Berita Terpopuler
- PBB: Pembakaran Alquran Tidak Dapat Dimaafkan
- Sammy "Kerispatih" Jalani Rehabilitasi Lima Bulan
- Jalur Mudik Selatan Terendam Banjir
- Anggota DPR: Pidato Presiden belum Jadi Solusi
- PBNU Putuskan Idulfitri 10 September
- Banjir Bandang Terjang Polewali Mandar
- Jalur Bandung-Cirebon Macet 20 Kilometer
- Ibu dan Dua Anaknya Terlindas Bus Pemudik
- KA Penumpang Tabrak KA Barang di Serdang Bedagai
- Mobil Mengular 1 Km Menuju Pintu Tol Cikampek
RTTM-SPSI Tolak Kenaikan Cukai Tembakau
Azwin Nugraha08/12/2009 09:40
Liputan6.com, Medan: Ketua Pimpinan Daerah Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (RTTM-SPSI) Sumatra Utara, Mukhyir Hasan Hasibuan, bersama pengusaha rokok menolak kenaikan cukai tembakau. Akibat kenaikan cukai, para pekerja rokok di dalam negeri terancam pemutusan hubungan kerja. Demikian disampaikan Mukhyir di Medan, seperti dilansir ANTARA, Selasa (8/12).
Mukhyir menjelaskan, pemerintah sama saja membunuh industri rokok dalam negeri bila kebijakan itu diberlakukan. "Tidak mungkin rokok dalam negeri bisa bersaing dengan rokok luar," ucap dia. Mukhyir menyayangkan sikap pemerintah yang tidak berpihak pada industri rokok dalam negeri. Pemerintah bahkan dinilai lebih memberi peluang pada industri rokok asing yang dapat membunuh produk dalam negeri.
Menurut dia, kenaikan cukai rokok sebelumnya saja telah membuat banyak pabrik rokok dalam negeri "gulung tikar" dan bahkan ada yang terpaksa menjual sahamnya kepada perusahaan asing. Ia memastikan industri rokok di Tanah Air akan habis jika pemerintah tetap memberlakukan kebijakan kenaikan berjangka cukai rokok. Sebelumnya, kenaikan cukai juga sempat diprotes produsen rokok [baca: Kenaikkan Cukai Diprotes Produsen Rokok].(ASW/ANS)
Mukhyir menjelaskan, pemerintah sama saja membunuh industri rokok dalam negeri bila kebijakan itu diberlakukan. "Tidak mungkin rokok dalam negeri bisa bersaing dengan rokok luar," ucap dia. Mukhyir menyayangkan sikap pemerintah yang tidak berpihak pada industri rokok dalam negeri. Pemerintah bahkan dinilai lebih memberi peluang pada industri rokok asing yang dapat membunuh produk dalam negeri.
Menurut dia, kenaikan cukai rokok sebelumnya saja telah membuat banyak pabrik rokok dalam negeri "gulung tikar" dan bahkan ada yang terpaksa menjual sahamnya kepada perusahaan asing. Ia memastikan industri rokok di Tanah Air akan habis jika pemerintah tetap memberlakukan kebijakan kenaikan berjangka cukai rokok. Sebelumnya, kenaikan cukai juga sempat diprotes produsen rokok [baca: Kenaikkan Cukai Diprotes Produsen Rokok].(ASW/ANS)
