Anggaran Listrik dari Pemerintah Sangat Rendah  

Ajie Prasetyo dan Agus Kusnohadi
26/11/2009 07:04
Liputan6.com, Jakarta: Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Emi Perdana Hari, Rabu (25/11), mengatakan, krisis listrik sampai 2025 tak akan terelakan jika pendanaan terhadap sektor listrik masih seperti sekarang ini.

Menurut Emi, selama ini anggaran listrik dari pemerintah sangat rendah. Tahun ini, misalnya, alokasi dana untuk listrik hanya Rp 2 triliun. Padahal, dana yang dibutuhkan agar krisis listrik bisa diatasi sekitar tujuh sampai 10 persen dari anggaran belanja negara. Apalagi, kebutuhan listrik dari tahun ke tahun terus meningkat. Tiap tahun peningkatannya mencapai 6,9 persen yang jika dikonversi mencapai sekitar lima ribu megawatt. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
ahmad @ Kamis, 26 November 2009 | 09:21
kebutuhan dana benar segitu pak? bukan penggelembungan dana atau korupsi yang susah diberantas di PLN....

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code