Panti Pijat Dirazia, Satu Pemijat Pingsan  

Teguh Hadi Prayitno
10/02/2010 14:53
Liputan6.com, Semarang: Dicurigai sering dijadikan sebagai tempat praktik prostitusi terselubung, sebuah panti pijat di Semarang, Rabu (10/2), dirazia aparat kepolisian Semarang. Saat dilakukan pemeriksaan, Rini, salah satu wanita pemijat, langsung jatuh pingsan.

Diduga Rini merasa shock dan malu, karena harus berurusan dengan polisi. Bahkan setelah siuman, Rini masih berteriak-teriak, akhirnya pemeriksaan terpaksa ditunda menunggu hingga Rini kembali pulih.

Penggerebekan Panti Pijat Sejahtera yang terletak di Jalan Unta Raya, Semarang, ini berlangsung cepat. Tiga wanita pemijat yang diduga juga melakukan praktik prostitusi terselubung tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Sidodadi, Semarang. Tiga pemijat yang ditangkap adalah Rini (29) pemijat, sekaligus pemilik panti pijat, serta dua orang karyawannya, yaitu Asih (40) dan Soimah (43).

Asih mengatakan, panti pijat itu baru beroperasi sekitar tiga bulan lalu. Setiap kali pijat, para pelanggan dikenakan tarif Rp 50 ribu. Selain itu ada juga pelayanan plus dengan tambahan tarif Rp 150 ribu. Kini Rini bersama dua karyawan pemijatnya telah ditahan di Mapolsek Sidodadi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Polisi Sektor Sidodadi, Ajun Komisaris Polisi Suradi Warso mengatakan, razia ini tersebut dilakukan karena Panti Pijat Sejahtera ini dianggap meresahkan warga sekitar. Sejak dibuka, tempat itu diduga juga memberikan pelayanan seks kepada para pelanggannya.(ARL/YUS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code