarta mengambil alih pengelolaan acara tahunan ini. Saat ini PRJ dikelola oleh PT Jakarta Internasional Expo.(ZAQ/LUC)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
ay @ Sabtu, 04 Juli 2009 | 23:39
emang dasar orang2 goblok yang demo. lagi juga kok knapa jadi warga kemayoran yang jadi panas. dasar kampungan. kalo semua event kaya PRJ dikelola sama pemprov dki, ngga bakalan jalan. kan yang punya dana untuk kelola event kaya PRJ adalah PT Jakarta Internasional Expo. toh juga PT Jakarta Internasional Expo akan memberikan fee ke pemrov dki atas terselenggaranya event kaya PRJ. lagi juga, apakah acara kesenian Betawi di PRJ yang sekarang kurang banyak?. kalo dibanyakin, orang2 ngga bakalan datang. ngga semua orang yg datang ke PRJ pengen lihat kesenian betawi. ada yg pengen belanja, ada yang pengen lihat produk2 baru, dll. ingat, penghuni jakarta bukan cuma betawi, jakarta bisa berkembang seperti sekarang bukan karna betawi.

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code