Pemadaman Bergilir, Omzet Industri Turun  

Danang Sumirat
12/11/2009 16:22
Liputan6.com, Kediri: Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN mulai berdampak pada industri usaha rumahan di Kediri, Jawa Timur. Seperti yang dialami sebuah industri tekstil rumah di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Mereka harus kehilangan omzet sekitar 25 persen atau senilai Rp 5 juta untuk setiap pemadaman dua jam yang dilakukan PLN Unit Area Kediri.

Tak hanya pengusaha, para pekerja juga menjadi korban. Mereka yang mengandalkan dari ongkos jahit secara borongan terpaksa harus kehilangan pendapatan karena mesin jahit tidak bisa digunakan.

Menanggapi adanya kompensasi yang diberikan PLN, pemilik industri mengaku nilai yang diberikan tidak sebanding dengan kerugian mereka karena besaran kompensasi hanya 10 persen dari biaya beban, bukan dari penggunaan.

Di kawasan Cipadu, Tangerang, Banten, yang dikenal dengan industri kecil konveksi, para pengusaha mulai kelimpungan. Banyak proyek tak kunjung selesai karena pemadaman listrik.

Bali yang biasa menggeliat jelang malam dengan restoran atau rumah makan di sepanjang pantai atau tempat hiburan, juga terkena imbas. Dalam sebulan terakhir, wisatawan lebih memilih makan di hotel. Akibatnya pengusaha rumah makan merugi.

Bukan hanya kinerja PLN yang disorot karena seringnya pemadaman, kinerja keuangan PLN juga memprihatinkan. Dari dengar pendapat Pertamina dan DPR, terungkap hutang PLN ke Pertamina mencapai Rp 18 triliun, dan hutang jangka panjang Rp 4,5 triliun. Simak selengkapnya dalam video ini.(TES/YUS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code