Berita Terpopuler
- Korban Tewas Menjadi Delapan Orang
- Kejagung Sita Belasan Miliar Dana PT SRD
- Presiden SBY Diminta Bersikap Lebih Tegas
- Peneliti CSIS: SBY Tidak Tegas
- Palestina Alami Defisit Sampai US $ 1,2 Miliar
- Pengungsi Sinabung Hibur Diri dengan Menyanyi
- PBHI: Batalkan Pembangunan Gedung Baru DPR
- Mahfud Sidik: Pidato Presiden SBY Hanya Pengulangan
- Obama Adakan Rapat Bahas Timur Tengah
- Korban Lumpur Sidoarjo Kembali Berunjuk Rasa
MUI Samarinda Tolak Film "Suster Keramas"
Willy Haryono26/12/2009 19:57
Liputan6.com, Samarinda: Majelis Ulama Indonesia Samarinda, Kalimantan Timur, menolak pemutaran film Suster Keramas yang akan diputar secara serentak di berbagai daerah menjelang pergantian tahun. Film garapan Maxima Picture tersebut diperankan oleh bintang porno asal Jepang, Rin Sakuragi.
"Tidak ada nuansa pendidikan pada film itu tetapi justru dapat merusak moral generasi muda. Sudah bisa dipastikan bahwa jika film itu diputar, penontonnya didominasi kalangan remaja," kata Ketua MUI Samarinda KH Zaini Naim kepada ANTARA, Sabtu (26/12).
Zaini beranggapan, film itu tidak layak ditonton karena banyak adegan porno di dalamnya. Selain menghimbau masyarakat agar tidak menontonnya, ia juga meminta pihak terkait yang memiliki kewenangan, agar melarang pemutaran film tersebut di Samarinda.
Sementara itu manajer salah satu bioskop di Samarinda, Bono mengatakan, belum menerima pemberitahuan mengenai rencana pemutaran film Suster Keramas. Begitu pula dengan Rizal, salah seorang warga Samarinda, yang tidak mengetahui akan ada film yang dibintangi aktris porno Jepang.
"Setahu saya, selama ini film itu akan dibintangi Miyabi dan katanya batal dibuat. Kami berharap film itu bisa diputar di Samarinda persis pada malam tahun baru, agar warga tidak berkumpul di satu tempat saja," ujar Rizal.(WIL/SHA)
"Tidak ada nuansa pendidikan pada film itu tetapi justru dapat merusak moral generasi muda. Sudah bisa dipastikan bahwa jika film itu diputar, penontonnya didominasi kalangan remaja," kata Ketua MUI Samarinda KH Zaini Naim kepada ANTARA, Sabtu (26/12).
Zaini beranggapan, film itu tidak layak ditonton karena banyak adegan porno di dalamnya. Selain menghimbau masyarakat agar tidak menontonnya, ia juga meminta pihak terkait yang memiliki kewenangan, agar melarang pemutaran film tersebut di Samarinda.
Sementara itu manajer salah satu bioskop di Samarinda, Bono mengatakan, belum menerima pemberitahuan mengenai rencana pemutaran film Suster Keramas. Begitu pula dengan Rizal, salah seorang warga Samarinda, yang tidak mengetahui akan ada film yang dibintangi aktris porno Jepang.
"Setahu saya, selama ini film itu akan dibintangi Miyabi dan katanya batal dibuat. Kami berharap film itu bisa diputar di Samarinda persis pada malam tahun baru, agar warga tidak berkumpul di satu tempat saja," ujar Rizal.(WIL/SHA)
