Pensiunan TNI Tolak Penggusuran  

Emir Faisal
09/02/2010 05:42
Liputan6.com, Jakarta: Ratusan warga Kompleks Angkatan Darat di Jalan Otista, Jakarta Timur, Senin (8/2) siang, menggelar mimbar bebas terkait rencana pengosongan rumah mereka oleh TNI. Massa menolak digusur karena menganggap rumah yang dihuni selama puluhan tahun ini hasil kerja keras orang tua mereka.

Warga sempat menggelar long march dan menutup Jalan Otista untuk menunjukkan pada warga bahwa mereka dizalimi. Mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan bentrokan antara TNI dan warga beberapa waktu silam.

Saurip Kadi seorang purnawirawan berpangkat mayor jenderal pun ikut membakar semangat warga untuk tetap mempertahankan rumah orang tua mereka. Selain itu berbagai perwakilan kompleks AD dari berbagai wilayah di Jakarta dan Bandung pun turut memberikan orasi.

Hal serupa terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ratusan keluarga pensiunan TNI AD di Kompleks Stadion 17 Mei Mulawarman, Banjarmasin, berdemonstrasi menolak rencana Komando Rayon Militer 101 Antasari menggusur kediaman mereka. Menurut demonstran yang sudah puluhan tahun mendiami kompleks, tanah ini bukan milik TNI, melainkan tanah swakarsa yang diberikan oleh pengusaha. Sehingga pihak TNI tak bisa seenaknya menggusur.

Sengketa kompleks TNI AD di Banjarmasin ini sudah berlangsung puluhan tahun. Perkara ini sudah diputus di tingkat Mahkamah Agung. Namun hasilnya tak ada yang kalah maupun menang. Berdasarkan putusan tersebut, pensiunan TNI bertahan dan mengimbau TNI AD mematuhi putusan pengadilan.(ZAQ)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code