Harga Minyak Mentah Turun di Perdagangan Asia  

Anri Syaiful
26/11/2009 12:23

Liputan6.com, Singapura: Harga minyak lebih rendah di perdagangan Asia, Kamis (26/11), setelah "reli" semalam menguat didukung data Amerika Serikat yang positif dan melemahnya dolar. Menurut para analis, kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Januari turun 50 sen ke posisi 77,76 dolar per barel. Minyak mentah Brent North Sea juga untuk pengiriman Januari turun 47 persen menjadi 77,97 dolar per barel.

Seperti dilansir ANTARA, harga menguat semalam karena data baru AS menunjukkan angka pengangguran diklaim turun pada pekan yang berakhir 21 November menjadi hanya 466.000 atau tingkat terendah sejak September 2008. Laporan serupa menunjukkan bahwa belanja konsumen naik lebih dari yang diperkirakan pada Oktober dan penjualan rumah baru naik pada tingkat terkuat sejak September 2008. "Sentimen (pasar) yang berlebihan didasarkan pada pemberitaan ekonomi," kata Andy Lipow, analis Lipov Oil Associates.

Harga minyak mentah kemungkinan melemah pada perdagangan Asia pagi karena para investor berubah fokus dengan mencerna data minyak mingguan dari Departemen Energi AS (DoE), kata analis. "Jumlah inventaris di mana tidak menjadi inspirasi untuk mendorong pasar lebih tinggi," kata Jason Feer, wakil pimpinan regional untuk para analis energi yang berbasis di Singapura, Argus Media. "Fundamental permintaan masih lemah," katanya.

Rabu silam, laporan mingguan DoE menunjukkan cadangan minyak naik satu juta barel pada pekan yang berakhir 20 November dan cadangan bensin naik dengan jumlah yang sama. Laporan mingguan DoE mendekati pengamatan pasar karena AS adalah konsumen energi terbesar dunia.

Sementara, Aljazair, negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan, kartel minyak itu kemungkinan tetap mempertahankan tingkat produksinya pada saat organisasi minyak dunia itu bertemu bulan depan di Angola. "Kami akan mempertahankan tingkat produksi yang sama hingga kami mempunyai suatu visi jelas dari situasi ekonomi dunia," kata Menteri Energi Aljazair Chakib Khelil dalam sebuah laporan yang dimuat oleh Kantor Berita APS. Untuk diketahui, OPEC memasok 40 persen dari kebutuhan minyak mentah dunia.(ANS)



Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code