Online Business Opportunity
Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera
www.kerjaonline2u.com
Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera
www.kerjaonline2u.com
Berita Terpopuler
- Mubarok: Kesetiaan dan Pengkhianatan Menuai Buah
- Rekomendasi Soal Bank Century Siap Dikirim
- Megawati: Hormati Rekomendasi DPR
- Teroris Aceh Tak Pengaruhi Kunjungan Obama
- Ketua Demokrat Temui Taufik Kiemas
- Syarif Hasan: Tidak Ada Barter
- Dugaan Barter Kasus Bergulir
- Presiden Gelar Rapat Sebelum Bertolak ke Australia
- Teroris Aceh Tak terkait Kedatangan Obama
- Mega Tunggu Putusan Hukum Kasus Suap Deputi Senior BI
Waspadai Mi Berformalin, Masih Dijual Bebas
Fery Aditri
20/12/2009 15:08
Liputan6.com, Yogyakarta: Sekitar 1,3 ton mi mengandung formalin, yang rencananya akan didistribusikan ke pedagang pasar tradisional, disita petugas balai besar pengawasan obat dan makanan (BPOM) Yogyakarta. Mi yang mengandung bahan berbahaya itu dibawa dari Magelang, Jawa Tengah dengan sebuah mobil. Di dalam mobil, mi tersebut dikemas dalam plastik ukuran dua kg dan dimasukan ke dalam sejumlah karung.
Terbongkarnya perdagangan mi berformalin ini bermula dari laporan pada pedagang, yang curiga terhadap produsen yang menjual mie dengan harga miring di pasar. Setelah melakukan pengintaian, petugas memergoki produsen mi asal Magelang saat hendak mendistribusikan ke Pasar Gamping, Sleman.
Menurut Kabid Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Yogyakarta, Zulaimah, meski sangat ketat mengawasi, tetap saja ada produsen yang berani memproduksi dan memasarkan mi mengandung formalin secara diam-diam. Bagi masyarakat yang tidak ingin mengonsumsi mi berbahaya itu, Zulaimah menjelaskan ciri-cirinya. Di antaranya, secara fisik mi berwarna agak mengkilat, sangat kenyal seperti karet, sehingga tidak rusak bila diremas. (ETA)
Terbongkarnya perdagangan mi berformalin ini bermula dari laporan pada pedagang, yang curiga terhadap produsen yang menjual mie dengan harga miring di pasar. Setelah melakukan pengintaian, petugas memergoki produsen mi asal Magelang saat hendak mendistribusikan ke Pasar Gamping, Sleman.
Menurut Kabid Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Yogyakarta, Zulaimah, meski sangat ketat mengawasi, tetap saja ada produsen yang berani memproduksi dan memasarkan mi mengandung formalin secara diam-diam. Bagi masyarakat yang tidak ingin mengonsumsi mi berbahaya itu, Zulaimah menjelaskan ciri-cirinya. Di antaranya, secara fisik mi berwarna agak mengkilat, sangat kenyal seperti karet, sehingga tidak rusak bila diremas. (ETA)
Online Business Opportunity
Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera
www.kerjaonline2u.com
Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera
www.kerjaonline2u.com
