Gema Takbir Berkumandang di Tengah Derita  

Tim Liputan 6 SCTV
27/11/2009 13:52
Liputan6.com, Pandeglang: Situasi dan kondisi tidak menggoyahkan niat kaum muslim untuk beribadah. Warga di beberapa daerah tetap mengumandangkan takbir, bahkan melaksanakan salat Iduladha meski kampung mereka terendam banjir atau luluh lantak akibat gempa.

Di Kabupaten Pandeglang, Banten, contohnya. Ribuan rumah di sembilan kecamatan terendam banjir sejak Rabu pagi. Ratusan pengungsi tak bisa melaksanakan salat Iduladha, bahkan harus menderita kekurangan makanan dan air bersih. Kendati demikian, bait-bait takbir tetap terucap dalam gumanan lirih mereka.

Sementara di Padang, Sumatra Barat, gema takbir tetap menggerakkan kaki warga Desa Pagang Dalam, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, menuju tempat ibadah mereka satu-satunya, Surau Nurul Yaqin. Padahal, sebenarnya surau ini telah hancur tak beratap akibat keganasan gempa sekuat 7,9 skala Richter pada 30 September silam.

Imam dan khatib Maigus Nasir berpesan kepada jemaah korban gempa agar tetap tabah menghadapi musibah ini. Beliau mengibaratkan, kondisi warga saat ini seperti perjuangan istri Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, ketika menghadapi ujian dari Allah SWT.

Sedangkan di Merauke, Papua, salat Iduladha kali ini umumnya dilakukan di dalam masjid. Pasalnya, sejak pagi hari kota itu sudah diguyur hujan. Akibatnya, lapangan yang sudah dipersiapkan untuk salat Id batal digunakan.

Seperti halnya di Padang, Sumbar, warga Kampung Cieunteung, Kecamatan Bale Endah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, juga tetap mendatangi lokasi pelaksanaan salat Id. Namun mereka harus berjuang terlebih dahulu melintasi genangan air setinggi lutut kaki orang dewasa [baca: Pengungsi Rayakan Iduladha di Tengah Banjir]. Selengkapnya simak video berikut.(IRN/ANS)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code