Berita Terpopuler
- PBB: Pembakaran Alquran Tidak Dapat Dimaafkan
- Sammy "Kerispatih" Jalani Rehabilitasi Lima Bulan
- Jalur Mudik Selatan Terendam Banjir
- Anggota DPR: Pidato Presiden belum Jadi Solusi
- PBNU Putuskan Idulfitri 10 September
- Banjir Bandang Terjang Polewali Mandar
- Jalur Bandung-Cirebon Macet 20 Kilometer
- Ibu dan Dua Anaknya Terlindas Bus Pemudik
- KA Penumpang Tabrak KA Barang di Serdang Bedagai
- Mobil Mengular 1 Km Menuju Pintu Tol Cikampek
Listrik Padam, Siswa Terganggu
Didimus Payong Dore
08/12/2009 11:08
Liputan6.com, Belu: Pemadaman listrik sejak dua bulan terakhir di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, sangat menganggu aktivitas warga. Kondisi ini juga mengganggu para siswa sekolah menengah atas yang menghadapi ujian semester sejak Senin (7/12). Puluhan siswa SMA yang tinggal di Asrama Nusantara di Kecamatan Malaka Barat, misalnya, belajar memakai lampu minyak dan lilin.
Krisis listrik di sana terjadi sejak dua bulan terakhir. Bahkan, sepekan terakhir pemadaman mencapai 60 jam per minggu atau terjadi hampir setiap malam tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Para siswa khawatir tak bisa memperoleh nilai ujian yang baik.
Perusahaan Listrik Negara memadamkan listrik karena rusaknya dua mesin pembangkit listrik dari tiga mesin yang biasa digunakan. Sejumlah alat sudah didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, tapi belum diketahui kapan listrik normal kembali. Warga setempat berharap pemadaman listrik tidak berlarut-larut.(AIS/YUS)
Krisis listrik di sana terjadi sejak dua bulan terakhir. Bahkan, sepekan terakhir pemadaman mencapai 60 jam per minggu atau terjadi hampir setiap malam tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Para siswa khawatir tak bisa memperoleh nilai ujian yang baik.
Perusahaan Listrik Negara memadamkan listrik karena rusaknya dua mesin pembangkit listrik dari tiga mesin yang biasa digunakan. Sejumlah alat sudah didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, tapi belum diketahui kapan listrik normal kembali. Warga setempat berharap pemadaman listrik tidak berlarut-larut.(AIS/YUS)
